Liputan6.com, Jakarta Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman hidup. Di dalamnya terdapat 114 surat yang masing-masing memiliki makna, keistimewaan, dan pesan penting bagi umat manusia. Setiap surat tidak hanya berisi ayat-ayat penuh hikmah, tetapi juga memiliki nama khusus yang mencerminkan kandungan atau tema utama di dalamnya. Memahami nama-nama surat beserta artinya dapat membantu kita lebih mendalami isi Al-Qur’an dengan penuh kesadaran.
Selain sebagai bacaan ibadah, Al-Qur’an juga merupakan sumber ilmu, pedoman moral, dan cahaya kehidupan. Dengan mengenal daftar lengkap surat dalam Al-Qur’an beserta artinya, kita dapat lebih mudah memahami pesan-pesan yang terkandung di dalamnya. Hal ini juga mempermudah dalam menghafal maupun merujuk ayat-ayat tertentu sesuai kebutuhan. Artikel ini akan mengulas secara ringkas nama-nama surat dalam Al-Qur’an sekaligus arti dari masing-masingnya sebagai bekal pengetahuan dan penghayatan.
Surat dalam Al-Qur’an: Makna, Arti, dan Jumlah Ayat
Al-Qur’an terdiri dari 114 surat yang masing-masing memiliki keunikan dan makna tersendiri. Setiap surat membawa pesan, kisah, atau hukum yang dapat memperkaya pemahaman umat Islam. Mengenal nama, arti, dan jumlah ayat dari tiap surat menjadi langkah awal untuk memahami kandungan wahyu. Berikut 57 surat pertama dari Al-Qur’an disertai arti dan penjelasan singkat.
- Al-Fatihah (Pembuka) – 7 Ayat
- Pembuka Al-Qur’an ini berisi doa dan pujian kepada Allah. Ia menjadi inti dari setiap rakaat salat.
- Al-Baqarah (Sapi Betina) – 286 Ayat
- Surat terpanjang dalam Al-Qur’an ini membahas hukum, sejarah, dan akhlak umat terdahulu. Fokus utama adalah syariat dan keimanan.
- Ali Imran (Keluarga Imran) – 200 Ayat
- Berisi kisah keluarga Nabi Isa serta peringatan tentang keteguhan iman. Juga membahas pentingnya persatuan umat Islam.
- An-Nisa (Wanita) – 176 Ayat
- Menjelaskan hak-hak perempuan dan hukum warisan. Banyak ayatnya mengatur hubungan sosial.
- Al-Ma’idah (Hidangan) – 120 Ayat
- Membahas makanan halal-haram dan tanggung jawab umat Islam terhadap perjanjian. Surat ini turun menjelang wafatnya Nabi.
- Al-An’am (Binatang Ternak) – 165 Ayat
- Mengingatkan tentang keesaan Tuhan dan bahaya kemusyrikan. Banyak bicara soal tauhid.
- Al-A’raf (Tempat Tertinggi) – 206 Ayat
- Mengisahkan para nabi dan kaum yang dibinasakan. Juga menyebutkan tentang A’raf, tempat antara surga dan neraka.
- Al-Anfal (Rampasan Perang) – 75 Ayat
- Diturunkan usai Perang Badar dan membahas etika perang. Surat ini menekankan bahwa kemenangan datang dari Allah.
- At-Taubah (Pengampunan) – 129 Ayat
- Tidak diawali basmalah karena bahasannya tentang perang dan kemunafikan. Menyeru umat Islam untuk taat sepenuhnya.
- Yunus – 109 Ayat
- Menceritakan dakwah Nabi Yunus dan keteguhan hati. Juga tentang keimanan terhadap wahyu.
- Hud – 123 Ayat
- Menampilkan kisah para nabi seperti Nuh, Hud, dan Shaleh. Fokus pada akibat dari pembangkangan terhadap perintah Allah.
- Yusuf – 111 Ayat
- Satu-satunya surat yang mengisahkan kehidupan satu nabi secara lengkap. Penuh hikmah tentang kesabaran dan pengampunan.
- Ar-Ra’d (Guruh) – 43 Ayat
- Memuat tanda-tanda kekuasaan Allah di alam semesta. Mengajak manusia merenung tentang penciptaan.
- Ibrahim – 52 Ayat
- Menceritakan dakwah Nabi Ibrahim dan doanya untuk keturunannya. Menekankan pentingnya syukur dan tauhid.
- Al-Hijr – 99 Ayat
- Menampilkan kisah kaum terdahulu yang membangkang. Juga menyebut penciptaan manusia dari tanah liat.
- An-Nahl (Lebah) – 128 Ayat
- Menyoroti nikmat Allah termasuk penciptaan lebah. Mengajak manusia bersyukur dan berpikir.
- Al-Isra’ (Memperjalankan Malam Hari) – 111 Ayat
- Berkaitan dengan peristiwa Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad. Menekankan pentingnya salat dan akhlak mulia.
- Al-Kahf (Gua) – 110 Ayat
- Memuat kisah Ashabul Kahfi dan Dzulqarnain. Dianjurkan dibaca setiap Jumat untuk perlindungan dari fitnah Dajjal.
- Maryam – 98 Ayat
- Mengangkat kesucian Maryam dan kelahiran Nabi Isa. Surat ini penuh kelembutan dan kasih Allah.
- Ta Ha – 135 Ayat
- Menekankan kasih Allah dalam dakwah Nabi Musa. Banyak menyentuh sisi emosional.
- Al-Anbiya (Para Nabi) – 112 Ayat
- Mengisahkan nabi-nabi dan perjuangan mereka menyampaikan kebenaran. Menegaskan peran wahyu sebagai petunjuk hidup.
- Al-Hajj (Haji) – 78 Ayat
- Berisi syariat dan hikmah ibadah haji. Juga menyoroti keadilan Allah terhadap orang zalim.
- Al-Mu’minun (Orang-Orang Mukmin) – 118 Ayat
- Menceritakan sifat-sifat orang beriman yang dijanjikan surga. Dimulai dengan ciri khas khusyuk dalam salat.
- An-Nur (Cahaya) – 64 Ayat
- Berisi aturan sosial dan tata krama dalam keluarga. Juga memuat Ayat Cahaya yang terkenal.
- Al-Furqan (Pembeda) – 77 Ayat
- Menggambarkan karakter hamba Allah yang sejati. Juga menjelaskan perbedaan antara kebenaran dan kebatilan.
- Asy-Syu’ara (Penyair) – 227 Ayat
- Kisah para nabi yang berdakwah kepada kaumnya yang durhaka. Surat ini penuh pelajaran sejarah.
- An-Naml (Semut) – 93 Ayat
- Mengangkat kisah Nabi Sulaiman dan Ratu Balqis. Menunjukkan mukjizat serta ilmu dari Allah.
- Al-Qasas (Kisah) – 88 Ayat
- Fokus pada kehidupan Nabi Musa sejak bayi hingga diutus. Mengandung banyak nilai kepemimpinan.
- Al-‘Ankabut (Laba-laba) – 69 Ayat
- Menyeru untuk tetap teguh di tengah ujian iman. Simbol laba-laba dipakai untuk menggambarkan rapuhnya kemusyrikan.
- Ar-Rum (Bangsa Romawi) – 60 Ayat
- Membahas kekalahan dan kemenangan Romawi sebagai tanda kekuasaan Allah. Juga mengingatkan hari kiamat.
- Luqman – 34 Ayat
- Memuat nasihat bijak Luqman kepada anaknya. Ditekankan pentingnya tauhid dan berbakti pada orang tua.
- As-Sajdah – 30 Ayat
- Menjelaskan penciptaan manusia dan kebangkitan setelah mati. Dianjurkan dibaca pada salat Subuh Jumat.
- Al-Ahzab (Golongan Bersekutu) – 73 Ayat
- Berkisah tentang Perang Khandaq dan etika rumah tangga Rasulullah. Menyentuh soal hijab dan istri-istri Nabi.
- Saba’ – 54 Ayat
- Menceritakan kaum Saba’ dan raja Sulaiman. Mengandung pesan tentang syukur dan kesombongan.
- Fatir (Maha Pencipta) – 45 Ayat
- Menggambarkan kekuasaan Allah dalam penciptaan dan pengaturan alam. Menekankan pentingnya ilmu dan iman.
- Ya Sin – 83 Ayat
- Sering disebut sebagai jantung Al-Qur’an. Isinya menegaskan kerasulan dan hari kebangkitan.
- As-Saffat – 182 Ayat
- Memaparkan barisan malaikat, kisah para nabi, dan hujjah terhadap kaum musyrik. Surat ini penuh kekuatan tauhid.
- Sad – 88 Ayat
- Menampilkan kisah Nabi Daud, Sulaiman, dan Ayub. Juga membahas keangkuhan Iblis.
- Az-Zumar (Rombongan) – 75 Ayat
- Membahas orang yang masuk surga dan neraka dalam kelompok. Menekankan urgensi keikhlasan dalam beribadah.
- Ghafir – 85 Ayat
- Juga dikenal sebagai Al-Mu’min, surat ini menyoroti kisah orang beriman di istana Fir’aun. Isinya menyemangati orang sabar.
- Fussilat – 54 Ayat
- Menerangkan tanda-tanda kekuasaan Allah dalam penciptaan langit dan bumi. Diturunkan kepada kaum musyrik Mekah.
- Asy-Syura – 53 Ayat
- Mendorong umat untuk bermusyawarah dalam urusan dunia. Juga menekankan pentingnya mengikuti wahyu.
- Az-Zukhruf (Perhiasan) – 89 Ayat
- Menyindir orang yang lebih mencintai dunia daripada akhirat. Juga membantah keyakinan musyrik Mekah.
- Ad-Dukhan (Kabut) – 59 Ayat
- Menggambarkan kiamat yang diiringi kabut dan kehancuran. Juga menyebut kisah Fir’aun.
- Al-Jasiyah – 37 Ayat
- Berisi pengingat tentang hari kiamat dan tanda-tandanya. Menyeru pada kebesaran Allah.
- Al-Ahqaf – 35 Ayat
- Bercerita tentang kaum ‘Ad dan Nabi Hud. Menegaskan pentingnya mengambil pelajaran dari sejarah.
- Muhammad – 38 Ayat
- Memuat perintah berperang dan taat pada Rasul. Menyemangati kaum Muslim di tengah tekanan.
- Al-Fath – 29 Ayat
- Berisi kabar gembira kemenangan perjanjian Hudaibiyah. Meneguhkan hati kaum mukmin.
- Al-Hujurat – 18 Ayat
- Menekankan akhlak dalam bermasyarakat, termasuk larangan ghibah. Juga menyentuh isu persaudaraan iman.
- Qaf – 45 Ayat
- Mengingatkan manusia akan kematian dan kebangkitan. Dimulai dengan huruf muqatta’ah: Qaf.
- Az-Zariyat – 60 Ayat
- Mengulas tentang azab bagi pendusta rasul. Menjelaskan keagungan Allah melalui angin dan penciptaan.
- At-Tur – 49 Ayat
- Membahas ancaman bagi kaum musyrik dan balasan surga bagi mukmin. Merupakan surat Mekah.
- An-Najm – 62 Ayat
- Menegaskan bahwa Nabi Muhammad tidak sesat. Disertai kisah Isra’ dan Mi’raj.
- Al-Qamar – 55 Ayat
- Berisi peringatan keras dan bukti mukjizat Nabi. Salah satunya adalah bulan terbelah.
- Ar-Rahman – 78 Ayat
- Dikenal sebagai surat tentang kasih sayang Allah. Diulang-ulang pertanyaan “Nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”
- Al-Waqi’ah – 96 Ayat
- Menggambarkan hari kiamat dengan sangat detail. Dikelompokkan manusia ke dalam tiga golongan.
- Al-Hadid (Besi) – 29 Ayat
- Menjelaskan kekuatan besi dan pentingnya infak. Mengajak manusia beriman dengan ikhlas.
Advertisement
Sejarah Penamaan Surat dalam Al-Qur'an
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4374139/original/096709100_1679981555-pexels-alena-darmel-8164742.jpg)
Penamaan surat dalam Al-Qur’an memiliki sejarah yang menarik dan sarat makna. Mayoritas ulama berpendapat bahwa nama-nama surat bersifat tauqifî, yaitu ditetapkan langsung oleh Nabi Muhammad ﷺ berdasarkan petunjuk Allah. Hal ini dibuktikan dengan hadits yang menyebutkan nama surat tertentu seperti Al-Baqarah, Ali Imran, dan Al-Kahfi. Meski demikian, sebagian ulama berpendapat ada nama surat yang bersifat taufiqî, yaitu hasil ijtihad sahabat atau tabi’in berdasarkan kandungan makna surat. Perbedaan ini menunjukkan adanya kekayaan tradisi Islam dalam memahami dan merawat Al-Qur’an.
Contoh menarik adalah Surat Al-Fatihah yang memiliki banyak nama. Nama-nama yang bersifat tauqifî antara lain Ummul Qur’an, Fatihatul Kitab, dan As-Sab’ul Matsani sebagaimana disebutkan Nabi ﷺ. Sementara ulama memberi tambahan nama seperti Al-Wafiyah, Al-Kafiyah, Al-Munajah, dan Ad-Du’a karena melihat kekayaan makna yang terkandung di dalamnya. Selain itu, para ulama juga mengelompokkan surat-surat Al-Qur’an dalam empat kategori: ath-thiwâl, al-mi’ûn, al-matsanî, dan al-mufashshal. Dengan demikian, penamaan surat tidak hanya sekadar sebutan, tetapi juga bagian dari penghormatan dan pemahaman terhadap isi Al-Qur’an.
Klasifikasi Surah Berdasarkan Tempat Turunnya
Al-Qur’an terbagi menjadi surah Makkiyah dan Madaniyah, yang klasifikasinya merujuk pada periode turunnya wahyu. Surah Makkiyah adalah ayat-ayat yang turun sebelum hijrah Nabi Muhammad ﷺ, meskipun tempat turunnya bukan di Mekah. Sedangkan surah Madaniyah adalah yang turun setelah hijrah, walaupun turunnya tidak selalu di Madinah. Pembagian ini penting untuk memahami konteks sosial, politik, dan spiritual umat pada saat itu. Dengan demikian, klasifikasi ini membantu dalam menafsirkan ayat-ayat sesuai latar turunnya.
Para ulama menetapkan tiga cara untuk membedakan Makkiyah dan Madaniyah. Pertama, dari sisi waktu, yakni sebelum atau sesudah hijrah. Kedua, dari lokasi, apakah diturunkan di Mekah dan sekitarnya atau di Madinah dan daerah sekitarnya. Ketiga, dari segi audiens ayat: Makkiyah sering dimulai dengan seruan “Yā ayyuhan-nās” (wahai manusia), sedangkan Madaniyah kerap memakai “Yā ayyuhalladzīna āmanū” (wahai orang-orang beriman). Dengan memahami hal ini, para pengkaji Al-Qur’an dapat menelusuri hukum-hukum yang nasikh-mansukh serta mendalami pesan Al-Qur’an dengan lebih akurat.
Advertisement
Variasi Panjang dan Karakteristik Surat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2902973/original/060864700_1567682351-100907calquran.jpg)
Panjang surah dalam Al-Quran sangat bervariasi, mulai dari yang terpendek hingga yang terpanjang. Surah terpendek adalah Al-Kautsar dan Al-Asr yang masing-masing hanya terdiri dari 3 ayat, sedangkan surah terpanjang adalah Al-Baqarah dengan 286 ayat. Variasi panjang ini mencerminkan keragaman tema dan konteks yang dibahas dalam setiap surah.
Secara umum, surah-surah panjang terdapat di bagian awal Al-Quran, sementara surah-surah pendek berada di bagian akhir. Pengecualian terdapat pada surah pertama, yaitu Al-Fatihah, yang meskipun pendek namun ditempatkan di awal sebagai "pembuka" kitab suci. Pola ini memiliki hikmah tersendiri dalam memudahkan pembacaan dan hafalan Al-Quran.
Metode Penamaan Surah dalam Al-Quran
Penamaan surah dalam Al-Quran mengikuti berbagai metode yang mencerminkan kearifan dalam pemilihan nama. Metode pertama adalah pengambilan nama dari tema utama yang dibahas dalam surah tersebut, seperti An-Nisa yang membahas hukum-hukum berkaitan dengan wanita, atau Al-Hajj yang membahas ibadah haji.
Metode kedua adalah pengambilan nama dari kata atau frasa tertentu yang muncul dalam surah, seperti Ta Ha, Ya Sin, atau Qaf yang merupakan huruf-huruf muqatta'ah. Metode ketiga adalah pengambilan nama dari kisah atau tokoh yang diceritakan dalam surah, seperti Yusuf, Nuh, atau Ibrahim. Keragaman metode penamaan ini menunjukkan fleksibilitas dan kekayaan bahasa Arab dalam mengekspresikan makna.
Advertisement
Manfaat Mempelajari Nama Surat dalam Al-Qur'an
Mempelajari nama nama surat dalam Al Quran beserta artinya memberikan berbagai manfaat spiritual dan intelektual bagi umat Islam. Pertama, pemahaman terhadap nama-nama surah membantu dalam menghafal dan mengidentifikasi surah dengan lebih mudah. Ketika seseorang memahami makna nama surah, ia akan lebih mudah mengingat dan mengasosiasikan isi surah dengan namanya.
Kedua, pengetahuan tentang nama-nama surah memperdalam pemahaman terhadap tema dan konteks yang dibahas dalam setiap surah. Hal ini membantu dalam memahami pesan-pesan Al-Quran secara lebih komprehensif dan kontekstual. Ketiga, mempelajari nama-nama surah meningkatkan kecintaan dan kedekatan dengan Al-Quran, yang pada akhirnya akan memperkuat iman dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Tradisi dan Praktik Pembacaan Surah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4374521/original/081753100_1679993733-ed-us-iXUXMn_-nh8-unsplash.jpg)
Dalam tradisi Islam, pembacaan surah-surah tertentu memiliki waktu dan konteks yang dianjurkan. Surah Al-Fatihah, misalnya, wajib dibaca dalam setiap rakaat salat sebagai rukun yang tidak boleh ditinggalkan. Surah-surah pendek dalam Juz Amma sering dibaca dalam salat-salat sunnah dan sebagai bacaan harian untuk anak-anak yang sedang belajar Al-Quran.
Beberapa surah juga memiliki keutamaan khusus ketika dibaca pada waktu-waktu tertentu. Surah Al-Kahf dianjurkan untuk dibaca pada hari Jumat, Surah Ya Sin sering dibaca untuk orang yang sedang sakit atau menghadapi ajal, dan Surah Al-Mulk dianjurkan untuk dibaca sebelum tidur. Tradisi-tradisi ini menunjukkan bahwa setiap surah memiliki keberkahan dan manfaat tersendiri.
Advertisement
Hikmah di Balik Urutan Surah dalam Al-Quran
Urutan surah dalam Al-Quran bukanlah berdasarkan kronologi turunnya, melainkan mengikuti hikmah dan ketentuan yang telah ditetapkan Allah SWT. Para ulama berbeda pendapat mengenai apakah urutan surah ini bersifat tauqifi (ditentukan langsung oleh Allah) atau ijtihadi (hasil ijtihad para sahabat). Namun, mayoritas ulama cenderung pada pendapat bahwa urutan surah adalah tauqifi.
Hikmah di balik urutan surah dapat dilihat dari berbagai aspek. Penempatan Al-Fatihah di awal sebagai "pembuka" memberikan gambaran ringkas tentang isi Al-Quran secara keseluruhan. Surah-surah panjang di awal memberikan fondasi hukum dan akidah yang kuat, sementara surah-surah pendek di akhir memberikan pesan-pesan praktis yang mudah dihafal dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
People Also Ask
1. Berapa jumlah surat dalam Al-Qur’an dan apa saja artinya?
Al-Qur’an terdiri dari 114 surat. Setiap surat memiliki nama yang umumnya diambil dari tema utama, kisah, atau kata penting yang muncul di dalamnya.
2. Apa surat terpanjang dan terpendek dalam Al-Qur’an?
Surat terpanjang adalah Al-Baqarah dengan 286 ayat, artinya “Sapi Betina.” Sedangkan surat terpendek adalah Al-Kautsar dengan 3 ayat, artinya “Nikmat yang Banyak.”
3. Mengapa setiap surat dalam Al-Qur’an memiliki nama?
Nama surat berfungsi sebagai identitas dan memudahkan umat dalam mengingat serta merujuknya. Penamaan bisa berasal dari Nabi ﷺ (tauqifî) atau ijtihad sahabat (taufiqî).
4. Apa contoh surat yang sering disebut dengan nama lain?
Surat Al-Fatihah memiliki banyak nama selain Fatihatul Kitab, seperti Ummul Qur’an dan As-Sab’ul Matsani. Nama-nama ini menggambarkan kedudukan pentingnya sebagai inti dari seluruh isi Al-Qur’an.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376579/original/071076900_1792381433-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5441352/original/085354000_1765504848-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-12T084357.150.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5528523/original/006924900_1773286985-cek_fakta_-_ikan_budidaya_link_pendaftaran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380756/original/071937100_1792737316-Screenshot_2026-10-23_124005.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5326709/original/033333600_1756109330-pOCMVDG070.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3284138/original/019162200_1604291525-800__9_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3274937/original/075776800_1603351599-photo-1561399452-bdcd36b25b38__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627020/original/000666700_1782622344-aoun-abbas-97o4XH0htUs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346366/original/074266700_1789127579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_16.57.52.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321055/original/059736500_1786425649-Jepretan_Layar_2025-08-11_pukul_12.15.34.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4374139/original/096709100_1679981555-pexels-alena-darmel-8164742.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4637359/original/021769800_1699254998-pexels-timur-weber-9127593.jpg)