Cara Memakai Sorban dengan Benar, Panduan Praktis dan Keutamaannya

Pelajari cara memakai sorban dengan benar dan praktis. Temukan berbagai gaya dan keutamaan mengenakan sorban dalam artikel lengkap ini.

Diterbitkan 20 Agustus 2025, 14:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Sorban bukan hanya sekadar kain penutup kepala, tetapi juga memiliki makna mendalam dalam tradisi Islam dan budaya Nusantara. Penggunaannya telah dikenal sejak masa Rasulullah SAW, bahkan disebutkan dalam sejumlah riwayat bahwa beliau mengenakan sorban dalam berbagai kesempatan, baik untuk beribadah maupun dalam pertemuan resmi. Di beberapa daerah di Indonesia, sorban juga menjadi simbol kehormatan dan identitas keagamaan yang masih dijaga hingga kini.

Lebih dari sekadar pelengkap penampilan, sorban memiliki nilai keutamaan yang disebut dalam hadits. Dikutip dari buku Pengembangan Kurikulum Sejarah Kebudayaan Islam dengan Pendekatan Total History: Urgensi, Referensi, dan Aktialisasi karya Fahri Hidayat (2020), pada zaman dulu, sorban biasa dikenakan para pemimpin dari kerajaan Islam, sekaligus menegaskan kepribadian yang santun dan berwibawa. Cara memakainya pun beragam, mulai dari yang sederhana dililitkan di kepala, hingga gaya tertentu yang dipengaruhi oleh budaya daerah.

Artikel ini akan mengulas panduan praktis memakai sorban dengan benar agar terlihat rapi dan nyaman, sekaligus membahas keutamaan yang terkandung di balik penggunaannya. Dengan memahami langkah-langkah yang tepat, sorban bukan hanya menjadi hiasan, melainkan juga sarana memperkuat identitas keislaman dan menjaga warisan tradisi yang penuh makna.

Definisi dan Sejarah Sorban

Sorban, yang juga dikenal sebagai turban atau imamah dalam bahasa Arab, adalah sebuah penutup kepala yang terbuat dari kain panjang yang dililitkan di sekitar kepala. Penggunaan sorban memiliki akar sejarah yang sangat tua, bahkan diyakini telah ada sejak zaman Nabi Adam AS.

Dalam tradisi Islam, sorban memiliki kedudukan istimewa. Rasulullah SAW sendiri sering mengenakan sorban dalam berbagai kesempatan. Salah satu riwayat dari Jabir bin Abdullah RA menyebutkan bahwa saat Fathul Makkah (Pembebasan Kota Mekkah), Rasulullah memakai sorban hitam.

Seiring waktu, penggunaan sorban berkembang tidak hanya sebagai simbol keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya di berbagai belahan dunia, termasuk Timur Tengah, Asia Tengah, Asia Barat, dan India.

Jenis-Jenis Sorban

Terdapat beberapa jenis sorban yang umum digunakan, di antaranya:

  • Sorban Arab: Biasanya terbuat dari kain panjang yang dililitkan di sekitar kepala dengan berbagai gaya.
  • Keski: Merupakan jenis sorban yang lebih pendek, biasanya setengah panjang sorban tradisional.
  • Sorban Sikh: Memiliki bentuk khas dan merupakan bagian penting dari identitas penganut agama Sikh.
  • Sorban Turki: Memiliki bentuk yang lebih bulat dan sering dihiasi dengan berbagai ornamen.

Cara Memakai Sorban di Kepala

Berikut langkah-langkah umum untuk memakai sorban di kepala:

  1. Pilih sorban dengan panjang dan lebar yang sesuai. Untuk pemula, disarankan menggunakan sorban dengan panjang sekitar 2-3 meter.
  2. Lipat sorban menjadi bentuk segitiga panjang.
  3. Letakkan bagian tengah sorban di dahi, dengan sisi yang lebih panjang menggantung di belakang kepala.
  4. Tarik kedua ujung sorban ke belakang kepala, silangkan, lalu bawa kembali ke depan.
  5. Lilitkan sorban mengelilingi kepala, pastikan setiap lilitan menutupi bagian sebelumnya dengan rapi.
  6. Setelah mencapai lilitan yang diinginkan, selipkan ujung sorban di bawah lilitan terakhir untuk mengamankannya.
  7. Atur dan rapikan sorban agar terlihat rapi dan nyaman dipakai.

Penting untuk diingat bahwa cara memakai sorban dapat bervariasi tergantung pada tradisi dan preferensi personal. Beberapa orang mungkin lebih suka gaya yang lebih longgar, sementara yang lain mungkin memilih lilitan yang lebih ketat.

Cara Memakai Sorban di Leher

Selain di kepala, sorban juga bisa dipakai di leher sebagai aksesori fashion. Berikut cara memakainya:

  1. Lipat sorban menjadi bentuk segitiga panjang.
  2. Letakkan sorban di sekitar leher dengan ujung segitiga mengarah ke bawah di depan dada.
  3. Bawa kedua ujung sorban ke belakang leher dan silangkan.
  4. Bawa kembali kedua ujung ke depan dan atur posisinya agar terlihat rapi.
  5. Anda bisa membiarkan ujungnya menggantung atau menyelipkannya ke dalam pakaian untuk tampilan yang lebih rapi.

Cara Memakai Sorban Sebagai Masker

Dalam situasi darurat, sorban juga bisa digunakan sebagai alternatif masker. Berikut caranya:

  1. Lipat sorban menjadi bentuk segitiga.
  2. Letakkan bagian tengah sorban di atas hidung dan mulut.
  3. Tarik kedua ujung sorban ke belakang kepala dan ikat dengan kuat.
  4. Pastikan sorban menutupi hidung dan mulut dengan baik, tanpa ada celah di bagian samping.
  5. Jika perlu, gunakan penjepit atau karet untuk mengencangkan bagian atas dan bawah sorban agar lebih rapat.

Perlu diingat bahwa penggunaan sorban sebagai masker hanya untuk situasi darurat dan tidak menggantikan masker medis yang proper.

Cara Memakai Sorban Sebagai Pelengkap Outfit

Sorban juga bisa menjadi aksesori fashion yang menarik. Beberapa cara kreatif untuk menggunakannya:

  • Sebagai syal: Lipat sorban menjadi bentuk panjang dan kalungkan di leher.
  • Sebagai ikat pinggang: Gunakan sorban yang lebih tipis sebagai ikat pinggang unik.
  • Sebagai bandana: Lipat sorban menjadi bentuk segitiga kecil dan ikat di kepala sebagai bandana.
  • Sebagai aksen pada tas: Ikatkan sorban pada pegangan tas untuk tampilan yang lebih colorful.

Keutamaan Mengenakan Sorban

Dalam tradisi Islam, mengenakan sorban memiliki beberapa keutamaan, di antaranya:

  • Mengikuti sunnah Rasulullah SAW yang sering mengenakan sorban.
  • Dianggap sebagai simbol kemuliaan dan kehormatan.
  • Beberapa hadits menyebutkan keutamaan shalat dengan mengenakan sorban, meskipun keshahihan hadits tersebut masih diperdebatkan oleh para ulama.
  • Menjadi identitas keislaman yang dapat mengingatkan pemakainya untuk selalu menjaga perilaku.

Namun, penting untuk diingat bahwa keutamaan ini tidak menjadikan penggunaan sorban sebagai kewajiban dalam Islam. Para ulama umumnya menganggap penggunaan sorban sebagai sunnah atau bahkan mubah (diperbolehkan).

Tradisi Penggunaan Sorban

Penggunaan sorban memiliki tradisi yang berbeda-beda di berbagai budaya:

  • Di Arab: Sorban sering digunakan sebagai pelindung dari panas dan pasir gurun. Warna dan cara pemakaiannya bisa menunjukkan suku atau status sosial seseorang.
  • Di India: Sorban atau pagri memiliki variasi yang sangat beragam tergantung pada daerah dan komunitas.
  • Dalam tradisi Sikh: Sorban atau dastar merupakan bagian penting dari identitas keagamaan.
  • Di Afrika Utara: Sorban sering digunakan oleh suku Tuareg sebagai pelindung dari iklim gurun yang ekstrem.

People Also Ask

1. Apa itu sorban dan apa fungsinya?

Sorban adalah kain panjang yang dililitkan di kepala atau pundak, umumnya dipakai dalam tradisi Islam dan budaya Timur Tengah maupun Nusantara. Fungsinya bukan hanya sebagai penutup kepala, tetapi juga simbol identitas, kesopanan, serta penghormatan dalam beribadah.

2. Bagaimana cara memakai sorban dengan benar?

Cara paling umum adalah melilitkan sorban di kepala dengan rapi, ujung kain bisa dijatuhkan di bahu atau punggung. Ada juga cara praktis dengan membentuk simpul sederhana di bagian depan. Setiap daerah memiliki gaya khas, namun prinsipnya adalah menjaga kerapian dan kenyamanan.

3. Apakah ada perbedaan gaya memakai sorban di berbagai daerah?

Ya, di Indonesia misalnya, sorban sering dikenakan di bahu sebagai pelengkap ibadah. Di Timur Tengah, sorban lebih sering dililitkan di kepala dengan berbagai gaya, seperti imamah dalam tradisi Arab. Perbedaan gaya ini mencerminkan tradisi dan identitas lokal.

4. Apa keutamaan memakai sorban menurut ajaran Islam?

Dalam beberapa riwayat, memakai sorban disebut sebagai sunnah yang mencerminkan kesopanan dan identitas Muslim. Selain itu, sorban juga melambangkan keilmuan, kehormatan, dan adab, terutama bila dikenakan dalam kegiatan ibadah atau majelis ilmu.

5. Kapan waktu yang tepat untuk memakai sorban?

Sorban bisa dipakai saat shalat, menghadiri pengajian, acara keagamaan, atau kegiatan adat. Namun, sorban juga dapat dikenakan dalam keseharian sebagai simbol kesopanan dan identitas Muslim, selama digunakan dengan niat baik dan sesuai situasi.