Liputan6.com, Jakarta Telinga berdengung, atau dalam istilah medis disebut tinnitus, kerap dianggap sepele atau disalahartikan sebagai akibat masuk angin atau kelelahan. Padahal, kondisi ini bisa menjadi tanda gangguan kesehatan serius, mulai dari infeksi telinga, paparan suara bising, hingga gangguan saraf pendengaran. Tinnitus merupakan keluhan yang banyak dialami oleh jutaan individu di seluruh dunia. Diperkirakan sekitar 10 hingga 15 persen populasi global mengalami kondisi ini, baik disertai gangguan pendengaran maupun tidak.
Di India, sebuah studi melaporkan bahwa sebanyak 4,5 juta penduduk pernah terdiagnosis menderita tinnitus. Sementara itu, survei epidemiologi dari National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES) di Amerika Serikat menemukan bahwa sekitar 25,3% masyarakat Amerika mengalami tinnitus. Temuan ini diperkuat oleh data dari Korea melalui Korean National Health and Nutrition Examination Survey (KNHANES), yang melaporkan prevalensi tinnitus pada sekitar 10.000 hingga 12.000 orang.
Sayangnya, banyak orang mencoba mengatasinya dengan cara yang keliru, seperti meneteskan cairan sembarangan ke dalam telinga atau membiarkannya tanpa pemeriksaan lebih lanjut. Padahal, penanganan tinnitus harus disesuaikan dengan penyebabnya—apakah karena gangguan fisik, faktor psikologis seperti stres, atau akibat penggunaan obat tertentu. Penanganan yang tepat bisa mencakup terapi suara, penggunaan alat bantu dengar, atau perubahan gaya hidup yang mendukung kesehatan pendengaran.
Advertisement
Artikel ini akan mengulas secara lengkap penyebab utama telinga berdengung, kesalahpahaman umum yang sering terjadi, serta berbagai cara efektif untuk meredakannya secara medis maupun alami. Berikut selengkapnya:
Definisi Telinga Berdengung (Tinnitus)
Telinga berdengung, atau yang dikenal dalam istilah medis sebagai tinnitus, merupakan kondisi di mana seseorang mendengar suara tanpa adanya sumber suara eksternal. Suara ini dapat berupa dengungan, desis, berdering, atau bahkan suara musik. Tinnitus bukanlah penyakit tersendiri, melainkan gejala dari berbagai kondisi kesehatan yang mendasarinya.
Tinnitus dapat dikategorikan menjadi dua jenis utama:
- Tinnitus subjektif: Jenis yang paling umum, di mana hanya penderita yang dapat mendengar suara tersebut.
- Tinnitus objektif: Jenis yang lebih jarang terjadi, di mana dokter juga dapat mendengar suara tersebut saat melakukan pemeriksaan.
Intensitas tinnitus dapat bervariasi dari ringan hingga parah, dan dapat memengaruhi satu atau kedua telinga. Bagi sebagian orang, tinnitus dapat sangat mengganggu kualitas hidup, menyebabkan kesulitan berkonsentrasi, gangguan tidur, dan bahkan depresi.
Advertisement
Penyebab Telinga Berdengung
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1398371/original/021330500_1478572813-telinga2.jpg)
Telinga berdengung dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Memahami penyebabnya adalah langkah penting dalam menemukan cara menghilangkan telinga berdengung yang efektif. Berikut beberapa penyebab umum:
- Paparan suara keras: Salah satu penyebab paling umum adalah paparan jangka panjang terhadap suara keras, seperti di lingkungan kerja yang bising atau mendengarkan musik dengan volume tinggi menggunakan headphone.
- Penuaan: Seiring bertambahnya usia, sel-sel rambut di dalam telinga dapat mengalami kerusakan, menyebabkan tinnitus dan gangguan pendengaran.
- Penumpukan kotoran telinga: Akumulasi kotoran telinga dapat menyebabkan iritasi pada gendang telinga dan mengakibatkan tinnitus.
- Perubahan tekanan telinga: Perubahan tekanan mendadak, seperti saat naik pesawat atau menyelam, dapat memicu tinnitus sementara.
- Gangguan sirkulasi darah: Kondisi seperti hipertensi atau aterosklerosis dapat memengaruhi aliran darah ke telinga, menyebabkan tinnitus.
- Penggunaan obat-obatan tertentu: Beberapa obat, termasuk aspirin dosis tinggi, antibiotik, dan diuretik, dapat menyebabkan atau memperburuk tinnitus.
- Gangguan pada sendi temporomandibular (TMJ): Masalah pada sendi rahang dapat menyebabkan tinnitus di beberapa kasus.
- Cedera kepala atau leher: Trauma pada area ini dapat memengaruhi telinga bagian dalam atau saraf yang terhubung ke otak, menyebabkan tinnitus.
- Penyakit Meniere: Gangguan telinga bagian dalam ini dapat menyebabkan tinnitus bersama dengan vertigo dan gangguan pendengaran.
- Stres dan kecemasan: Meskipun bukan penyebab langsung, stres dapat memperburuk persepsi tinnitus yang sudah ada.
Memahami penyebab spesifik tinnitus Anda dapat membantu dalam menentukan pendekatan pengobatan yang paling efektif. Dalam banyak kasus, mengatasi penyebab yang mendasarinya dapat secara signifikan mengurangi atau bahkan menghilangkan gejala tinnitus.
Gejala Telinga Berdengung
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1398370/original/088296500_1478572773-telinga.jpg)
Gejala telinga berdengung atau tinnitus dapat bervariasi dari satu individu ke individu lainnya. Memahami gejala-gejala ini penting untuk mengenali kondisi dan mencari cara menghilangkan telinga berdengung yang tepat. Berikut beberapa gejala umum yang sering dialami:
- Suara konstan: Penderita mungkin mendengar suara berdenging, berdesis, berdesir, atau berdengung yang terus-menerus di telinga.
- Variasi intensitas: Suara yang didengar bisa bervariasi dari sangat pelan hingga sangat keras, terkadang mengganggu kemampuan untuk mendengar suara eksternal.
- Perubahan nada: Beberapa orang melaporkan perubahan nada suara yang mereka dengar, dari nada rendah hingga tinggi.
- Gangguan tidur: Tinnitus sering kali lebih terasa saat suasana hening, seperti saat akan tidur, menyebabkan kesulitan untuk tertidur atau tetap tidur.
- Kesulitan berkonsentrasi: Suara yang terus-menerus dapat mengganggu konsentrasi, terutama saat bekerja atau belajar.
- Peningkatan sensitivitas terhadap suara: Beberapa penderita menjadi lebih sensitif terhadap suara-suara tertentu, kondisi yang dikenal sebagai hiperakusis.
- Perubahan mood: Tinnitus yang persisten dapat menyebabkan perubahan mood, termasuk iritabilitas, kecemasan, atau depresi.
- Pusing atau vertigo: Dalam beberapa kasus, terutama jika terkait dengan gangguan telinga bagian dalam, tinnitus dapat disertai dengan sensasi pusing atau vertigo.
- Tekanan di telinga: Beberapa orang melaporkan sensasi tekanan atau kepenuhan di telinga yang terkena.
- Gangguan keseimbangan: Tinnitus yang parah dapat memengaruhi keseimbangan tubuh, terutama jika disertai dengan masalah telinga bagian dalam.
Penting untuk dicatat bahwa gejala tinnitus dapat bervariasi dalam hal intensitas dan frekuensi. Beberapa orang mungkin mengalami gejala secara konstan, sementara yang lain mungkin hanya mengalaminya sesekali. Jika Anda mengalami gejala-gejala ini secara persisten atau mereka mulai mengganggu kualitas hidup Anda, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan. Mereka dapat membantu mengidentifikasi penyebab yang mendasari dan merekomendasikan cara menghilangkan telinga berdengung yang paling sesuai untuk kondisi Anda.
Advertisement
Diagnosis Telinga Berdengung
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1459928/original/033158300_1483496577-TanyaDokter_Image_Telinga-Berdengung-Tinitus.jpg)
Diagnosis telinga berdengung atau tinnitus merupakan langkah penting dalam menentukan cara menghilangkan telinga berdengung yang efektif. Proses diagnosis biasanya melibatkan beberapa tahap dan mungkin memerlukan kunjungan ke beberapa spesialis. Berikut langkah-langkah umum dalam proses diagnosis tinnitus:
-
Anamnesis (Riwayat Medis):
- Dokter akan menanyakan tentang gejala yang Anda alami, termasuk kapan tinnitus dimulai, seperti apa suaranya, dan apakah ada faktor pemicu.
- Informasi tentang riwayat kesehatan, penggunaan obat-obatan, dan paparan suara keras juga akan ditanyakan.
-
Pemeriksaan Fisik:
- Dokter akan memeriksa telinga, kepala, dan leher Anda untuk mencari tanda-tanda yang mungkin menyebabkan tinnitus.
- Pemeriksaan ini mungkin termasuk melihat ke dalam telinga menggunakan otoskop.
-
Tes Pendengaran (Audiometri):
- Tes ini mengukur kemampuan Anda untuk mendengar suara pada berbagai frekuensi.
- Dapat membantu mengidentifikasi apakah ada gangguan pendengaran yang menyertai tinnitus.
-
Tympanometry:
- Tes ini mengukur pergerakan gendang telinga dalam merespons perubahan tekanan udara.
- Dapat membantu mendeteksi masalah di telinga tengah.
-
Tes Keseimbangan:
- Jika tinnitus disertai dengan masalah keseimbangan, dokter mungkin melakukan tes keseimbangan.
-
Pencitraan:
- CT scan atau MRI mungkin direkomendasikan untuk memeriksa struktur telinga bagian dalam dan otak.
- Ini terutama penting jika dicurigai ada tumor atau kelainan struktural lainnya.
-
Tes Darah:
- Dalam beberapa kasus, tes darah mungkin dilakukan untuk memeriksa kondisi seperti anemia atau masalah tiroid yang dapat berkontribusi pada tinnitus.
-
Evaluasi Psikologis:
- Jika tinnitus sangat mengganggu kualitas hidup, evaluasi psikologis mungkin direkomendasikan untuk menilai dampak emosional dan mental.
-
Konsultasi dengan Spesialis:
- Tergantung pada hasil pemeriksaan awal, Anda mungkin dirujuk ke spesialis THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan) atau audiolog untuk evaluasi lebih lanjut.
Setelah diagnosis lengkap, dokter akan dapat menentukan penyebab tinnitus Anda dan merekomendasikan rencana pengobatan yang sesuai. Penting untuk diingat bahwa tinnitus sering kali merupakan gejala dari kondisi lain, sehingga mengidentifikasi dan mengatasi penyebab yang mendasarinya adalah kunci dalam menemukan cara menghilangkan telinga berdengung yang efektif.
Jika Anda mengalami tinnitus yang persisten atau mengganggu, jangan ragu untuk mencari bantuan medis. Diagnosis dini dan penanganan yang tepat dapat sangat membantu dalam mengelola gejala dan meningkatkan kualitas hidup Anda.
Pengobatan Alami untuk Telinga Berdengung
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3291206/original/076390500_1604906104-pretty-woman-bathrobe-drinking-fresh-water-home_273443-3107.jpg)
Meskipun tidak ada obat yang dapat menyembuhkan tinnitus secara total, ada beberapa metode alami yang dapat membantu mengurangi intensitas gejala dan meningkatkan kualitas hidup. Berikut beberapa cara menghilangkan telinga berdengung secara alami yang dapat Anda coba:
-
Terapi Suara:
- Mendengarkan suara alam seperti ombak, hujan, atau aliran sungai dapat membantu mengalihkan perhatian dari tinnitus.
- Menggunakan aplikasi white noise atau mesin suara putih dapat efektif, terutama saat tidur.
-
Teknik Relaksasi:
- Meditasi dan yoga dapat membantu mengurangi stres yang sering memperburuk tinnitus.
- Latihan pernapasan dalam dapat membantu menenangkan pikiran dan tubuh.
-
Akupunktur:
- Beberapa penelitian menunjukkan bahwa akupunktur dapat membantu mengurangi intensitas tinnitus pada beberapa orang.
-
Ginkgo Biloba:
- Suplemen herbal ini diyakini dapat meningkatkan sirkulasi darah, yang mungkin membantu dalam kasus tinnitus tertentu.
- Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan suplemen apa pun.
-
Minyak Esensial:
- Beberapa minyak esensial seperti lavender atau chamomile dapat membantu meredakan stres dan meningkatkan kualitas tidur.
-
Hidrasi yang Cukup:
- Menjaga tubuh terhidrasi dengan baik dapat membantu menjaga keseimbangan cairan di telinga bagian dalam.
-
Menghindari Kafein dan Alkohol:
- Kedua zat ini dapat memperburuk tinnitus pada beberapa orang.
-
Terapi Kognitif Perilaku (CBT):
- Meskipun bukan pengobatan alami dalam arti tradisional, CBT dapat membantu mengubah cara Anda merespons dan mengatasi tinnitus.
-
Olahraga Teratur:
- Aktivitas fisik dapat meningkatkan aliran darah dan mengurangi stres, yang mungkin membantu mengurangi intensitas tinnitus.
-
Manajemen Tidur:
- Menjaga rutinitas tidur yang konsisten dan menciptakan lingkungan tidur yang tenang dapat membantu mengurangi dampak tinnitus pada kualitas tidur.
Penting untuk diingat bahwa efektivitas metode alami ini dapat bervariasi dari satu individu ke individu lainnya. Apa yang berhasil untuk satu orang mungkin tidak sama efektifnya untuk orang lain. Selain itu, meskipun metode-metode ini umumnya aman, selalu disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum memulai pengobatan baru, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan lain atau sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu.
Pendekatan holistik yang menggabungkan beberapa metode alami ini, bersama dengan perubahan gaya hidup dan mungkin pengobatan medis jika diperlukan, sering kali merupakan strategi terbaik dalam mengelola tinnitus jangka panjang. Kesabaran dan konsistensi adalah kunci, karena perbaikan mungkin tidak terlihat segera dan mungkin memerlukan waktu beberapa minggu atau bulan.
Advertisement
Pengobatan Medis untuk Telinga Berdengung
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1739849/original/046419300_1508053374-Minum-Analgesik-Terlalu-Sering-Picu-Gangguan-Telinga.jpg)
Meskipun banyak kasus tinnitus dapat diatasi dengan metode alami, beberapa situasi mungkin memerlukan intervensi medis. Pengobatan medis untuk telinga berdengung biasanya ditargetkan pada penyebab yang mendasarinya atau pada pengelolaan gejala. Berikut adalah beberapa pendekatan medis yang mungkin direkomendasikan sebagai cara menghilangkan telinga berdengung:
-
Alat Bantu Dengar:
- Jika tinnitus disertai dengan gangguan pendengaran, alat bantu dengar dapat membantu meningkatkan pendengaran dan mengurangi persepsi tinnitus.
- Beberapa alat bantu dengar modern dilengkapi dengan fitur khusus untuk manajemen tinnitus.
-
Terapi Suara:
- Perangkat pembangkit suara khusus atau alat bantu dengar dengan fitur pembangkit suara dapat digunakan untuk menghasilkan suara latar yang menyamarkan tinnitus.
-
Stimulasi Magnetik Transkranial (TMS):
- Teknik ini menggunakan medan magnet untuk merangsang area otak tertentu dan dapat membantu mengurangi intensitas tinnitus pada beberapa pasien.
-
Terapi Perilaku Kognitif (CBT):
- Meskipun bukan pengobatan medis dalam arti tradisional, CBT yang dilakukan oleh profesional kesehatan mental dapat sangat efektif dalam mengelola respons emosional terhadap tinnitus.
-
Obat-obatan:
- Meskipun tidak ada obat yang secara khusus disetujui untuk tinnitus, beberapa obat mungkin diresepkan untuk mengelola kondisi yang terkait atau gejala yang menyertainya:
- Antidepresan atau anti-kecemasan untuk mengelola stres dan kecemasan terkait tinnitus.
- Obat tidur untuk membantu dengan gangguan tidur yang disebabkan oleh tinnitus.
- Obat yang menargetkan kondisi yang mendasari, seperti hipertensi atau infeksi telinga.
- Meskipun tidak ada obat yang secara khusus disetujui untuk tinnitus, beberapa obat mungkin diresepkan untuk mengelola kondisi yang terkait atau gejala yang menyertainya:
-
Terapi Laser Tingkat Rendah:
- Beberapa penelitian menunjukkan bahwa terapi laser tingkat rendah mungkin membantu dalam kasus tinnitus tertentu, meskipun efektivitasnya masih diperdebatkan.
-
Stimulasi Listrik:
- Teknik seperti stimulasi saraf vagus atau stimulasi listrik transkutan sedang diteliti sebagai potensi pengobatan untuk tinnitus.
-
Pembedahan:
- Dalam kasus yang sangat jarang, seperti ketika tinnitus disebabkan oleh tumor atau kelainan vaskular, pembedahan mungkin direkomendasikan.
-
Manajemen Kondisi yang Mendasari:
- Jika tinnitus disebabkan oleh kondisi medis tertentu seperti hipertensi, gangguan TMJ, atau penyakit Meniere, pengobatan kondisi tersebut dapat membantu mengurangi tinnitus.
-
Terapi Retraining Tinnitus (TRT):
- TRT menggabungkan konseling dan terapi suara untuk membantu pasien "melatih ulang" otak mereka untuk tidak memperhatikan suara tinnitus.
Penting untuk diingat bahwa tidak ada pendekatan "satu ukuran untuk semua" dalam pengobatan tinnitus. Apa yang efektif untuk satu orang mungkin tidak bekerja untuk yang lain. Oleh karena itu, rencana pengobatan sering kali perlu disesuaikan secara individual berdasarkan penyebab spesifik, tingkat keparahan tinnitus, dan respons pasien terhadap berbagai intervensi.
Selalu konsultasikan dengan profesional kesehatan sebelum memulai pengobatan apa pun. Dokter THT atau audiolog dapat membantu mengembangkan rencana perawatan yang komprehensif dan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik Anda. Mereka juga dapat memantau kemajuan Anda dan melakukan penyesuaian yang diperlukan dalam rencana pengobatan seiring waktu.
Perubahan Gaya Hidup untuk Mengatasi Telinga Berdengung
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5270072/original/011426800_1751376546-Lari_pagi.jpg)
Perubahan gaya hidup dapat memainkan peran penting dalam mengelola tinnitus dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Berikut beberapa modifikasi gaya hidup yang dapat membantu sebagai cara menghilangkan telinga berdengung atau setidaknya mengurangi intensitasnya:
-
Manajemen Stres:
- Praktikkan teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau pernapasan dalam secara teratur.
- Identifikasi dan kurangi sumber stres dalam hidup Anda.
-
Perbaikan Pola Tidur:
- Pertahankan jadwal tidur yang konsisten.
- Ciptakan lingkungan tidur yang tenang dan nyaman.
- Hindari penggunaan layar elektronik setidaknya satu jam sebelum tidur.
-
Modifikasi Diet:
- Kurangi atau hindari konsumsi kafein, alkohol, dan makanan tinggi garam, yang dapat memperburuk tinnitus pada beberapa orang.
- Tingkatkan asupan makanan kaya antioksidan dan omega-3.
-
Olahraga Teratur:
- Lakukan aktivitas fisik sedang setidaknya 30 menit sehari, 5 hari seminggu.
- Pilih olahraga yang Anda nikmati untuk meningkatkan konsistensi.
-
Perlindungan Pendengaran:
- Gunakan pelindung telinga saat berada di lingkungan bising.
- Batasi penggunaan headphone dan earphone, terutama pada volume tinggi.
-
Hidrasi yang Cukup:
- Minum air yang cukup sepanjang hari untuk menjaga keseimbangan cairan di telinga bagian dalam.
-
Manajemen Suara Lingkungan:
- Gunakan suara latar belakang seperti musik lembut atau suara alam untuk mengalihkan perhatian dari tinnitus.
- Hindari keheningan total, terutama saat tidur.
-
Pengurangan Paparan Nikotin:
- Jika Anda merokok, pertimbangkan untuk berhenti atau mengurangi, karena nikotin dapat memperburuk tinnitus.
-
Manajemen Postur:
- Perbaiki postur tubuh, terutama di leher dan bahu, karena ketegangan di area ini dapat memengaruhi tinnitus.
-
Aktivitas Pengalihan:
- Temukan hobi atau aktivitas yang menyenangkan untuk mengalihkan perhatian dari tinnitus.
-
Dukungan Sosial:
- Bergabung dengan grup dukungan tinnitus atau berbicara dengan orang lain yang mengalami kondisi serupa.
-
Manajemen Obat-obatan:
- Konsultasikan dengan dokter tentang obat-obatan yang Anda konsumsi, karena beberapa obat dapat memperburuk tinnitus.
-
Pemeriksaan Kesehatan Rutin:
- Lakukan pemeriksaan pendengaran dan kesehatan umum secara teratur.
Penting untuk diingat bahwa perubahan gaya hidup ini mungkin tidak memberikan hasil instan. Diperlukan waktu dan konsistensi untuk melihat perbaikan yang signifikan. Selain itu, efektivitas setiap perubahan dapat bervariasi dari satu individu ke individu lainnya.
Pendekatan holistik yang menggabungkan perubahan gaya hidup dengan metode pengobatan lain yang direkomendasikan oleh profesional kesehatan sering kali memberikan hasil terbaik dalam mengelola tinnitus. Selalu konsultasikan dengan dokter atau spesialis THT sebelum membuat perubahan signifikan dalam gaya hidup Anda, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan lain atau sedang menjalani pengobatan tertentu.
Advertisement
Mitos dan Fakta Seputar Telinga Berdengung
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3621099/original/015008800_1635903931-pexels-karolina-grabowska-8092973__1_.jpg)
Terdapat banyak mitos seputar telinga berdengung atau tinnitus yang dapat menyebabkan kebingungan dan kekhawatiran yang tidak perlu. Memahami fakta di balik mitos-mitos ini penting dalam mencari cara menghilangkan telinga berdengung yang efektif. Berikut beberapa mitos umum dan fakta yang sebenarnya:
-
Mitos: Tinnitus selalu permanen dan tidak dapat diobati.
Fakta: Meskipun benar bahwa beberapa kasus tinnitus bisa menjadi kronis, banyak kasus yang dapat membaik atau bahkan hilang dengan penanganan yang tepat. Penyebab yang mendasari, seperti infeksi telinga atau penumpukan kotoran telinga, sering kali dapat diobati.
-
Mitos: Tinnitus hanya memengaruhi orang tua.
Fakta: Tinnitus dapat memengaruhi orang dari segala usia, termasuk anak-anak dan remaja. Meskipun memang lebih umum pada orang yang lebih tua, faktor-faktor seperti paparan suara keras dapat menyebabkan tinnitus pada usia berapa pun.
-
Mitos: Tinnitus adalah penyakit tersendiri.
Fakta: Tinnitus sebenarnya adalah gejala, bukan penyakit. Ini bisa menjadi tanda dari berbagai kondisi kesehatan yang mendasarinya, seperti gangguan pendengaran, masalah sirkulasi, atau efek samping obat-obatan tertentu.
-
Mitos: Tidak ada yang bisa dilakukan untuk mengatasi tinnitus.
Fakta: Meskipun tidak selalu ada "obat" untuk tinnitus, ada banyak strategi manajemen dan pengobatan yang dapat membantu mengurangi intensitasnya dan meningkatkan kualitas hidup. Ini termasuk terapi suara, alat bantu dengar, terapi perilaku kognitif, dan berbagai perubahan gaya hidup.
-
Mitos: Tinnitus selalu disebabkan oleh paparan suara keras.
Fakta: Meskipun paparan suara keras adalah penyebab umum, tinnitus juga dapat disebabkan oleh faktor lain seperti perubahan tekanan telinga, gangguan sirkulasi, masalah leher atau rahang, dan bahkan beberapa jenis obat-obatan.
-
Mitos: Tinnitus akan terus memburuk seiring waktu.
Fakta: Tidak semua kasus tinnitus memburuk seiring waktu. Banyak orang menemukan bahwa gejala mereka tetap stabil atau bahkan membaik, terutama dengan manajemen yang tepat.
-
Mitos: Tinnitus hanya ada dalam pikiran Anda.
Fakta: Meskipun tinnitus memang melibatkan persepsi otak terhadap suara, ini adalah kondisi nyata dengan dasar fisiologis. Ini bukan hanya "dalam pikiran" seseorang dan bukan tanda gangguan mental.
-
Mitos: Mendengarkan musik keras dengan headphone adalah satu-satunya penyebab tinnitus pada orang muda.
Fakta: Meskipun mendengarkan musik keras dengan headphone bisa menjadi faktor risiko, ada banyak penyebab lain tinnitus pada orang muda, termasuk infeksi telinga, cedera kepala, atau bahkan beberapa kondisi medis tertentu.
-
Mitos: Tinnitus selalu berarti Anda akan kehilangan pendengaran.
Fakta: Meskipun tinnitus sering terkait dengan gangguan pendengaran, tidak semua orang dengan tinnitus akan mengalami kehilangan pendengaran yang signifikan. Beberapa orang dengan tinnitus memiliki pendengaran yang normal.
-
Mitos: Suplemen herbal selalu aman dan efektif untuk mengobati tinnitus.
Fakta: Meskipun beberapa suplemen herbal mungkin membantu beberapa orang, efektivitasnya belum terbukti secara ilmiah untuk semua kasus. Selain itu, suplemen herbal dapat memiliki efek samping atau berinteraksi dengan obat-obatan lain, sehingga selalu penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya.
Memahami fakta di balik mitos-mitos ini penting dalam mengelola ekspektasi dan mencari perawatan yang tepat untuk tinnitus. Setiap kasus tinnitus adalah unik, dan apa yang berhasil untuk satu orang mungkin tidak sama efektifnya untuk orang lain. Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan rencana perawatan yang disesuaikan dengan kebutuhan individual Anda.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4863826/original/077291400_1718361457-IMG-20240613-WA0005_1_.jpg)
Meskipun telinga berdengung atau tinnitus sering kali bukan tanda kondisi serius, ada situasi di mana Anda harus segera mencari bantuan medis. Mengetahui kapan harus berkonsultasi dengan dokter adalah bagian penting dari cara menghilangkan telinga berdengung yang efektif. Berikut beberapa situasi di mana Anda harus mempertimbangkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter:
-
Tinnitus Muncul Tiba-tiba:
Jika Anda mengalami tinnitus yang muncul secara tiba-tiba tanpa sebab yang jelas, terutama jika hanya di satu telinga, ini bisa menjadi tanda masalah yang lebih serius dan memerlukan evaluasi medis segera.
-
Tinnitus Disertai Kehilangan Pendengaran:
Jika tinnitus Anda disertai dengan penurunan kemampuan pendengaran, terutama jika terjadi secara mendadak, ini bisa menjadi tanda gangguan pendengaran yang memerlukan penanganan segera.
-
Tinnitus yang Berdenyut:
Jika Anda mendengar suara berdenyut yang sinkron dengan detak jantung Anda, ini bisa menjadi tanda masalah vaskular dan harus dievaluasi oleh dokter.
-
Tinnitus Disertai Pusing atau Vertigo:
Kombinasi tinnitus dengan pusing atau sensasi berputar (vertigo) bisa menunjukkan masalah di telinga bagian dalam atau gangguan keseimbangan yang memerlukan perhatian medis.
-
Tinnitus yang Mengganggu Tidur atau Konsentrasi:
Jika tinnitus Anda sangat mengganggu sehingga memengaruhi kualitas tidur atau kemampuan Anda untuk berkonsentrasi dalam aktivitas sehari-hari, ini adalah tanda bahwa Anda perlu bantuan profesional.
-
Tinnitus Setelah Cedera Kepala:
Jika tinnitus muncul setelah Anda mengalami cedera kepala atau leher, segera konsultasikan dengan dokter karena ini bisa menjadi tanda komplikasi yang lebih serius.
-
Tinnitus yang Disertai Nyeri atau Keluarnya Cairan dari Telinga:
Jika tinnitus Anda disertai dengan rasa sakit di telinga atau ada cairan yang keluar dari telinga, ini bisa menjadi tanda infeksi yang memerlukan pengobatan segera.
-
Tinnitus yang Memengaruhi Kesehatan Mental:
Jika tinnitus menyebabkan kecemasan yang berlebihan, depresi, atau pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera cari bantuan profesional kesehatan mental.
-
Tinnitus yang Terus Memburuk:
Jika Anda merasa tinnitus Anda semakin parah dari waktu ke waktu, ini adalah tanda bahwa Anda perlu evaluasi medis untuk menentukan penyebab dan opsi pengobatan yang tepat.
-
Tinnitus yang Muncul Setelah Memulai Obat Baru:
Jika tinnitus muncul atau memburuk setelah Anda mulai mengonsumsi obat baru, konsultasikan dengan dokter Anda. Beberapa obat dapat menyebabkan atau memperburuk tinnitus sebagai efek samping.
-
Tinnitus yang Disertai Perubahan Tekanan Darah:
Jika Anda memiliki riwayat tekanan darah tinggi dan mengalami tinnitus, terutama jika disertai dengan perubahan dalam tekanan darah Anda, segera konsultasikan dengan dokter.
-
Tinnitus pada Anak-anak:
Jika anak Anda mengeluhkan suara berdenging atau berdengung di telinga, segera bawa mereka ke dokter untuk evaluasi. Tinnitus pada anak-anak bisa menjadi tanda masalah pendengaran atau kondisi lain yang memerlukan perhatian medis.
Penting untuk diingat bahwa meskipun tinnitus sering kali bukan tanda kondisi yang mengancam jiwa, itu tetap bisa sangat mengganggu kualitas hidup. Bahkan jika tinnitus Anda tidak termasuk dalam kategori di atas, jika Anda merasa terganggu atau khawatir tentang kondisi Anda, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.
Dokter umum Anda mungkin akan merujuk Anda ke spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) atau audiolog untuk evaluasi lebih lanjut. Mereka dapat melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk tes pendengaran, untuk menentukan penyebab tinnitus Anda dan merekomendasikan rencana pengobatan yang sesuai.
Ingatlah bahwa penanganan dini sering kali menghasilkan hasil yang lebih baik dalam mengelola tinnitus. Jangan menunda mencari bantuan medis jika Anda merasa tinnitus Anda memerlukan perhatian profesional.
Advertisement
Latihan dan Olahraga untuk Meredakan Telinga Berdengung
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5242459/original/031063000_1749027842-woman-practicing-yoga-mat-home__1_.jpg)
Latihan dan olahraga dapat memainkan peran penting dalam mengelola telinga berdengung atau tinnitus. Meskipun tidak secara langsung "menyembuhkan" tinnitus, aktivitas fisik dapat membantu mengurangi stres, meningkatkan sirkulasi darah, dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, yang semuanya dapat berkontribusi pada pengurangan intensitas tinnitus. Berikut beberapa latihan dan olahraga yang dapat membantu sebagai cara menghilangkan telinga berdengung:
-
Yoga:
Yoga menggabungkan gerakan fisik dengan teknik pernapasan dan meditasi, yang dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan kesadaran tubuh. Beberapa pose yoga yang mungkin bermanfaat untuk tinnitus termasuk:
- Pose Anak (Child's Pose)
- Pose Kucing-Sapi (Cat-Cow Pose)
- Pose Gunung (Mountain Pose)
- Pose Pohon (Tree Pose)
-
Tai Chi:
Tai Chi adalah seni bela diri Tiongkok yang melibatkan gerakan lambat dan lembut yang dapat membantu meningkatkan keseimbangan, fleksibilitas, dan kesadaran tubuh. Praktik ini dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan sirkulasi, yang mungkin bermanfaat bagi penderita tinnitus.
-
Latihan Aerobik:
Aktivitas aerobik seperti berjalan, berenang, atau bersepeda dapat meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk telinga. Ini dapat membantu mengurangi intensitas tinnitus pada beberapa orang. Mulailah dengan latihan ringan dan tingkatkan intensitasnya secara bertahap.
-
Latihan Leher dan Bahu:
Ketegangan di area leher dan bahu dapat memengaruhi tinnitus. Latihan peregangan dan penguatan untuk area ini dapat membantu:
- Rotasi leher perlahan
- Mengangkat dan menurunkan bahu
- Memiringkan kepala ke sisi kanan dan kiri
-
Latihan Pernapasan:
Teknik pernapasan dalam dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan relaksasi. Cobalah latihan pernapasan diafragma atau pernapasan 4-7-8 (menghirup selama 4 detik, menahan selama 7 detik, dan menghembuskan selama 8 detik).
-
Pilates:
Pilates fokus pada penguatan inti tubuh, fleksibilitas, dan kesadaran tubuh. Latihan ini dapat membantu mengurangi ketegangan otot dan meningkatkan postur, yang mungkin bermanfaat bagi penderita tinnitus.
-
Latihan Keseimbangan:
Meningkatkan keseimbangan dapat membantu sistem vestibular Anda, yang terkait erat dengan telinga bagian dalam. Latihan sederhana seperti berdiri dengan satu kaki atau berjalan dalam garis lurus dapat membantu.
-
Latihan Rahang:
Jika tinnitus Anda terkait dengan masalah TMJ (temporomandibular joint), latihan rahang dapat membantu:
- Membuka dan menutup mulut perlahan
- Menggerakkan rahang ke kiri dan kanan
- Menekan lidah ke langit-langit mulut
-
Olahraga Air:
Aktivitas di air seperti berenang atau aqua aerobik dapat memberikan latihan yang rendah dampak namun efektif, yang dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan sirkulasi.
-
Meditasi Gerak:
Praktik seperti meditasi berjalan dapat menggabungkan manfaat aktivitas fisik ringan dengan teknik mindfulness, yang dapat membantu mengelola persepsi tinnitus.
-
Latihan Telinga:
Beberapa terapis merekomendasikan latihan khusus untuk telinga, seperti:
- Menutup telinga dengan telapak tangan selama beberapa detik, lalu melepaskannya
- Menguap dan menelan untuk menyeimbangkan tekanan di telinga
-
Olahraga Tim:
Berpartisipasi dalam olahraga tim seperti voli atau basket tidak hanya memberikan manfaat fisik tetapi juga dapat membantu mengalihkan perhatian dari tinnitus dan mengurangi isolasi sosial.
Penting untuk diingat bahwa sebelum memulai program latihan baru, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan lain, selalu konsultasikan dengan dokter atau profesional kesehatan Anda. Mereka dapat membantu Anda mengembangkan rencana latihan yang aman dan sesuai dengan kebutuhan spesifik Anda.
Ingatlah bahwa manfaat latihan dan olahraga untuk tinnitus mungkin tidak langsung terlihat. Konsistensi adalah kunci - cobalah untuk mempertahankan rutinitas latihan teratur selama beberapa minggu atau bulan untuk melihat apakah ada perbaikan dalam gejala tinnitus Anda.
Makanan dan Rencana Diet untuk Mengurangi Telinga Berdengung
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5189107/original/063068400_1744742274-Makan_nasi__protein_dan_sayuraan.jpg)
Meskipun tidak ada diet khusus yang terbukti secara ilmiah dapat menyembuhkan tinnitus, beberapa perubahan dalam pola makan dan pilihan makanan dapat membantu mengurangi intensitas gejala pada beberapa orang. Berikut beberapa saran makanan dan rencana diet yang mungkin membantu sebagai cara menghilangkan telinga berdengung:
-
Makanan Kaya Zinc:
Zinc penting untuk kesehatan telinga dan sistem saraf. Makanan yang kaya zinc termasuk:
- Daging merah tanpa lemak
- Kacang-kacangan dan biji-bijian
- Tiram dan makanan laut lainnya
- Susu dan produk susu rendah lemak
-
Makanan Kaya Vitamin B:
Vitamin B kompleks dapat membantu fungsi saraf. Sumber vitamin B yang baik meliputi:
- Sayuran hijau seperti bayam dan brokoli
- Kacang-kacangan dan biji-bijian
- Telur
- Daging unggas
-
Makanan Kaya Magnesium:
Magnesium dapat membantu melindungi telinga bagian dalam dari kerusakan. Sumber magnesium meliputi:
- Sayuran hijau gelap
- Alpukat
- Kacang-kacangan dan biji-bijian
- Pisang
-
Makanan Kaya Antioksidan:
Antioksidan dapat membantu melindungi sel-sel telinga dari kerusakan. Makanan kaya antioksidan termasuk:
- Buah beri (blueberry, strawberry, raspberry)
- Sayuran berwarna cerah seperti paprika dan tomat
- Teh hijau
- Cokelat hitam
-
Makanan Kaya Omega-3:
Asam lemak omega-3 dapat membantu mengurangi peradangan. Sumber omega-3 yang baik meliputi:
- Ikan berlemak seperti salmon dan sarden
- Biji chia dan flaxseed
- Kacang kenari
-
Makanan Rendah Sodium:
Konsumsi sodium yang tinggi dapat meningkatkan tekanan darah, yang mungkin memperburuk tinnitus. Cobalah untuk membatasi makanan olahan dan tinggi garam.
-
Hindari atau Batasi:
- Kafein: Meskipun efeknya bervariasi pada setiap individu, kafein dapat memperburuk tinnitus pada beberapa orang.
- Alkohol: Alkohol dapat meningkatkan aliran darah ke telinga bagian dalam, yang mungkin memperburuk tinnitus.
- Makanan Tinggi Gula: Fluktuasi gula darah dapat memengaruhi tinnitus pada beberapa orang.
- MSG (Monosodium Glutamate): Beberapa orang melaporkan bahwa MSG dapat memicu atau memperburuk tinnitus.
-
Hidrasi yang Cukup:
Minum air yang cukup penting untuk kesehatan telinga bagian dalam. Targetkan setidaknya 8 gelas air per hari.
-
Rencana Diet Mediterania:
Diet Mediterania, yang kaya akan buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, dan lemak sehat, telah dikaitkan dengan kesehatan kardiovaskular yang lebih baik, yang mungkin bermanfaat bagi penderita tinnitus.
-
Diet Anti-Inflamasi:
Mengadopsi diet yang mengurangi peradangan dalam tubuh mungkin membantu beberapa penderita tinnitus. Ini melibatkan konsumsi banyak buah-buahan, sayuran, dan lemak sehat sambil membatasi makanan olahan dan gula tambahan.
-
Makan Teratur:
Menjaga kadar gula darah yang stabil dengan makan secara teratur dapat membantu mengurangi fluktuasi yang mungkin memengaruhi tinnitus.
-
Suplemen (dengan Pengawasan Dokter):
Beberapa suplemen seperti Ginkgo biloba, zinc, atau magnesium mungkin membantu beberapa orang, tetapi selalu konsultasikan dengan dokter sebelum memulai suplemen apa pun.
Penting untuk diingat bahwa respons terhadap perubahan diet dapat bervariasi dari satu individu ke individu lainnya. Apa yang berhasil untuk satu orang mungkin tidak efektif untuk yang lain. Oleh karena itu, pendekatan terbaik adalah mencoba perubahan diet secara bertahap dan memantau efeknya pada tinnitus Anda.
Selain itu, perubahan diet harus dilihat sebagai bagian dari pendekatan holistik untuk mengelola tinnitus, bukan sebagai solusi tunggal. Kombinasikan perubahan diet dengan strategi manajemen tinnitus lainnya seperti terapi suara, manajemen stres, dan konsultasi medis reguler untuk hasil terbaik.
Sebelum membuat perubahan signifikan pada diet Anda, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan lain atau sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, selalu konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi Anda. Mereka dapat membantu Anda mengembangkan rencana diet yang aman dan sesuai dengan kebutuhan spesifik Anda.
Berikut adalah contoh rencana makan harian yang mungkin bermanfaat untuk penderita tinnitus:
- Sarapan: Oatmeal dengan buah beri segar dan kacang kenari, disertai dengan teh hijau tanpa kafein.
- Snack Pagi: Yogurt rendah lemak dengan biji chia.
- Makan Siang: Salad dengan sayuran hijau, potongan salmon panggang, alpukat, dan vinaigrette berbasis minyak zaitun.
- Snack Sore: Potongan apel dengan selai kacang alami.
- Makan Malam: Dada ayam panggang dengan brokoli kukus dan quinoa, disertai dengan segelas air lemon.
Ingatlah untuk menyesuaikan porsi dan pilihan makanan sesuai dengan kebutuhan kalori dan preferensi Anda. Variasikan menu Anda untuk memastikan Anda mendapatkan berbagai nutrisi yang diperlukan.
Selain itu, perhatikan pola makan Anda. Cobalah untuk:
- Makan dalam porsi lebih kecil tapi lebih sering untuk menjaga kadar gula darah stabil.
- Hindari makan terlalu dekat dengan waktu tidur, karena ini dapat memengaruhi kualitas tidur dan potensial memperburuk tinnitus.
- Makan dengan perlahan dan nikmati makanan Anda. Ini dapat membantu mengurangi stres yang terkait dengan makan, yang pada gilirannya dapat memengaruhi tinnitus.
Terakhir, ingatlah bahwa perubahan diet memerlukan waktu untuk menunjukkan efek. Bersabarlah dan konsisten dengan pendekatan diet baru Anda selama setidaknya beberapa minggu sebelum mengevaluasi efektivitasnya. Jika Anda tidak melihat perbaikan atau mengalami efek samping yang tidak diinginkan, konsultasikan kembali dengan profesional kesehatan Anda untuk penyesuaian lebih lanjut.
Advertisement
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Q: Apakah telinga berdengung bisa hilang dengan sendirinya?
A: Dalam beberapa kasus, terutama jika disebabkan oleh paparan suara keras yang singkat atau infeksi telinga ringan, telinga berdengung mungkin hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari atau minggu. Namun, jika berlangsung lebih dari beberapa minggu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
Q: Apakah ada obat yang bisa menghilangkan telinga berdengung secara permanen?
A: Saat ini, tidak ada obat yang secara khusus disetujui untuk menyembuhkan tinnitus secara permanen. Namun, ada berbagai pengobatan yang dapat membantu mengelola gejala, tergantung pada penyebab yang mendasarinya.
Q: Bisakah stress menyebabkan telinga berdengung?
A: Ya, stres dapat memperburuk atau bahkan memicu tinnitus pada beberapa orang. Manajemen stres yang efektif sering kali menjadi bagian penting dari pengelolaan tinnitus.
Q: Apakah alat bantu dengar bisa membantu mengatasi telinga berdengung?
A: Ya, alat bantu dengar dapat membantu banyak orang dengan tinnitus, terutama jika tinnitus disertai dengan gangguan pendengaran. Alat bantu dengar dapat meningkatkan input suara eksternal, yang dapat membantu mengalihkan perhatian dari suara tinnitus.
Q: Apakah ada makanan tertentu yang harus dihindari jika mengalami telinga berdengung?
A: Beberapa orang melaporkan bahwa kafein, alkohol, makanan tinggi garam, dan makanan yang mengandung MSG dapat memperburuk tinnitus mereka. Namun, efeknya bisa bervariasi antar individu.
Q: Bisakah olahraga membantu mengurangi telinga berdengung?
A: Ya, olahraga teratur dapat membantu mengurangi stres, meningkatkan sirkulasi darah, dan mungkin membantu mengurangi intensitas tinnitus pada beberapa orang.
Q: Apakah tinnitus bisa menjadi tanda penyakit serius?
A: Meskipun sebagian besar kasus tinnitus tidak mengindikasikan kondisi yang serius, dalam beberapa kasus, tinnitus bisa menjadi gejala dari masalah kesehatan yang lebih serius seperti tumor otak, gangguan pembuluh darah, atau penyakit Meniere. Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter jika Anda mengalami tinnitus yang persisten.
Q: Apakah terapi suara efektif untuk mengatasi telinga berdengung?
A: Ya, banyak orang menemukan bahwa terapi suara, seperti penggunaan white noise atau suara alam, dapat membantu mengalihkan perhatian dari tinnitus dan membuat gejala menjadi kurang mengganggu.
Q: Bisakah tinnitus memengaruhi kualitas tidur?
A: Ya, tinnitus sering kali lebih mengganggu saat suasana hening, seperti saat akan tidur. Ini dapat menyebabkan kesulitan tidur atau gangguan tidur. Menggunakan suara latar belakang saat tidur dapat membantu.
Q: Apakah ada hubungan antara tinnitus dan gangguan pendengaran?
A: Ya, tinnitus sering kali terkait dengan gangguan pendengaran. Banyak orang yang mengalami gangguan pendengaran juga mengalami tinnitus, meskipun tidak semua orang dengan tinnitus memiliki gangguan pendengaran yang terdeteksi.
Q: Bisakah penggunaan headphone menyebabkan telinga berdengung?
A: Penggunaan headphone dengan volume tinggi dalam jangka waktu lama dapat meningkatkan risiko tinnitus dan gangguan pendengaran. Penting untuk menggunakan headphone dengan volume moderat dan memberikan istirahat pada telinga Anda secara teratur.
Q: Apakah ada suplemen yang terbukti efektif untuk mengatasi telinga berdengung?
A: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa suplemen seperti ginkgo biloba, zinc, atau magnesium mungkin membantu beberapa orang dengan tinnitus. Namun, bukti ilmiahnya masih terbatas dan efektivitasnya dapat bervariasi antar individu. Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum memulai suplemen apa pun.
Penting untuk diingat bahwa setiap kasus tinnitus adalah unik, dan apa yang berhasil untuk satu orang mungkin tidak efektif untuk orang lain. Jika Anda mengalami telinga berdengung yang persisten atau mengganggu, selalu disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan rencana perawatan yang disesuaikan dengan kebutuhan Anda.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572710/original/034284200_1777866003-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-04T103851.830.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297860/original/099954200_1784109220-cek_fakta_-_purbaya_kuis_tebak_nama_kota.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1885051/original/010334600_1518244879-kuping_berdengung.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297033/original/033816400_1784066961-Spain_s_Lamine_Yamal__19__goes_for_the_ball_as_France_s_Bradley_Barcola__12__defends.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4266771/original/058165600_1671519685-000_334V8R4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296658/original/081223500_1784019662-000_B9YV49G.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290735/original/090615500_1783493611-zico.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288624/original/094450800_1783327932-000_B9C996W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295937/original/029239400_1783995735-000_A6DQ92Z.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297435/original/065011900_1784091222-000_C27U8NQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4893064/original/098068400_1721122752-FotoJet.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5936533/original/005039500_1778833892-063_2276293040.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297036/original/087342800_1784067028-fran2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3082774/original/037721700_1584860118-Pelatih_Jebolan_Serie_A_05.jpg)