Tata Cara Sholat Tolak Bala untuk Memohon Perlindungan dari Musibah, Mudah Diamalkan

Pelajari tata cara sholat tolak bala dan doanya secara lengkap. Temukan niat, bacaan, dan manfaat sholat sunnah untuk memohon perlindungan dari musibah.

Diterbitkan 08 Juli 2025, 17:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Dalam kehidupan, musibah bisa datang kapan saja tanpa diduga—baik dalam bentuk bencana alam, penyakit, maupun kesulitan lainnya. Sebagai manusia, kita tentu ingin senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT dan terhindar dari berbagai marabahaya. Salah satu ikhtiar spiritual yang dianjurkan dalam Islam adalah melaksanakan sholat tolak bala, yaitu sholat sunnah yang diniatkan untuk memohon perlindungan dari segala bentuk keburukan dan musibah.

Sayangnya, masih banyak umat Muslim yang belum memahami tata cara melaksanakan sholat tolak bala dengan benar. Sebagian bahkan tidak mengetahui bahwa ada doa-doa khusus dan niat tertentu yang sebaiknya dibaca agar ibadah ini lebih khusyuk dan bermakna. Padahal, ibadah ini bisa menjadi bentuk kedekatan dengan Sang Pencipta sekaligus wujud pasrah dan tawakal atas segala kemungkinan yang terjadi dalam hidup.

Melalui artikel ini, Anda akan dipandu secara lengkap mengenai tata cara sholat tolak bala—mulai dari niat, jumlah rakaat, hingga doa-doa yang dianjurkan. Panduan ini dirancang agar mudah dipahami dan diamalkan oleh siapa saja, baik yang sudah terbiasa menjalankan ibadah sunnah maupun yang baru ingin memulainya. Semoga dengan niat yang tulus dan amalan yang benar, kita semua senantiasa diberi perlindungan dari segala bentuk bencana dan kesulitan.

Definisi Sholat Tolak Bala

Sholat tolak bala merupakan ibadah sunnah yang dilaksanakan dengan tujuan memohon perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai macam bencana, musibah, dan marabahaya. Istilah "tolak bala" sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti menolak atau menghindarkan bencana. Dalam tradisi Islam di Indonesia, sholat ini sering dikaitkan dengan peringatan Rabu Wekasan, yaitu hari Rabu terakhir di bulan Safar dalam kalender Hijriah.

Secara etimologi, kata "bala" dalam bahasa Arab memiliki makna yang lebih luas, mencakup ujian baik berupa kesenangan maupun kesulitan. Namun dalam konteks sholat tolak bala, fokusnya lebih kepada memohon perlindungan dari hal-hal yang tidak diinginkan. Sholat ini merupakan bentuk ikhtiar spiritual yang dilakukan umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah sekaligus memohon keselamatan.

Meskipun tidak ada dalil khusus yang menyebutkan tentang sholat tolak bala, praktik ini telah menjadi bagian dari tradisi keagamaan di beberapa daerah. Para ulama memandangnya sebagai bentuk sholat hajat yang diniatkan secara khusus untuk memohon perlindungan dari bencana.

Niat Sholat Tolak Bala

Sebelum melaksanakan sholat tolak bala, penting untuk memulainya dengan niat yang benar. Niat merupakan ketetapan hati untuk melakukan suatu ibadah semata-mata karena Allah SWT. Berikut adalah lafaz niat sholat tolak bala dalam bahasa Arab beserta artinya:

أُصَلِّي سُنَّةً لِدَفْعِ الْبَلاَءِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan lidaf'il balaa'i rak'ataini lillaahi ta'aala

Artinya: "Aku berniat sholat sunnah untuk menolak bala (bencana) dua rakaat karena Allah Ta'ala."

Niat ini diucapkan dalam hati sebelum memulai takbiratul ihram. Penting untuk diingat bahwa niat tidak harus dilafalkan dengan bahasa Arab, yang terpenting adalah maksud dan tujuan melaksanakan sholat tersebut tertanam dalam hati.

Bagi yang kesulitan menghafalkan niat dalam bahasa Arab, diperbolehkan untuk berniat dalam bahasa yang dipahami. Esensinya adalah ketulusan niat untuk beribadah dan memohon perlindungan kepada Allah SWT.

Tata Cara Pelaksanaan Sholat Tolak Bala

Pelaksanaan sholat tolak bala pada dasarnya sama seperti sholat sunnah pada umumnya. Berikut langkah-langkah detail dalam melaksanakan sholat tolak bala:

  1. Berwudhu terlebih dahulu untuk menyucikan diri.
  2. Menghadap kiblat dan memastikan tempat sholat bersih.
  3. Berniat dalam hati untuk melaksanakan sholat tolak bala.
  4. Mengangkat kedua tangan setinggi telinga dan mengucapkan takbiratul ihram "Allahu Akbar".
  5. Membaca doa iftitah.
  6. Membaca surat Al-Fatihah.
  7. Membaca surat atau ayat tambahan sesuai ketentuan sholat tolak bala (akan dijelaskan pada bagian selanjutnya).
  8. Melakukan rukuk dengan tuma'ninah (tenang).
  9. Bangkit dari rukuk (i'tidal) dengan mengucapkan "Sami'allahu liman hamidah".
  10. Melakukan sujud pertama.
  11. Duduk di antara dua sujud.
  12. Melakukan sujud kedua.
  13. Bangkit untuk rakaat kedua dan mengulangi langkah 5-12.
  14. Duduk tasyahud akhir.
  15. Membaca shalawat.
  16. Mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri.

Sholat tolak bala biasanya dilakukan sebanyak dua rakaat, namun ada juga yang melaksanakannya empat rakaat dengan dua kali salam. Perbedaan jumlah rakaat ini tergantung pada tradisi dan ajaran yang diterima di masing-masing daerah.

Bacaan Surat dalam Sholat Tolak Bala

Dalam pelaksanaan sholat tolak bala, terdapat beberapa variasi bacaan surat yang dianjurkan. Berikut salah satu versi bacaan yang umum dilakukan:

  • Rakaat pertama:
    • Setelah Al-Fatihah, membaca surat Al-Kautsar sebanyak 17 kali
  • Rakaat kedua:
    • Setelah Al-Fatihah, membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 5 kali
  • Rakaat ketiga (jika melaksanakan 4 rakaat):
    • Setelah Al-Fatihah, membaca surat Al-Falaq 1 kali
  • Rakaat keempat (jika melaksanakan 4 rakaat):
    • Setelah Al-Fatihah, membaca surat An-Nas 1 kali

Penting untuk diingat bahwa variasi bacaan ini bukanlah ketentuan mutlak. Beberapa ulama berpendapat bahwa sholat tolak bala dapat dilakukan seperti sholat hajat biasa, dengan membaca surat-surat pendek setelah Al-Fatihah sesuai kemampuan.

Doa Setelah Sholat Tolak Bala

Setelah menyelesaikan sholat tolak bala, dianjurkan untuk membaca doa khusus. Berikut adalah salah satu versi doa yang dapat dibaca:

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ بِكَلِمَاتِكَ التَّامَّاتِ كُلِّهَا مِنَ الرِّيْحِ الْأَحْمَرِ وَمِنَ الدَّاءِ الْأَكْبَرِ فِي النَّفْسِ وَالدَّمِ وَاللَّحْمِ وَالْعَظْمِ وَالْجُلُوْدِ وَالْعُرُوْقِ سُبْحَانَكَ إِذَا قَضَيْتَ أَمْرًا أَنْ تَقُوْلَ لَهُ كُنْ فَيَكُوْنُ. اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Allahumma inni a'udzu bika bikalimaatikat-taammaati kullihaa minar-riihil ahmari wa minad-daa'il akbari fin-nafsi wad-dami wal-lahmi wal-'adzmi wal-juluudi wal-'uruuqi subhaanaka idzaa qadhaita amran an taquula lahu kun fayakuun. Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, birahmatika yaa arhamar-raahimiin.

Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dengan kalimat-Mu yang sempurna dari angin merah dan penyakit yang besar di jiwa, darah, daging, tulang, kulit dan urat. Maha Suci Engkau, apabila Engkau memutuskan sesuatu, Engkau hanya berkata 'Jadilah!', maka jadilah ia. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Dengan rahmat-Mu, wahai Zat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."

Doa ini memohon perlindungan Allah dari berbagai macam penyakit dan bencana, serta mengakui kekuasaan-Nya atas segala sesuatu. Setelah membaca doa ini, dianjurkan untuk berzikir dan memanjatkan doa-doa lain sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masing-masing.

Waktu Pelaksanaan Sholat Tolak Bala

Tidak ada ketentuan khusus mengenai waktu pelaksanaan sholat tolak bala. Sebagai sholat sunnah, ia dapat dilakukan kapan saja selama bukan pada waktu-waktu yang dilarang untuk sholat. Namun, terdapat beberapa tradisi yang mengaitkan pelaksanaan sholat tolak bala dengan waktu-waktu tertentu:

  1. Rabu Wekasan: Di beberapa daerah di Indonesia, sholat tolak bala sering dilaksanakan pada Rabu terakhir bulan Safar dalam kalender Hijriah. Hal ini berkaitan dengan kepercayaan bahwa pada hari tersebut Allah menurunkan banyak ujian.
  2. Setelah Sholat Subuh: Beberapa ulama menganjurkan pelaksanaan sholat tolak bala setelah sholat Subuh, karena waktu ini dianggap sebagai waktu yang mustajab untuk berdoa.
  3. Malam Hari: Ada juga yang melaksanakan sholat tolak bala pada malam hari, terutama sepertiga malam terakhir yang diyakini sebagai waktu yang baik untuk bermunajat kepada Allah.
  4. Saat Menghadapi Kesulitan: Sholat tolak bala juga sering dilakukan saat seseorang atau masyarakat sedang menghadapi kesulitan atau ancaman bencana.

Penting untuk diingat bahwa esensi dari sholat tolak bala bukanlah pada waktu pelaksanaannya, melainkan pada ketulusan niat dan kekhusyukan dalam memohon perlindungan kepada Allah SWT. Oleh karena itu, sholat ini dapat dilakukan kapan saja saat seseorang merasa perlu untuk memohon perlindungan khusus dari Allah.

Manfaat Sholat Tolak Bala

Pelaksanaan sholat tolak bala membawa berbagai manfaat, baik secara spiritual maupun psikologis. Berikut beberapa manfaat utama dari sholat tolak bala:

  1. Mendekatkan Diri kepada Allah: Sholat tolak bala merupakan sarana untuk meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
  2. Memohon Perlindungan: Melalui sholat ini, seorang muslim memohon perlindungan khusus dari Allah terhadap berbagai bentuk bencana dan musibah.
  3. Menenangkan Jiwa: Pelaksanaan sholat dapat memberikan ketenangan batin, terutama saat menghadapi situasi yang menimbulkan kecemasan.
  4. Meningkatkan Kesadaran: Sholat tolak bala mengingatkan kita akan kekuasaan Allah dan keterbatasan manusia, sehingga meningkatkan kesadaran spiritual.
  5. Mempererat Hubungan Sosial: Jika dilakukan secara berjamaah, sholat tolak bala dapat memperkuat ikatan sosial dalam masyarakat.
  6. Meningkatkan Kewaspadaan: Tradisi sholat tolak bala juga dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana atau musibah.
  7. Sarana Introspeksi: Momen sholat tolak bala bisa menjadi waktu untuk introspeksi diri dan memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia.

Meskipun manfaat-manfaat ini tidak bersifat magis atau instan, pelaksanaan sholat tolak bala secara konsisten dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan spiritual dan sosial seorang muslim.

Hukum Sholat Tolak Bala dalam Islam

Hukum pelaksanaan sholat tolak bala dalam Islam menjadi topik diskusi di kalangan ulama. Berikut beberapa pandangan terkait hukum sholat tolak bala:

  1. Sunnah: Sebagian ulama memandang sholat tolak bala sebagai ibadah sunnah, yang jika dilaksanakan akan mendapat pahala namun tidak berdosa jika ditinggalkan. Mereka menganggapnya sebagai bentuk sholat hajat yang diniatkan khusus untuk memohon perlindungan.
  2. Bid'ah Hasanah: Beberapa ulama menganggap sholat tolak bala sebagai bid'ah hasanah atau inovasi yang baik dalam ibadah. Mereka berpendapat bahwa meskipun tidak ada dalil khusus yang menyebutkannya, praktik ini tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariat.
  3. Tidak Disyariatkan: Sebagian ulama berpendapat bahwa sholat tolak bala dengan tata cara khusus tidak disyariatkan dalam Islam. Mereka menyarankan untuk melakukan sholat hajat biasa atau berdoa memohon perlindungan tanpa format khusus.
  4. Haram jika Diyakini Wajib: Para ulama sepakat bahwa meyakini sholat tolak bala sebagai kewajiban atau menganggapnya memiliki kekuatan magis adalah hal yang dilarang dan dapat mengarah pada kesyirikan.

Mengingat perbedaan pendapat ini, banyak ulama menyarankan untuk melaksanakan sholat tolak bala dengan niat sholat hajat atau sholat mutlak (sholat sunnah tanpa ketentuan khusus). Dengan demikian, esensi memohon perlindungan kepada Allah tetap terjaga tanpa terjebak dalam perdebatan hukum.

Yang terpenting adalah memastikan bahwa pelaksanaan sholat tolak bala tidak disertai dengan keyakinan atau praktik yang bertentangan dengan akidah Islam, seperti menganggapnya sebagai satu-satunya cara untuk menolak bencana atau meyakini bahwa sholat ini memiliki kekuatan magis.

Tradisi Sholat Tolak Bala di Indonesia

Di Indonesia, sholat tolak bala telah menjadi bagian dari tradisi keagamaan di berbagai daerah. Beberapa bentuk tradisi yang berkaitan dengan sholat tolak bala antara lain:

  1. Rebo Wekasan: Di Jawa dan beberapa daerah lain, sholat tolak bala sering dikaitkan dengan tradisi Rebo Wekasan, yaitu hari Rabu terakhir di bulan Safar. Masyarakat melakukan berbagai ritual termasuk sholat tolak bala, sedekah, dan membaca doa-doa khusus.
  2. Ritual Tolak Bala: Di beberapa daerah pesisir, sholat tolak bala menjadi bagian dari ritual tahunan untuk memohon keselamatan dari bencana alam, terutama yang berkaitan dengan laut.
  3. Tradisi Mandi Safar: Di beberapa wilayah, sholat tolak bala dilakukan bersamaan dengan tradisi mandi di sumber air tertentu pada bulan Safar, yang diyakini dapat membersihkan diri dari hal-hal buruk.
  4. Sedekah Bumi: Di beberapa komunitas, sholat tolak bala menjadi bagian dari ritual sedekah bumi, yaitu upacara syukuran atas hasil panen dan memohon kesuburan untuk musim tanam berikutnya.

Penting untuk dicatat bahwa meskipun tradisi-tradisi ini memiliki akar budaya lokal, pelaksanaannya telah disesuaikan dengan ajaran Islam. Para ulama dan tokoh agama setempat biasanya memberikan bimbingan agar praktik-praktik ini tidak menyimpang dari akidah Islam.

Dalam perkembangannya, tradisi sholat tolak bala di Indonesia juga mengalami perubahan. Beberapa komunitas Muslim lebih memilih untuk melaksanakan sholat hajat atau berdoa bersama tanpa ritual khusus, namun tetap dengan tujuan yang sama yaitu memohon perlindungan dari Allah SWT.

Perbedaan Sholat Tolak Bala dengan Sholat Sunnah Lainnya

Meskipun sholat tolak bala termasuk dalam kategori sholat sunnah, terdapat beberapa perbedaan yang membedakannya dengan sholat sunnah lainnya:

  1. Niat Khusus: Sholat tolak bala diniatkan secara khusus untuk memohon perlindungan dari bencana atau musibah, berbeda dengan sholat sunnah lain yang mungkin memiliki tujuan berbeda.
  2. Bacaan Surat: Dalam beberapa versi, sholat tolak bala memiliki ketentuan khusus mengenai surat-surat yang dibaca setelah Al-Fatihah, seperti pengulangan surat Al-Kautsar atau Al-Ikhlas.
  3. Waktu Pelaksanaan: Meskipun bisa dilakukan kapan saja, sholat tolak bala sering dikaitkan dengan waktu-waktu tertentu seperti Rabu Wekasan, berbeda dengan sholat sunnah lain yang mungkin memiliki waktu pelaksanaan yang lebih spesifik.
  4. Tradisi Lokal: Sholat tolak bala sering menjadi bagian dari tradisi lokal dan dilakukan secara komunal, sementara banyak sholat sunnah lainnya lebih bersifat individual.
  5. Doa Khusus: Setelah sholat tolak bala, biasanya dibaca doa-doa khusus yang berkaitan dengan permohonan perlindungan dari bencana.

Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa esensi dari semua sholat sunnah, termasuk sholat tolak bala, adalah sama yaitu mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memohon kebaikan. Perbedaan-perbedaan ini lebih bersifat tradisi dan tidak mempengaruhi keabsahan sholat selama dilakukan dengan niat yang benar dan sesuai dengan syariat Islam.

Pertanyaan Umum Seputar Sholat Tolak Bala

Apakah sholat tolak bala wajib dilakukan?

Tidak, sholat tolak bala bukan termasuk ibadah wajib. Ia termasuk dalam kategori sholat sunnah yang boleh dilakukan namun tidak berdosa jika ditinggalkan.

Bolehkah sholat tolak bala dilakukan berjamaah?

Ya, sholat tolak bala boleh dilakukan baik secara individu maupun berjamaah. Namun, perlu diingat bahwa tidak ada ketentuan khusus yang mengharuskannya dilakukan secara berjamaah.

Apakah ada waktu khusus untuk melakukan sholat tolak bala?

Tidak ada waktu khusus yang diwajibkan. Sholat tolak bala dapat dilakukan kapan saja selama bukan pada waktu-waktu yang dilarang untuk sholat.

Bagaimana jika tidak bisa membaca surat-surat yang dianjurkan dalam sholat tolak bala?

Jika tidak mampu membaca surat-surat yang dianjurkan, boleh membaca surat-surat pendek lain yang dikuasai. Yang terpenting adalah niat dan kekhusyukan dalam sholat.

Apakah sholat tolak bala bisa menggantikan sholat wajib?

Tidak, sholat tolak bala sebagai sholat sunnah tidak bisa menggantikan kewajiban sholat fardhu lima waktu.

Penting untuk selalu merujuk pada pemahaman yang benar tentang ibadah ini dan tidak melebih-lebihkan keutamaannya melebihi apa yang telah ditetapkan dalam syariat Islam.