Sukses

Benarkah Anna Wintour Akan Hengkang dari Vogue Setelah 30 Tahun Berkiprah di Dunia Fashion?

Liputan6.com, Jakarta Adakah fashion editor yang lebih ikonik daripada Anna Wintour? Dengan gaya rambut bobnya, ia merupakan tamu besar yang mewakili majalah Vogue di setiap pertunjukan runway Fashion Week.

Ia bahkan terlihat sangat akrab dengan Ratu Elizabeth II dengan duduk di barisan depan saat pertunjukan Richard Quinn di London Fashion Week pada bulan Februari lalu.

Desas-desus hengkangnya Anna Wintour dari kepala editor Vogue Amerika Serikat musim ini mulai tercium media. Namun, juru bicara Condé Nast menyangkal rumor yang sedang ramai dibicarakan dalam industri fashion tersebut.

 

2 dari 3 halaman

Berkarier di Majalah Vogue sejak 1988

Wintour telah berkarier di Vogue sejak 1988 dan menjadi direktur artistik untuk rumah media Condé Nast pada 2013. Dia disebut-sebut memiliki penghasilan 2 juta USD per tahun atau sekitar Rp 28 miliar dan tunjangan pakaian senilai $ 200.000.

Wintour memulai kariernya sebagai jurnalis mode di Harper's & Queen sebagai asisten editorial pada tahun 1970 dan pindah ke New York lima tahun kemudian untuk menempati posisi editor mode junior di Harper's Bazaar.

Pada tahun 1985, ia mengambil alih posisi Beatrix Miller sebagai kepala Vogue Inggris dan setelah bertugas di House & Garden untuk waktu yang lumayan singkat, ia ditunjuk sebagai editor Vogue AS.

Sampul depan pertamanya menampilkan model Israel Michaela Bercu, mengenakan jeans dan jaket Christian Lacroix berhiaskan berlian. Supermodel Gigi Hadid memunculkan kembali pemotretan ikonik tersebut tahun lalu.

 

3 dari 3 halaman

Salah Satu Wanita Berpengaruh di Media

 

#Repost @azealiabanks (@get_repost) ・・・ #annawintour

Sebuah kiriman dibagikan oleh Monamaryam (@bu_tikpalace) pada

Wintour merupakan salah satu yang memiliki pengaruh paling kuat di media dan dianugerahi Dame Commander of the Order of the British Empire oleh Ratu Elizabeth pada Mei 2017 atas kontribusinya untuk fashion dan jurnalisme.

Spekulasi mundurnya Anna Wintour dari Vogue baru-baru ini muncul setelah hengkangnya tiga pemimpin redaksi utama tahun lalu, di antaranya Graydon Carter yang meninggalkan Vanity Fair setelah 25 tahun, Cindi Leive dari Glamour setelah 16 tahun dan Alexandra Shulman mengundurkan diri dari jabatannya di British Vogue, setelah 25 tahun.

Yurike

Loading
Artikel Selanjutnya
Bisnis Melesu, Saham Victoria’s Secret Dijual Senilai Rp 7,2 Triliun
Artikel Selanjutnya
Desainer Afrika Ini Gunakan Ilmu Matematika dalam Desain Busananya