Beriklan Rasial, H&M Minta Maaf

Retail asal Swedia H&M sempat mengeluarkan sebuah iklan yang dinilai rasial kemudian meminta maaf.

Diterbitkan 09 Januari 2018, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Retail asal Swedia H&M sempat mengeluarkan sebuah iklan yang dinilai rasial. Atas iklan tersebut, retail tersebut telah meminta maaf dan berjanji tidak akan menjual produk tersebut.

Iklan tersebut menunjukkan seorang model anak berkulit hitam mengenakan hoodie bertulisan "coolest monkey in the jungle". Iklan tersebut dinilai rasial karena mengaitkan anak kulit hitam dengan monyet.

Iklan tersebut pun sempat viral dan menyedot perhatian banyak orang. Iklan kontroversial itu adalah untuk penjualan pakaian tersebut di Inggris. Karena menuai banyak protes, H&M pun meminta maaf.

"Gambar ini telah dihapus dari semua laman H&M dan kami meminta maaf kepada siapa saja yang telah tersinggung," tulis H&M dalam sebuah pernyataan yang dilansir dari Sky.com, Selasa (9/1/2018).

 

Beriklan Rasial, H&M Minta Maaf

Berbagai anggapan negatif tentang iklan tersebut datang dari berbagai lapisan. Penyanyi Kanada The Weeknd, misalnya yang menyatakan bahwa dirinya sangat terkejut dan malu.

LeBron James, seorang bintang basket menyatakan bahwa iklan tersebut sangat rasial. Ia pun menuliskan bahwa ia melihat anak berkulit hitam itu sebagai Sang Raja Muda. Ia adalah penguasa dunia, tentara yang tidak terkalahkan.

 

Beriklan Rasial, H&M Minta Maaf

 

@hm u got us all wrong! And we ain't going for it! Straight up! Enough about y'all and more of what I see when I look at this photo. I see a Young King!! The ruler of the world, an untouchable Force that can never be denied! We as African Americans will always have to break barriers, prove people wrong and work even harder to prove we belong but guess what, that's what we love because the benefits at the end of the road are so beautiful!! #LiveLaughLove❤️ #LoveMyPeople🤴🏾👸🏾👨🏾‍⚖️👩🏾‍⚖️

A post shared by LeBron James (@kingjames) on

"Kami orang Amerika keturunan Afrika akan selalu melawan batas, membuktikan bahwa orang salah, dan bekerja lebih keras," ujarnya.