Tak Sekadar Fasilitas, Pelayanan Haji Disabilitas Perlu Pendekatan Humanis

Pendekatan humanis perlu dilakukan petugas haji guna memastikan jemaah disabilitas dan kelompok rentan lain terlayani dengan sesuai.

Diterbitkan 20 Mei 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pengawasan pelayanan haji 2026 difokuskan pada perlindungan jemaah kelompok rentan, mulai dari penyandang disabilitas, lanjut usia (lansia), hingga perempuan. Maka dari itu, pelayanan haji tak cukup hanya mengandalkan fasilitas teknis, tetapi juga membutuhkan pendekatan yang lebih humanis dari para petugas di lapangan.

“Jumlah petugas yang melayani lansia harus benar-benar mengedepankan komunikasi psikologis dan penghormatan terhadap orang tua dengan cara-cara yang lebih humanis,” kata anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR, Maman Imanul Haq di Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu, 17 Mei 2026 mengutip laman DPR.

Maman juga mengapresiasi penyediaan transportasi khusus bagi jemaah penyandang disabilitas yang mulai diterapkan dalam layanan haji tahun ini. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan pelayanan haji yang lebih inklusif.

Dalam pengawasan awal, Timwas Haji DPR menerima laporan mengenai tiga perempuan lansia yang merasa ketakutan akibat tindakan seseorang di area pemondokan saat anggota keluarganya sedang pergi ke masjid. Meski belum dipastikan sebagai tindakan kriminal, Maman menegaskan kejadian serupa tidak boleh terulang.

Ia menilai keamanan dan kenyamanan jemaah perempuan harus menjadi perhatian serius selama pelaksanaan ibadah haji berlangsung.

Karena itu, Timwas Haji DPR akan memastikan sistem pelayanan haji berjalan dengan lebih ramah terhadap lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan, termasuk dari sisi keamanan, pendampingan, hingga pendekatan petugas kepada jemaah.          

Petugas Haji Harus Lebih Sensitif Pahami Kebutuhan Kelompok Rentan

Selain keamanan, Maman juga menyoroti kesiapan petugas haji dan pola pelayanan yang dinilai harus lebih sensitif terhadap kebutuhan kelompok rentan. Pengawasan akan dilakukan langsung di lapangan untuk memastikan pelayanan berjalan optimal.

Maman optimistis pelayanan haji tahun ini dapat berjalan lebih baik apabila koordinasi antara petugas, transportasi, serta pola pendampingan jemaah dilakukan secara matang sejak awal keberangkatan hingga puncak ibadah haji di Makkah.