Kenali Penyebab dan Cara Menangani Polidaktili, Ketika Jari Tangan atau Kaki Lebih dari 10

Bayi lahir dengan memiliki lebih dari 10 jari tangan atau kaki tentu mengejutkan. Tidak perlu khawatir, polidaktili bisa ditangani dan tidak mengganggu tumbuh kembang anak.

Diterbitkan 01 Oktober 2025, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Polidaktili merupakan kelainan bawaan genetik di mana seseorang lahir dengan jari lebih dari 10, baik jari tangan maupun jari kaki. Kondisi ini adalah salah satu bentuk kelainan bawaan. 

Kelainan ini bisa dideteksi bahkan sebelum bayi lahir, melalui USG. Meskipun begitu, diagnosis resmi tetap dilakukan setelah anak tersebut lahir.

Dilansir dari Cleveland Clinic, satu-satunya gejala polidaktili adalah bayi lahir dengan lebih dari lima jari di masing-masing tangan atau kaki. Jari-jari tambahan ini umumnya kurang berkembang, mungkin hanya terhubung oleh kulit atau saraf, berbeda dengan jari normalnya. 

Meskipun melihat bayi lahir dengan kondisi jari berlebih pasti mengejutkan, tetapi tenang saja, polidaktili merupakan kelainan bawaan yang dapat ditangani dengan beberapa prosedur medis. Tentunya tidak memiliki dampak jangka panjang yang memengaruhi tumbuh kembang anak. 

 

Jenis-Jenis Polidaktili

Terdapat tiga jenis utama polidaktili. Jenisnya, tergantung pada letak jari yang memiliki versi tambahan. Jenis-jenis tersebut yakni polidaktili preaksial, polidaktili sentral, dan polidaktili pascaasksial. 

1. Polidaktili Preaksial

Kelainan ini berbentuk ibu jari tangan atau kaki memiliki ukuran yang lebih besar. Tenaga kesehatan umumnya menyebut kelainan ukuran ibu jari tangan sebagai polidaktili radial dan kelainan ukuran ibu jari kaki sebagai polidaktili tibialis. 

2. Polidaktili Sentral

Kelainan ini berbentuk jari tangan atau kaki tambahan berada di dekat jari tengah, diantara jari telunjuk, jari tengah, jari manis, atau jari kaki lain selain ibu jari atau kelingking. 

3. Polidaktili Pascaaksial

Kelainan jenis ini berbentuk jari kelingking tangan atau jari kelingking kaki memiliki ukuran yang lebih besar. Terkadang, para tenaga kesehatan menyebut kondisi jari kelingking tangan lebih besar ini sebagai polidaktili ulnaris dan jari kelingking kaki ekstra sebagai polidaktili fibula. 

 

Penyebab Polidaktili

Polidaktili terjadi karena adanya perubahan pada gen bayi saat berkembang di dalam kandungan. Gen merupakan “blok bangunan” biologis yang diwariskan orang tua ke anaknya. Gen ini berisi instruksi untuk pertumbuhan dan fungsi setiap sel dalam tubuh. 

Ketika ada sesuatu yang mengganggu kerja gen saat bayi berkembang, tubuh bayi bisa mengalami perubahan. Terkadang perubahan tidak terlihat, namun beberapa kasus menyebabkan kondisi tertentu seperti polidaktili atau kelainan bawaan lainnya. 

Jika gen yang bertugas membentuk tangan dan kaki terganggu, muncul kemungkinan bayi lahir dengan polidaktili. Gangguan ini bisa disebabkan oleh kelainan genetik, tapi juga bisa dipengaruhi oleh faktor lingkungan. 

Polidaktili bisa terjadi pada siapa saja, namun beberapa bayi lebih berisiko mengalaminya, faktor risiko tersebut antara lain:

Jenis Kelamin: bayi laki-laki lebih sering mengalami polidaktili dibandingkan bayi perempuan

Etnis: Polidaktil 10 kali lipat lebih besar dialami oleh bayi laki-laki kulit hitam dibandingkan pada bayi laki-laki kulit putih. Bahkan, pada bayi perempuan kulit hitam, risikonya 22 kali lebih tinggi dibanding bayi perempuan kulit putih.

Riwayat Keluarga: Jika di riwayat keluarga memiliki kelainan genetik, terutama bila keluarga inti lahir dengan jari tambahan, peluang bayi mengalami polidaktili menjadi lebih besar. 

Cara Menangani Polidaktili

Penanganan polidaktili pada bayi umumnya berfokus pada pengangkatan jari tambahan agar fungsi tangan atau kaki bisa optimal. Metode yang dipilih biasanya disesuaikan dengan kondisi jari tambahan tersebut. Secara umum, terdapat 3 metode penanganan polidaktili, yaitu:

1. Ligasi bedah

Metode ini dilakukan dengan mengikat pangkal jari tambahan menggunakan tali atau pita khusus sehingga aliran darahnya terhenti. Dalam hitungan minggu, jari tersebut akan lepas dengan sendirinya. 

2. Eksisi

Prosedur ini dilakukan dengan pemberian bius lokal di sekitar jari tambahan hingga mati rasa. Kemudian, menggunakan alat kauter untuk mengangkat jari tangan atau kaki tambahan tersebut. 

3. Operasi polidaktili

Prosedur ini dijalani ketika ligasi bedah ataupun eksisi tidak bisa dilakukan. Jari tambahan tersebut akan diangkat melalui operasi.