Sukses

Virtual Job Fair Sulsel 2022 Dibuka, Gubernur Langsung Terima 2 Difabel Jadi Pegawai Pemprov

Liputan6.com, Jakarta Pelaksanaan Virtual Job Fair Sulsel 2022 yang diselenggarakan oleh Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) digelar sejak Selasa (30/8) di Hotel Four Points by Shareton Makassar. 

Gubernur Sulsel Andi Sudirman menyambut baik beberapa perusahaan yang membuka langsung lowongan pekerjaan bagi penyandang disabilitas pada job fair ini.

Pada kesempatan berinteraksi langsung dengan peserta, Andi langsung merekrut seorang tuna daksa dan salah seorang seorang Juru Bahasa Isyarat (JBI) yang juga direkrut untuk menjadi penerjemah bahasa isyarat untuk kegiatan yang ada di Pemprov Sulsel.

“Ada tuna daksa kita ambil untuk bekerja di Pemprov karena kita ada pengkhususan bagi difabel untuk mencapai target 2 persen pekerja disabilitas. Kedua, tadi juga penerjemah (juru bahasa isyarat) yang akan mengisi event-event di Pemprov,” ujarnya, seperti dimuat laman resmi Sulselprov.

Adapun keduanya akan disiapkan untuk ditempatkan di Disnakertrans Sulsel dan Biro Adpim Pemprov. Untuk surat keterangan (SK) kerjanya, akan mengisi tenaga pegawai yang kosong.

“Nanti (SKnya), karena biasanya ada yang sudah keluar atau meninggal dunia, bisa juga mengisi yang kosong,” jelasnya.

Andi Sudirman sendiri mendorong perusahaan-perusahaan untuk mulai menyiapkan kuota bagi pekerja penyandang disabilitas. Apalagi hal tersebut telah tertuang dalam Undang-undang Ketenagakerjaan, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas (“UU Penyandang Disabilitas) di mana tertuang hak memperoleh pekerjaan yang diselenggarakan oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, atau swasta tanpa diskriminasi.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Rasa Syukur dan Bahagia Iin

Sementara itu, Iin Pamungkas salah seorang pendaftar yang ditawari bekerja di Pemprov mengaku bersyukur dan bahagia mendapat kesempatan bekerja.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur telah memberikan kesempatan kepada saya untuk bisa bekerja. Karena impian saya selama ini bekerja untuk bisa menafkahi keluarga,” ucap pendaftar dari Kota Palopo ini.

Ia merupakan tuna daksa sejak lahir pada tangan dan kaki, “Insya Allah tawaran ini rejeki saya. Saya tuna daksa sejak lahir dibagian tangan dan kaki. Walau kondisi seperti ini saya tetap bisa bekerja dan mengoperasikan komputer,” terang alumni Jurusan Matematika Universitas Cokroaminoto Palopo ini yang rencananya akan ditempatkan di Unit Layanan Disabilitas Disnakertrans Sulsel.

Pada Jobfair yang masih berlangsung ini, setidaknya ada 6.350 lowongan pekerjaan dengan 174 posisi atau jabatan yang tersedia. Serta 69 perusahaan terdaftar. 

Untuk ikut serta dalam Job Fair Virtual Sulsel 2022 ini Anda bisa daftar di link jobfair.kemnaker.go.id.

 

 

3 dari 4 halaman

Pemerintah Dorong Pelaku UMKM Disabilitas Aktif Dukung Ekonomi Digital

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika mendorong para penyandang disabilitas yang menjadi pelaku UMKM agar berperan dan terlibat secara aktif mendukung ekonomi digital di Tanah Air.

"Konsep besar Kominfo dalam transformasi digital adalah nobody left behind. Artinya semua masyarakat Indonesia diajak bertransformasi digital. Pilar transformasi digital adalah pemerintah, dunia usaha dan masyarakat umum, termasuk di dalamnya penyandang disabilitas," ujar Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo Usman Kansong dikutip dari Antara.

4 dari 4 halaman

Melibatkan penyandang disabilitas

Usman mengatakan pihaknya, melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Ditjen Aptika), telah menyediakan sejumlah pelatihan bagi para pebisnis UMKM penyandang disabilitas. Hal tersebut agar mereka dapat menguasai ekonomi digital di Indonesia.

Program-program tersebut dibuat sesuai kebutuhan kalangan difabel. Usman mengatakan Ditjen Aptika Kemkominfo telah menyediakan program 1.000 Startup Digital dan Literasi Digital.

Dalam program tersebut, Kominfo akan menjadi fasilitator, menyiapkan sistem, tools dan mekanisme yang dapat membantu pengembangan bisnis startup. Ada juga program khusus, seperti coaching untuk menyesuaikan bisnis dengan pasar.

Untuk menyukseskan program 1.000 Startup Digital bagi kalangan difabel ini, Ditjen Aptika Kominfo akan melibatkan sejumlah pihak yang menaruh perhatian besar terhadap para penyandang disabilitas.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS