Sukses

Mahasiswa Kedokteran di AS Beri Pelatihan Khusus Cara Merawat Penyandang Disabilitas

Liputan6.com, Jakarta Pejabat di American Medical Association dan American Dental Association mengatakan mereka akan mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan pelatihan dalam merawat pasien disabilitas bagi mahasiswa kedokteran dan kedokteran gigi.

Kelompok-kelompok yang mewakili dokter dan dokter gigi di AS juga mendukung komitmen tersebut dan akan mempersiapkan siswa untuk melatih bagaimana cara merawat penyandang disabilitas intelektual.

"Kami akan terus berusaha untuk memperluas pelatihan disabilitas bagi mahasiswa kedokteran dan kedokteran gigi selama musim panas ini di American Academy of Developmental Medicine & Dentistry’s One Voice Conference di Orlando, Florida," ujar Presiden American Medical Association dan American Dental Association, dikutip disabilityscoop, Minggu (31/7/2022).

Penyandang disabilitas telah lama menghadapi kesenjangan dalam perawatan kesehatan dan situasinya sering dibesar-besarkan oleh kenyataan bahwa banyak dokter dan dokter gigi menerima sedikit atau bahkan tidak sama sekali pelatihan tentang bagaimana memenuhi kebutuhan pasien tersebut.

Penelitian menunjukkan lebih dari sepertiga dokter tidak tahu apa kewajiban mereka di bawah Undang-Undang Penyandang Disabilitas Amerika (ADA, American Disability Act).

Untuk itu, pendukung disabilitas telah mendesak hal ini dalam beberapa tahun terakhir bahwa semua sekolah kedokteran di AS harus memasukkan pelatihan khusus tentang merawat orang dengan disabilitas intelektual dan perkembangan, walaupun upaya itu sejauh ini tidak berhasil.

 

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Fokus pada penyandang disabilitas perkembangan

Janji dari para pemimpin American Medical Association dan American Dental Association tidak terlalu spesifik, tetapi para pejabat dengan American Academy of Developmental Medicine & Dentistry, akan terus mendorong isu seperti ini ke depannya.

“Presiden AMA dan ADA menguraikan rencana untuk memberikan pelatihan kompetensi klinis kepada mahasiswa kedokteran dan kedokteran gigi, dan meyakinkan orang-orang dengan disabilitas intelektual mengembangkan rencana itu,” pernyataan dari American Academy of Developmental Medicine & Dentistry di pertemuan tersebut.

Rick Rader, wakil presiden senior untuk urusan eksternal di American Academy of Developmental Medicine & Dentistry, mengatakan perkembangan ini merupakan kesepakatan terbesar, khususnya bagi individu penyandang disabilitas.”

“Saat ini ada sedikit atau tidak ada pelatihan formal, paparan atau interaksi dengan pasien dengan disabilitas kompleks baik di sekolah kedokteran maupun kedokteran gigi. Baik AMA dan ADA sekarang tercatat untuk memulai dan mempromosikan pelatihan didaktik dan klinis formal dalam perawatan individu dengan disabilitas intelektual dan perkembangan serta disabilitas fisik,” kata Rader.

“Ini bisa berdampak positif menuju aksesibilitas perawatan yang kompeten dan penuh kasih untuk individu dengan kebutuhan khusus.”

 

 

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 4 halaman

Data CDC soal penyandang disabilitas

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) baru saja merilis infografis disabilitas. Dengan judul besar 'Disabilitas Mempengaruhi Kita Semua', CDC memaparkan data-data terkait penyandang disabilitas di AS yang ternyata berpengaruh dalam segala aspek kehidupan mereka, terutama dalam hal bermasyarakat, kesehatan, dan akses.

Menurut CDC, 61 juta orang dewasa di Amerika Serikat hidup dengan disabilitas atau 26 persen (satu dari 4) orang dewasa di Amerika Serikat memiliki beberapa jenis disabilitas. Persentase penyandang disabilitas tertinggi di Amerika bagian Selatan. Dengan rincian sebagai berikut:

4 dari 4 halaman

Persentase orang dewasa dengan jenis disabilitas fungsional

- 13,7 persen penyandang disabilitas memiliki disabilitas mobilitas dengan kesulitan serius saat berjalan atau menaiki tangga.

- 10,8 persen penyandang disabilitas memiliki disabilitas kognisi dengan kesulitan serius untuk berkonsentrasi, mengingat, atau membuat keputusan.

- 6,8 persen penyandang disabilitas memiliki disabilitas hidup mandiri dengan kesulitan melakukan tugas sendirian.

- 5,9 persen penyandang disabilitas tuli atau mengalami kesulitan mendengar yang serius

- 4,6 persen penyandang disabilitas memiliki disabilitas penglihatan dengan kebutaan atau kesulitan melihat yang serius bahkan saat memakai kacamata.

- 3,6 persen penyandang disabilitas kesulitan dalam merawat diri, termasuk kesulitan berpakaian atau mandi.

Disabilitas dalam Masyarakat

Disabilitas sangat umum terjadi pada kelompok orang dewasa yang lebih tua, wanita dan minoritas.

Sebagaimana data yang CDC telah kumpulkan maka didapat data sebagai berikut:

- 2 dari 5 orang dewasa berusia 65 tahun ke atas memiliki disabilitas

- 1 dari 4 wanita memiliki disabilitas.

- 2 dari 5 non-Hispanic American Indian/Alaska Natives memiliki disabilitas.

Disabiltas dan Kesehatan

Orang dewasa yang hidup dengan disabilitas lebih mungkin mengalami obesitas, merokok, memiliki penyakit jantung dan diabetes. Berikut datanya:

- 38,2 persen orang dewasa dengan disabilitas mengalami obesitas sementara 26,2 persen orang dewasa tanpa disabilitas mengalami obesitas.

- 28,2 persen orang dewasa dengan disabilitas merokok sementara 13,4 persen orang dewasa tanpa disabilitas merokok.

- 11,5 persen orang dewasa penyandang disabilitas memiliki penyakit jantung sementara 3,8 persen orang dewasa tanpa disabilitas memiliki penyakit jantung.

- 16,3 persen orang dewasa penyandang disabilitas menderita diabetes sementara 7,2 persen orang dewasa tanpa disabilitas menderita diabetes.

Akses Disabilitas dan Perawatan Kesehatan

Hambatan akses perawatan kesehatan untuk orang dewasa usia kerja termasuk:

- 1 dari 3 penyandang disabilitas dewasa berusia 18 hingga 44 tahun tidak memiliki penyedia layanan kesehatan

- 1 dari 3 penyandang disabilitas dewasa berusia 18 hingga 44 tahun memiliki kebutuhan perawatan kesehatan yang tidak terpenuhi karena biaya pengeluaran dalam satu tahun terakhir

- 1 dari 4 penyandang disabilitas dewasa berusia 45 sampai 64 tahun tidak melakukan pemeriksaan rutin dalam satu tahun terakhir