Sukses

Gencarkan Inklusivitas, Hyundai Adakan Program Mengemudi Virtual untuk Difabel

Liputan6.com, Jakarta Korea Selatan kini tampaknya sangat memperhatikan disabilitas. Dilihat dari serial drama yang populer akhir-akhir ini selalu menyinggung tentang disabilitas (seperti "Anna" dan "Extraordinary Attorney Woo"), perusahaan mobil Hyundai juga memiliki program-program khusus yang menguntungkan pembeli penyandang disabilitas.

Selain itu, Kementerian keamanan Pangan dan Obat-Obatan Korea juga baru saja menyelesaikan pedoman baru untuk label makanan bagi penyandang disabilitas.

Dilansir dari KoreaBizWire, Hyundai Motor Co. mengatakan bahwa pihaknya saat ini menjalankan program mengemudi bagi penyandang disabilitas sebagai bagian dari proyek menciptakan nilai inklusivitas bersama (CSV) untuk manajemen berkelanjutan.

Perusahaan pembuat mobil tersebut mengembangkan simulator mengemudi virtual yang dilengkapi dengan kontrol tangan dan perangkat bantu pedal akselerator untuk membantu penyandang disabilitas mengemudikan mobil.

Selain itu, simulator mengemudi ini juga dilengkapi dengan kursi pengemudi yang sebenarnya digunakan pada mobil berukuran sedang dan perangkat gerak berbasis motor empat roda untuk meniru pengalaman berkendara yang sebenarnya.

Simulator ini pun menyediakan total 20 skenario pengalaman berkendara hingga menempatkan mobil di tempat parkir, berkendara di daerah perkotaan dan tiga lokasi lainnya serta program pengalaman teknologi keselamatan yang memungkinkan pengguna untuk mencoba sistem pengereman anti-lock untuk berbagai pengalaman berkendara.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Pedoman baru label makanan dalam braille

Di samping itu, Kementerian Keamanan Pangan dan Obat-obatan menetapkan pedoman baru untuk label makanan bagi penyandang disabilitas saat menampilkan informasi dalam braille atau dengan kode konversi audio/bahasa isyarat.

Pedoman tersebut bertujuan untuk memudahkan orang dengan gangguan penglihatan atau pendengaran untuk memahami informasi makanan.

 

3 dari 4 halaman

Diskusi dengan penyandang disabilitas

Kementerian Keamanan Pangan dan Obat-obatan menetapkan pedoman tersebut melalui diskusi dengan organisasi penyandang disabilitas, kelompok konsumen, kelompok akademis, dan perusahaan industri makanan.

Pedoman tersebut merekomendasikan bahwa pelabelan braille harus mengikuti Standar Braille Korea dan menggunakan braille berlubang.

 

4 dari 4 halaman

Label makanan ramah disabilitas

Informasi yang dicantumkan dalam huruf braille harus mencantumkan nama produk, sedangkan informasi lain seperti jenis makanan, isi, jenis usaha, dan cara penyimpanan juga dapat dicantumkan.

Indikasi tersebut harus ditempatkan pada label produk utama yang dicetak dengan logo produk dan merek dagang.

Kode yang mengubah teks menjadi suara atau video bahasa isyarat harus ditunjukkan menggunakan tinta atau ukiran yang tidak dapat dihapus. Jika metode tersebut tidak memungkinkan karena desain kemasan, stiker dapat digunakan sebagai alternatif.