Sukses

Pria Difabel Pecahkan Rekor Pelayaran Solo Keliling Dunia

Liputan6.com, Jakarta Dustin Reynolds mencetak rekor setelah menyelesaikan tujuh tahun perjalanan berlayar keliling dunia. Pria difabel ini juga dikenal sebagai ""Single-Handed Sailor".

Dilansir dari People, Reynolds menyelesaikan perjalanan solo pertama di seluruh dunia meskipun telah mengalami amputasi ganda Desember lalu.

Guinness World Record juga menyebutkan ide untuk melakukan perjalanan memecahkan rekor muncul sekitar empat tahun setelah pelaut Hawaii itu kehilangan lengan dan kaki kirinya ketika ia ditabrak oleh seorang pengemudi mabuk pada 2008.

Saat hidupnya diuji, perusahaannya juga bangkrut, hingga menyisakan perahu nelayan tua. Setelah menemukan situs web yang penuh dengan catatan pelayaran, dan melihat tidak ada peserta dengan amputasi ganda dalam daftar, ia pun menemukan tujuan baru.

"Saya kehilangan lengan, kaki saya, dan secara finansial hancur. Tapi entah bagaimana, itu membawa saya ke petualangan besar," katanya.

Setelah mendapatkan sedikit latihan, Reynolds berangkat untuk pelayaran besar pada 18 Juni 2014. Ia menyebutkan persiapannya kebanyakan dengan mempersiapkan perahu dalam kondisi terbaik, dengan setiap suku cadang yang diperlukan, serta banyak makanan dan rum, jelasnya.

Meskipun perjalanan yang mencakup kunjungan ke 36 negara dan wilayah luar negeri, pada awalnya seharusnya hanya memakan waktu lima tahun, itu berakhir lebih dari tujuh tahun karena pembatasan COVID-19 dan masalah dengan mesin dan transmisinya.

Pelaut itu mengatakan, ia hanya berada di laut selama 11 bulan, menghabiskan sebagian besar waktunya di darat.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Semua dilakukan sendiri

 

Melakukan semuanya sendiri menghadirkan serangkaian tantangan unik tersendiri bagi Reynolds, yang mengatakan kepada organisasi itu bahwa ia terkadang menggunakan giginya untuk membantu menaikkan layar perahunya.

"Ada banyak tantangan dalam melakukan semuanya dengan satu tangan dan kelelahan melakukan semuanya sendirian," ceritanya.

 

3 dari 3 halaman

Kendala selama berlayar

Namun, untuk perjalanan kali ini, Reynolds mengatakan bahwa kendala terbesarnya adalah mencari uang untuk membayar semua perawatan yang dibutuhkan kapalnya. Maka dari itu, Reynolds berterima kasih kepada Crowdfunding dan semua orang, terutama ibunya, yang membantunya sepanjang perjalanannya hingga memecahkan rekor.

"Ibuku jelas menentang gagasan saya melakukan ini pada awalnya dan masih khawatir ketika saya pergi ke laut," katanya, melanjutkan dengan mencatat bahwa meskipun awalnya keberatan, ia adalah pendukung terbesarnya.

Adapun rencana Reynolds kedepannya yaitu ia mengatakan ingin menjadi orang dengan amputasi ganda pertama yang medarat di bulan, candanya. "Saya pikir saya akan membutuhkan crowdfunding yang jauh lebih sukses untuk membiayainya."