Sukses

4 Hal yang Baik Dilakukan Saat Merawat Anak dengan Duchenne Muscular Dystrophy

Liputan6.com, Jakarta Dokter anak sekaligus penulis di American Academy of Pediatrics, Dan Brennan, menjelaskan bahwa Duchenne Muscular Dystrophy (DMD) adalah penyakit yang membuat otot kehilangan kekuatannya.

Ketika otot melemah, kemampuan untuk berjalan pun bisa hilang dan anak cenderung harus menggunakan kursi roda untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Walau DMD menyebabkan disabilitas fisik, tapi anak dengan penyakit ini bukan berarti harus menghalangi mereka untuk pergi ke sekolah, berolahraga, dan bersenang-senang dengan teman-teman.

“Jika Anda tetap dengan rencana perawatan mereka dan tahu apa yang berhasil untuk anak Anda, Anda dapat membantu mereka menjalani kehidupan yang aktif,” ujar Dan mengutip Webmd.com, Sabtu (3/7/2021).

Untuk merawat anak dengan DMD agar kondisinya tidak memburuk, Dan merekomendasikan orangtua untuk menerapkan empat hal yakni membiasakan anak untuk berdiri atau berjalan sesering mungkin, makan dengan benar, tetap aktif, dan temukan dukungan.

2 dari 5 halaman

Berdiri dan Berjalan Sesering Mungkin

Berdiri tegak akan membuat tulang anak kuat dan tulang punggungnya lurus. Kawat gigi atau alat bantu jalan berdiri dapat memudahkan mereka untuk berdiri dan berkeliling.

Makan dengan Benar

Tidak ada diet khusus untuk anak-anak dengan DMD, tetapi makanan sehat dapat mencegah masalah berat badan atau membantu sembelit.

Orangtua dapat bekerja dengan ahli gizi untuk memastikan anak makan dengan nutrisi seimbang dan kalori yang tepat setiap hari.

“Anda mungkin perlu menemui spesialis jika anak Anda mengalami kesulitan menelan.”

3 dari 5 halaman

Tetap Aktif

Olahraga dan peregangan dapat membuat otot dan persendian anak tetap lentur dan membantu mereka merasa lebih baik.

Seorang ahli terapi fisik dapat mengajari mereka cara berolahraga dengan aman tanpa terlalu banyak bekerja.

Temukan Dukungan

Keluarga lain yang hidup dengan DMD dapat menjadi sumber yang bagus untuk mendapatkan nasihat dan pemahaman tentang kehidupan terkait penyakit ini.

“Temukan grup pendukung lokal atau jelajahi berbagai diskusi daring. Mungkin juga membantu Anda untuk membicarakan perasaan Anda dengan psikolog atau konselor,” tutup Dan.

4 dari 5 halaman

Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas

5 dari 5 halaman

Simak Video Berikut Ini