Sukses

Mobil Swakemudi Bisa Menjadi Anugerah bagi Penyandang Disabilitas

Liputan6.com, Jakarta Sebuah studi baru di Pittsburgh mempelajari dampak mobil tanpa pengemudi atau swakemudi terhadap disabilitas yang diperkirakan akan berdampak positif.

Dalam pembuatan "Google Car" (kini disebut Waymo) awalnya dirancang khusus untuk orang dengan disabilitas. Meskipun tidak jadi, tetapi demonstrasi publik besar pertama yang melibatkan seorang tunanetra bernama Steve Mahan untuk menjalankan prototipe pertama Google. Saat pertama mengendarainya, Steve merasa sangat bebas bisa keluar sendiri lagi untuk pertama kalinya sejak ia kelihatan indera penglihatannya.

Mahan kembali menaikinya sendirian dengan kendaraan generasi ke-3 Google. Sergey Brin, yang bertanggung jawab atas proyek tersebut pada saat itu, sangat ingin menunjukkan kemampuan kendaraan ini. Bahwa tidak hanya tunanetra yang mendapatkan manfaat dari ini, ada banyak sekali disabilitas yang mempengaruhi mobilitas, termasuk ketidakmampuan untuk berjalan.

Kini, transportasi dengan kursi roda cukup menantang bagi banyak orang. Karena pasar yang kecil, kendaraan diadaptasi khusus seringkali lebih mahal dan tidak sanggup dibeli oleh populasi yang pendapatannya lebih rendah.

Adapun desain kendaraan seperti Kenguru, salah satu produk robotaksi, yang berasal dari Hungaria. Pengguna kursi roda dapat langsung masuk ke dalamnya bahkan lebih mudah daripada orang yang berjalan untuk bisa masuk ke dalam mobil. Ini juga sudah dilengkapi penjepit kursi roda dan sabuk pengaman. Ini jauh lebih nyaman ketimbang van yang harus melipat kursi belakang agar bisa masuk kursi roda.

 

2 dari 3 halaman

Disabilitas sangat terbantu

Berdasarkan laporan, pengguna kursi roda sangat menyukainya, tetapi sayangnya pasarnya terlalu kecil. Mungkin di masa depan tidak akan sesulit ini, karena dengan keberadaan robotaksi, kendaraan ini dapat digunakan bersama semua orang yang membutuhkannya.

Harga kendaraan pribadi yang melejit, semua orang berharap dengan layanan armada robotaksi ini dapat menurunkan harganya. Karena bagaimanapun ada saat ketika penyandang disabilitas juga perlu untuk bepergian jauh.

Adapun beberapa disabilitas yang sulit diatasi, seperti demensia berat, akan terus membutuhkan asisten. Sehingga kemungkinan tetap membutuhkan biaya lebih besar. Tetapi kebanyakan penyandang disabilitas harus mendapatkan mobilitas dengan harga yang jauh lebih baik.

Ini bukan satu-satunya teknologi baru yang menjanjikan manfaat. Seperti pengalaman berjalan-jalan dengan Zoom, membuat banyak orang dapat melihat dunia yang berbeda setiap pertemuan. Akan tetapi pertemuan virtual mungkin akan semakin jarang setelah berakhirnya pandemi. Meskipun ada kelemahan untuk semua teknologi bagi kehidupan, dengan adanya akses yang mempermudah ini tentu menjadi kabar baik.

3 dari 3 halaman

Simak Video Berikut Ini: