Sukses

Fathering Autism, Tingkatkan Awareness Autisme Lewat Kisah Keseharian Keluarga

Liputan6.com, Jakarta Pemahaman masyarakat, terutama di Indonesia, mengenai autisme terbilang masih minim. Individu dengan autisme kerap kali mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari orang lain karena kurangnya awareness mengenai kondisi tersebut. Sebuah akun di situs berbagi video, Fathering Autisme, berusaha menunjukkan autisme dari dekat. 

Melalui akun Fathering Autism, Asa Maass, ingin membangun awareness terhadap autisme melalui kesehariannya mengasuh putrinya, Abbie, yang penyandang autisme non-verbal. Bersama sang istri, Priscilla, dan putranya, Isaiah, Asa mengasuh dan mendidik Abbie.  

Tak jarang dalam videonya Asa menerangkan tentang trik-trik mengurus Abbie yang kini menginjak 12 tahun. Untuk berkomunikasi dengan Abbie, Asa memerlukan teknik tersendiri.

Asa mengajarkan Abbie untuk menggunakan bahasa isyarat jika meminta sesuatu. Misal, ketika Abbie ingin makan, ia cukup menunjuk mulutnya dengan tangan kanan.  Ketika ia ingin bepergian, Abbie cukup memutar tangannya tanda roda yang berputar.

 

 

 

2 dari 2 halaman

Kesulitan hadapi meltdown

Ada saatnya, Asa dan keluarga kesulitan mengurus Abbie khususnya ketika Abbie berada di titik meltdown atau kambuh. Ia biasanya menangis, berteriak dan gelisah. Keadaan seperti ini dapat terjadi di mana saja, contohnya di rumah makan.

Pada episode “Public Meltdown-A Bad Day”, penonton dapat melihat betapa emosi Abbie jadi tidak terkendali. Dalam video yang diunggah pada 2 Juni 2018 ini juga diperlihatkan salah satu penyebab Abbie meltdown.

Kala itu, Abbie ditemani ayah dan ibunya datang ke sebuah rumah makan. Mereka duduk bersebelahan dengan pengunjung lainnya. Ketika makanan di meja sebelah sudah dihidangkan, Abbie mulai gelisah karena makanan pesanan keluarganya tidak kunjung datang. Pada akhirnya, Abbie berteriak-teriak dan marah sampai-sampai acara makan malam tidak dilanjutkan.

Video tersebut sudah ditonton sebanyak 439.307 kali dan menuai berbagai komentar, mulai dari komentar baik hingga pedas dari warganet. Hingga kini, Fathering Autism memiliki 445 ribu subscriber dengan 1000 unggahan video.

Tak semua orang merespons unggahan-unggahan video Fathering Austisme secara positif. Ada pula yang merasa kurang nyaman menontonnya. Namun, terlepas dari pro dan kontra, Fathering Autism berhasil memenangkan penghargaan pada 19 April 2018 untuk kategori Best in Parenting/Family.

Keluarga Maass berhasil membuktikan bahwa berbagi informasi mengenai autisme sangat bermanfaat bagi keluarga lainnya yang juga memiliki anak autis. Atau orang-orang lain yang membutuhkan informasi tersebut.

Loading
Artikel Selanjutnya
Hasil Karya Seniman Autis Terjual Seharga Rp350 Miliar
Artikel Selanjutnya
Bocah Down Syndrome Hibur Sahabat Autis dengan Pelukan dan Tepukan Hangat