JPMorgan Bawa Reksa Dana Tokenisasi ke Solana

JPMorgan memperluas reksa dana pasar uang tokenisasi ke Solana, membuka akses bagi investor AS yang memenuhi syarat melalui dua blockchain.

Diterbitkan 23 Oktober 2026, 18:16 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - JPMorgan Asset Management memperluas layanan reksa dana pasar uang berbasis token ke blockchain Solana.

Mulai 22 Oktober 2026, dua produknya, My OnChain Net Yield Fund (MONY) dan JPMorgan OnChain Liquidity–Token Money Market Fund (JLTXX), tersedia di Solana bagi investor Amerika Serikat (AS) yang memenuhi persyaratan.

Mengutip CoinMarketCap, Jumat (23/10/2026), kedua produk tersebut diluncurkan di blockchain Ethereum pada Desember 2025. Perluasan ini membuat JPMorgan mengoperasikan layanan pengelolaan kas berbasis blockchain publik melalui dua jaringan berbeda.

Langkah tersebut tidak mengubah aset yang menjadi sasaran investasi maupun kelompok investor yang dapat mengakses produk. Perubahan utamanya terletak pada jaringan blockchain yang digunakan untuk transaksi dan pencatatan kepemilikan token.

MONY merupakan reksa dana penempatan privat yang ditawarkan kepada investor terakreditasi dan pembeli yang memenuhi kriteria tertentu. Produk ini memberikan eksposur terhadap imbal hasil dalam dolar AS melalui token.

Sementara itu, JLTXX merupakan reksa dana pasar uang pemerintah AS yang terdaftar di Amerika Serikat. Produk ini dirancang untuk mendukung kebutuhan penerbit stablecoin berdasarkan GENIUS Act, kerangka regulasi stablecoin AS.

Kehadiran kedua produk di Solana memperlihatkan upaya JPMorgan memperluas infrastruktur keuangan berbasis blockchain, terutama untuk pengelolaan likuiditas oleh investor institusi.

Akses Terbatas, Bukan untuk Investor Ritel

Investor yang ingin mengakses MONY dan JLTXX tidak dapat membelinya melalui jalur ritel umum. Akses dilakukan melalui Morgan Money, platform pengelolaan likuiditas milik JPMorgan.

Investor yang memenuhi persyaratan dapat melakukan pembelian atau penjualan kembali sesuai ketentuan produk. Saldo token kemudian tercatat pada alamat blockchain investor.

JPMorgan juga mengumumkan alamat token kedua produk di jaringan Solana. Alamat MONY adalah EToDtBM2knZ8N1BHyUq2Riq5ngWTcoD3k6qpsgf7CKYY, sedangkan JLTXX menggunakan J4cTuCH6frt4AnEmKfMS2k8hsUf7K94PV62sjUJno8Cz.

Publikasi alamat tersebut memungkinkan pihak lain memeriksa pasokan token dan memantau pergerakan transaksi melalui jaringan publik. Hal ini menjadi salah satu karakteristik blockchain yang membedakannya dari basis data tertutup.

Meski demikian, investasi ini tetap memiliki risiko. JPMorgan menyatakan kedua produk berupaya mempertahankan nilai sebesar US$ 1 per unit, tetapi tidak menjamin nilai tersebut selalu terjaga.

Perusahaan juga menegaskan bahwa investasi tersebut “bukan rekening bank dan tidak diasuransikan atau dijamin oleh FDIC maupun lembaga pemerintah lainnya”.

Dengan demikian, tokenisasi tidak menghilangkan risiko investasi. Investor tetap perlu memahami karakteristik produk, ketentuan akses, serta kemungkinan kerugian sebelum bertransaksi.

Solana Bidik Pasar Keuangan Institusi

Pemilihan Solana menjadi bagian dari upaya memperluas penggunaan blockchain untuk transaksi keuangan institusi. Jaringan ini mengembangkan infrastruktur untuk mendukung transaksi cepat dan penyelesaian aset digital, termasuk melalui pembaruan mekanisme konsensus Alpenglow serta inisiatif penyelesaian transaksi aset tokenisasi.

Paul Przybylski, Global Head of Product, Digital & Tokenized Assets di JPMorgan Asset Management, mengatakan klien perusahaan beroperasi di lebih dari satu jaringan sehingga kebutuhan likuiditas mereka juga perlu didukung lintas blockchain.

“Klien kami beroperasi di lebih dari satu jaringan, dan likuiditas mereka juga seharusnya demikian,” kata Przybylski.

Ia menambahkan, kehadiran JLTXX dan MONY di Solana memberi penerbit stablecoin dan investor institusi akses terhadap produk yang sama di jaringan blockchain tempat mereka beroperasi.

Bagi Solana, kehadiran produk JPMorgan juga menjadi pengakuan penting di luar aktivitas perdagangan ritel dan keuangan terdesentralisasi (DeFi). Produk pasar uang dari lembaga keuangan besar dapat memperluas penggunaan jaringan untuk pengelolaan kas dan transaksi institusional.