Sukses

Menakar Prospek Aset Digital saat Ekonomi Dunia Gonjang Ganjing

Liputan6.com, Jakarta Seiring berkembangnya teknologi digital, prospek aset digital menarik untuk dicermati. Salah satunya perkembangan kripto yang disebut menjadi era baru industri finansial. Namun belum jauh kesana, dunia dijegal krisis hingga potensi resesi.

Kondisi itu rupanya juga menimbulkan kekhawatiran pada industri kripto, mengingat volatilitas industri ini sangat tinggi.

Bersamaan dengan itu, sejumlah pemain besar industri kripto mengalami kejatuhan, menambah kekhawatiran mengenai masa depan aset digital.

“Prospek ke depan masih akan terus berkembang. Namun, layaknya pasar saham pasti akan terjadi koreksi terlebih dahulu sebelum mencapai titik tertinggi atau all time high (ATH). Naik-turun harga sudah umum di dunia investasi, termasuk saham dan kripto,” kata Public Relations Tokocrypto, Bianda Ludwianto kepada Liputan6.com, Sabtu (21/1/2023).

Di sisi lain, peluang yang besar aset digital adalah adopsi kripto dan blockchain yang semakin luas. Apabila adopsi dapat terus berjalan dan masif, Bianda berpendapat itu akan sangat menguntungkan market.

Di mana pertumbuhan ekosistem kripto akan berjalan dan efeknya meluas. Namun sekali lagi, apabila situasi makro ekonomi belum stabil dengan tingkat inflasi yang tinggi di beberapa negara akan menghambat pertumbuhan market kripto.

Dia mengakui, walaupun kripto disebut dengan konsep desentralisasi, namun tidak bisa lepas dari situasi ekonomi global.

Investor yang terkena dampak dari penurunan ekonomi, tentu akan berpikir kembali untuk masuk ke market kripto. Itu yang menjadi korelasinya.

“Soal resiko tentu makroekonomi, geopolitik dan ekosistem industri kripto dan blockchain. Semua elemen itu saling berhubungan dan punya efek yang besar ke market kripto,” kata Bianda.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS