Sukses

Intip Kinerja FTX Token, Aset Kripto Milik Bursa FTX

Liputan6.com, Jakarta FTT Coin atau token FTX adalah token cryptocurrency asli dari platform perdagangan derivatif kripto FTX yang diluncurkan pada 8 Mei 2019.

Tim di FTX terdiri dari beberapa pedagang kripto terbesar selama beberapa tahun terakhir, setelah menemukan masalah dengan sebagian besar bursa berjangka kripto mainstream, memutuskan untuk mengumumkan platform mereka sendiri. 

Dilansir dari Coinmarketcap, dalam hal pencegahan, sejumlah besar dana nasabah di bursa derivatif lain telah diklaim oleh kerugian yang dijadikan milik umum. FTX mengurangi ini dengan menggunakan model likuidasi tiga tingkat.

Fitur lain dari FTT adalah token leverage, yang mendukung pedagang untuk menempatkan posisi leverage tanpa perlu berdagang dengan margin. 

Belum lama ini, token FTX menjadi sorotan karena pertukaran kripto Binance melikuidasi semua cadangan token FTX. Akibat hal tersebut, token FTX sempat melemah. Terkait hal itu, berikut kinerja token FTX hari ini Selasa (8/11/2022).

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, harga FTX token adalah Rp 302.845 dengan volume perdagangan 24 jam sekitar Rp 12,7 triliun. FTX token melemah 15,09 persen dalam 24 jam terakhir.

Sedangkan untuk peringkat Coinmarketcap saat ini adalah 27. FTX Token memiliki kapitalisasi pasar sekitar Rp 44,3 triliun Hingga saat ini telah terjadi peredaran suplai sebanyak 133 juta FTX token dari 352,1 juta FTX token.

Siapa Saja Pendiri FTX Token?

FTX Token atau FTT didirikan oleh Sam Bankman-Fried dan Gary Wang. Sam Bankman-Fried adalah salah satu pendiri dan direktur teknologi di FTX. Dia juga CEO dari Alameda Research dan bekerja sebagai direktur pengembangan di Center for Effective Altruism. Bankman-Fried juga sempat menjadi pedagang di Jane Street Capital dari 2014 hingga 2017.

Bankman-Fried meneliti fisika dan memiliki gelar sarjana dari Massachusetts Institute of Technology.

Gary Wang adalah co-founder dan direktur teknologi di FTX. Dia adalah seorang direktur teknologi juga di Alameda Research. Sebelum ini, ia bekerja sebagai seorang insinyur perangkat lunak, setelah naik posisi dari magang rekayasa perangkat lunak di Google. Dia juga sempat magang sebagai insinyur perangkat lunak di Facebook.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS