Pertanda Apa Jika Ular Sering Muncul di Sekitar Rumah? Ini Penjelasannya

Ular sering muncul di sekitar rumah? Kenali pertanda, ciri-ciri keberadaan, serta cara aman mengusir dan mencegahnya agar tidak kembali. Pahami maknanya secara ilmiah & mitos.

Diterbitkan 24 Juli 2025, 16:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kemunculan ular di lingkungan rumah sering kali menimbulkan kekhawatiran bagi penghuninya. Hewan melata ini bisa masuk ke dalam rumah untuk mencari makanan, tempat berlindung, atau bahkan karena perubahan cuaca yang ekstrem.

Selain ancaman fisik, kehadiran ular juga kerap dikaitkan dengan berbagai mitos dan kepercayaan yang berkembang di masyarakat, baik menurut primbon Jawa maupun pandangan Islam. Akan tetapi, secara ilmiah, ular berada di sekitar rumah umumnya disebabkan oleh lingkungan yang cocok. Misalnya seperti tempat lembap, adanya mangsa seperti tikus, maupun ular mencari perlindungan dari cuaca ekstrem dan gangguan habitat aslinya. 

Fenomena ini pun kemudian dianggap sebagai sinyal penting bagi penghuni rumah untuk lebih waspada. Selain itu juga sebagai peringatan bagi penghuni rumah untuk menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi tempat nyaman ular bersarang. Dengan kombinasi pemahaman budaya dan penjelasan ilmiah, kita bisa menanggapi kehadiran ular di sekitar rumah dengan bijak dan tepat. 

Untuk itu, penting bagi setiap pemilik rumah untuk memahami ciri-ciri keberadaan ular, makna di balik kemunculannya, serta langkah-langkah efektif untuk mengusir dan mencegah ular agar tidak kembali ke area hunian. Lantas pertanda apa jika ular sering muncul di sekitar rumah? Melansir dari berbagai sumber, Kamis (24/7), simak ulasan informasinya berikut ini. 

Ciri-Ciri Ada Ular di Sekitar Rumah

Meskipun ular sering kali sulit dideteksi karena kemampuannya menyusup ke celah sempit, ada beberapa tanda jelas yang mengindikasikan keberadaan hewan melata ini di lingkungan rumah Anda. Mengenali tanda-tanda ini dapat membantu Anda mengambil tindakan pencegahan lebih awal.

  • Bekas Kulit Ular. Tanda paling jelas adalah keberadaan kulit ular yang rontok. Ular berganti kulit rata-rata empat kali setahun, bahkan bisa mencapai 10-12 kali tergantung spesiesnya. Penemuan kulit ini merupakan indikator kuat bahwa ular pernah atau masih berada di area tersebut.
  • Kotoran Ular. Selain kulit, kotoran ular juga menjadi penanda yang jelas. Kotoran ini biasanya tampak seperti noda tebal, pucat, berwarna cokelat tua dengan endapan kapur putih di salah satu ujungnya. Seringkali, sisa rambut atau tulang dari mangsa yang telah dimakannya dapat ditemukan di dalamnya.
  • Suara Katak yang Berteriak. Suara katak pada malam hari adalah hal lumrah, namun jika terdengar seperti teriakan atau rintihan, itu pertanda katak sedang dimangsa. Ular adalah salah satu pemangsa katak yang umum ditemukan di lingkungan rumah.
  • Jejak Pergerakan. Jika Anda memeriksa area berdebu di rumah dan menemukan jejak merayap, ini bisa menandakan bahwa ular telah masuk. Jejak ini menunjukkan jalur pergerakan ular di dalam atau sekitar properti Anda.
  • Bau Khas. Beberapa jenis ular, seperti ular tikus, dapat mengeluarkan bau menyengat yang khas, mirip timun atau sayuran membusuk. Liang yang menjadi sarangnya juga akan tercium bau menyengat.
  • Keberadaan Mangsa. Jumlah hewan kecil seperti tikus, katak, dan serangga yang banyak di sekitar rumah menjadi sumber makanan utama bagi ular. Habitat yang kaya mangsa secara alami menarik perhatian ular.
  • Kondisi Lingkungan yang Disukai Ular. Ular menyukai tempat yang lembap, minim cahaya, dan bersuhu hangat untuk menjaga suhu tubuhnya. Area seperti ruang cuci, gudang, kolong tangga, sudut gelap, atau tumpukan barang seperti kayu bekas, batu, dan daun kering sangat berpotensi menjadi sarang ular.

Pertanda Apa Jika Ular Sering Muncul di Sekitar Rumah

Kemunculan ular di rumah seringkali dikaitkan dengan berbagai mitos dan kepercayaan yang diwariskan secara turun-temurun. Interpretasi ini bervariasi, tergantung pada budaya dan keyakinan masyarakat setempat.

Dalam Primbon Jawa, kemunculan ular di rumah bisa diartikan sebagai berbagai pertanda, baik positif maupun negatif, tergantung pada jenis ular dan situasinya.

  • Tamu Tidak Diundang. Beberapa memaknai bahwa akan ada makhluk tak kasat mata yang datang, atau bisa juga diartikan sebagai kedatangan seseorang yang sudah lama tidak bertemu. Ular hitam yang masuk rumah kadang dianggap sebagai pertanda akan kedatangan tamu yang tidak diinginkan, bahkan bisa jadi orang jahat atau pencuri.
  • Kehilangan Anggota Keluarga. Konon, jika ular berbisa masuk rumah seorang wanita pada malam hari, ini bisa menjadi pertanda buruk. Mitos ini diartikan sebagai kehilangan salah satu anggota keluarga, yang tidak selalu berarti meninggal dunia, tetapi juga bisa berarti pergi jauh.
  • Masalah Rezeki dan Kesehatan. Ular dianggap memiliki energi negatif dalam dunia permitosan. Kemunculannya bisa menjadi peringatan untuk lebih waspada terhadap keuangan dan kesehatan. Ada juga keyakinan bahwa ular masuk rumah bisa menjadi pertanda kesulitan jika penghuni rumah enggan bersedekah.
  • Pertanda Jodoh atau Ada yang Suka. Mitos lain menyebutkan bahwa hewan melata ini masuk rumah bisa berarti ada seseorang yang menyukai salah satu penghuni. Bagi yang masih lajang, kemunculan ular di dalam rumah bahkan bisa menjadi pertanda jodoh akan segera tiba.
  • Pertanda Keberuntungan atau Kedudukan. Tidak selalu buruk, ular masuk rumah juga bisa menjadi pertanda baik. Pemilik rumah mungkin akan memiliki kedudukan yang sangat dihormati dan disegani. Ular sawah, misalnya, dipercaya sebagai pertanda datangnya rezeki, sementara ular hitam kuning bisa membawa kesuksesan, keberuntungan, hingga kemuliaan.

Secara eksplisit, tidak ada ayat dalam Al-Qur’an yang secara langsung menyebutkan perihal ular masuk rumah. Akan tetapi, beberapa ulama tafsir dan ahli hadis memberikan penafsiran dan penjelasan berdasar ayat-ayat yang berkaitan dengan makhluk ghaib (jin), hewan, dan perlindungan dari gangguan makhluk dalam rumah.

a. Ular dan Hubungannya dengan Jin dalam Al-Qur’an

Salah satu dasar pemahaman datang dari Surah Al-Jin ayat 6:

“Dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” (QS. Al-Jin: 6)

Ayat ini menjelaskan adanya interaksi antara manusia dan jin, yang dalam konteks hadits dan fikih sering dikaitkan dengan keberadaan jin yang menyerupai ular. Dalam kitab tafsir Al-Qurthubi, disebutkan bahwa jin terkadang menjelma dalam bentuk hewan, salah satunya adalah ular. Imam Al-Qurthubi menjelaskan:

“Telah diriwayatkan bahwa sebagian jin menyerupai ular, maka Nabi ﷺ melarang membunuh ular yang berada di rumah sebelum memperingatkannya, karena dikhawatirkan ia adalah jin muslim.” (Tafsir Al-Qurthubi, Jilid 19, hlm. 5)

b. Perlindungan dari Gangguan dalam Rumah

Al-Qur’an memberikan pedoman umum dalam menghadapi gangguan ghaib baik itu dalam bentuk jin atau makhluk lain seperti dalam:

Surah Al-Baqarah ayat 255 (Ayat Kursi)

Surah Al-Baqarah ayat 284–286

Surah Al-Falaq dan An-Naas

Menurut Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin, pembacaan ayat-ayat ini dianjurkan setiap malam sebagai proteksi rumah dari gangguan ghaib, termasuk gangguan jin yang bisa muncul dalam bentuk ular.

c. Hadits Pendukung dan Penafsiran Ulama

Meskipun Al-Qur’an tidak menjelaskan secara eksplisit, hadits shahih memberikan penjelasan rinci. Dalam Shahih Muslim (HR. Muslim no. 2236) disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya di Madinah terdapat jin yang telah masuk Islam. Maka jika kalian melihat ular di rumah, beri peringatan selama tiga hari. Jika setelah itu tidak pergi, maka bunuhlah, karena ia adalah setan.”

Hadits ini dikutip dan dijelaskan secara panjang lebar oleh Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim, dan oleh Ibnu Hajar Al-Haitami dalam Al-Fatawa al-Fiqhiyyah al-Kubra. Kedua ulama menekankan bahwa tidak semua ular di rumah adalah hewan biasa, melainkan bisa jadi perwujudan jin muslim. 

Cara Mengusir Ular dengan Aman dan Alami

Jika ular sudah terlanjur masuk ke dalam rumah, penting untuk mengusirnya dengan cara yang aman dan efektif, tanpa membahayakan diri sendiri atau ular tersebut. Berikut beberapa metode alami yang bisa dicoba.

  1. Menggunakan Aroma Menyengat. Ular tidak menyukai aroma kuat dan menyengat. Bawang putih dan bawang merah mengandung asam sulfonat yang tidak disukai ular. Menanamnya di sekitar rumah atau menempatkan irisan bawang di area masuk dapat mengusir ular. Cuka putih juga efektif; menuangkan cuka di sekeliling tubuh ular dapat membuatnya menjauh. Campuran minyak kayu manis dan cengkeh yang disemprotkan juga dipercaya dapat membuat ular menghilang. Kapur barus dengan aromanya yang kuat dapat mencegah ular masuk, terutama jika diletakkan di dekat pintu dan tempat persembunyian. Amonia juga terbukti tidak disukai reptil ini, penyemprotan atau penempatan amonia dalam wadah dapat menjauhkan mereka.
  2. Menggunakan Tanaman Pengusir Ular. Beberapa jenis tumbuhan memiliki bau menyengat yang menyebabkan ular menyingkir. Tanaman seperti serai dan bunga marigold dapat ditanam di sekeliling halaman atau di dalam rumah. Aroma jeruk yang kuat dari serai dan ujung daunnya yang tajam membuat ular tidak nyaman untuk melewatinya, terutama jika ditanam rapat.
  3. Menggunakan Tekstur yang Tidak Disukai Ular. Ular berjalan dengan menempelkan tubuhnya ke tanah, sehingga tekstur yang tidak rata sangat tidak disukai. Penyebaran bebatuan atau taburan kulit telur di sekitar rumah dapat membuat ular merasa tidak nyaman karena dapat melukai sisiknya. Keset bertekstur kasar seperti keset sabut kelapa juga sangat efektif karena sisik ular yang sensitif akan merasa tidak nyaman.
  4. Menggunakan Asap. Ular cenderung menghindari asap. Menggunakan asap dari pembakaran daun kering atau bahan lain di area yang dicurigai sebagai sarang ular dapat mendorongnya keluar.
  5. Menyemprot dengan Air. Ular tidak suka disemprot air. Jika Anda melihat ular, semprotkan air secara perlahan ke arahnya untuk mendorongnya menjauh dari area tersebut.
  6. Menggunakan Sapu Ijuk. Sapu ijuk dapat digunakan untuk mengusir ular secara fisik dari jarak aman. Tekstur kasar ijuk juga membuat ular tidak nyaman saat bersentuhan.

Cara Mencegah Ular Kembali Datang ke Sekitar Rumah

Pencegahan adalah kunci utama agar ular tidak kembali ke lingkungan rumah Anda. Dengan menjaga kebersihan dan melakukan beberapa modifikasi lingkungan, Anda dapat mengurangi daya tarik rumah bagi ular.

  1. Menjaga Kebersihan dan Kerapian Lingkungan. Potong rumput di halaman secara teratur agar tetap pendek, sehingga ular sulit bersembunyi. Singkirkan tumpukan barang seperti selang melingkar, tumpukan kayu bakar, rumput tinggi, semak belukar, serta tumpukan kayu dan daun kering yang disukai ular sebagai tempat berlindung. Buang genangan air seperti tong berisi air hujan atau kolam yang menarik mangsa ular seperti cacing, siput, dan katak, yang pada gilirannya menarik ular.
  2. Menutup Lubang dan Celah. Ular bisa merayap melalui celah yang sangat kecil. Periksa dan tutup semua lubang atau celah pada plafon, saluran air, genteng, dinding, dan bagian lain dari rumah. Pastikan tidak ada celah sekecil apa pun yang dapat menjadi titik masuk bagi ular.
  3. Mengendalikan Hewan Pengerat (Mangsa Ular). Tikus dan hewan pengerat lainnya adalah sumber makanan utama bagi ular. Pastikan rumah Anda bebas dari masalah tikus dengan menjaga kebersihan, menghilangkan sumber makanan mereka, dan menutup setiap lubang atau celah yang menjadi titik masuk tikus.
  4. Memasang Pagar atau Penghalang Fisik. Memasang pagar keliling atau dinding di sekitar tempat tinggal merupakan garis pertahanan utama. Pagar anti-ular atau kawat jala halus yang dipasang dengan benar dapat membantu mencegah ular masuk ke halaman dan rumah Anda.
  5. Pencahayaan yang Cukup. Pencahayaan luar ruangan yang terang, terutama di malam hari, dapat mencegah ular nokturnal masuk ke properti Anda. Ular cenderung menghindari area yang terang benderang.
  6. Memelihara Predator Alami Ular (Opsional). Dalam beberapa kasus, memelihara hewan yang merupakan predator alami ular, seperti kucing atau anjing tertentu, dapat membantu mengurangi populasi mangsa ular atau bahkan mengusir ular itu sendiri. Namun, metode ini perlu dipertimbangkan dengan hati-hati dan tidak selalu direkomendasikan sebagai satu-satunya solusi.

People Also Ask

1.  Apa saja tanda-tanda keberadaan ular di sekitar rumah?

Tanda-tanda keberadaan ular di sekitar rumah meliputi penemuan bekas kulit ular, kotoran ular, suara katak yang berteriak, jejak pergerakan, bau khas seperti timun membusuk, banyaknya hewan mangsa seperti tikus, serta kondisi lingkungan yang lembap dan gelap.

2. Apa makna kemunculan ular di rumah menurut Primbon Jawa?

Menurut Primbon Jawa, kemunculan ular bisa menjadi pertanda kedatangan tamu tidak diundang, kehilangan anggota keluarga, masalah rezeki atau kesehatan, pertanda jodoh, hingga pertanda keberuntungan atau kenaikan kedudukan, tergantung jenis ular dan situasinya.

3. Bagaimana pandangan Islam tentang ular yang masuk rumah?

Dalam Islam, ular yang masuk rumah bisa menjadi pertanda adanya jin. Dianjurkan untuk memberi peringatan tiga kali sebelum membunuh ular. Selain itu, bisa juga diartikan sebagai tanda akan datangnya tamu penting, kabar baik, atau peringatan akan adanya ancaman/musuh.

4. Bahan alami apa yang bisa digunakan untuk mengusir ular?

Ular dapat diusir menggunakan bahan alami beraroma menyengat seperti bawang putih, bawang merah, cuka, minyak kayu manis dan cengkeh, kapur barus, atau amonia. Tanaman seperti serai dan bunga marigold juga efektif. Tekstur kasar seperti bebatuan, kulit telur, atau keset sabut kelapa juga tidak disukai ular.

5. Bagaimana cara mencegah ular agar tidak kembali ke rumah?

Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan (memotong rumput, menyingkirkan tumpukan barang, membuang genangan air), menutup lubang dan celah di rumah, mengendalikan hewan pengerat, memasang pagar fisik, dan memastikan pencahayaan yang cukup di luar rumah.