Sukses

Jangan Emosi, 5 Cara Ini Bantu Atasi Perilaku Tidak Hormat pada Anak

Liputan6.com, Jakarta - Perilaku anak tidak hormat dan terkesan serampangan, nampaknya telah menjadi makanan sehari-hari para orang tua. Sayangnya, perilaku seperti ini ada di mana-mana dan semakin memburuk.

Beberapa di antaranya dapat dikaitkan dengan fakta bahwa budaya kita, film, musik, situs internet, dan televisi sering kali mengagungkan perilaku yang tidak sopan, kasar, atau bahkan kejam.

Anak-anak diajari oleh budaya pop untuk perpikir itu keren, berbicara yang merendahkan orang tua atau guru. Ditambah dengan dinamika fakta bahwa Baby Boomer dan Gen X umumnya kurang otoriter dan lebih tunduk dari pada generasi sebelumnya. Karena itu jauh lebih kecil kemungkinannya untuk mengatakan tidak kepada anak-anak.

Selain itu, tingkat stres yang cukup tinggi di sebagian besar rumah tangga bertanggung jawab besar akan kemungkinan tersebut. Orang tua mungkin lebih sibuk mengkhawatirkan pekerjaan, tagihan, keuangan atau pribadi lainnya.

Perilaku tidak sopan, mengumpat, berdebat, membentak, mengabaikan dan menolak permintaan Anda adalah semacam peringatan bagi orang tua. Ini memberi tahu Anda bahwa Anda harus lebih mengendalikan situasi dan menetapkan batas yang lebih baik.

Semua perubahan butuh waktu, tetapi Anda tetap harus melakukannya. Mulailah dari menahan emosi dan ikuti lima aturan dan cara untuk membantu Anda menangani perilaku mereka.

Melansir dari Empoweringparents, Rabu (5/10/2022), ini dia ulasannya.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 5 halaman

1. Jangan dianggap secara pribadi

Ini memang sulit, tetapi cobalah untuk tidak mengambilapa yang dikatakan atau dilakukan anak Anda secara pribadi. Perilaku ini benar-benar tentang mereka, dan bukan tentang Anda. 

Alih-alih membiarkan diri Anda merasa terluka dan marah, bersikaplah jelas dan langsung kepada anak. Jika mereka sedikit lancing dan mulai mendorong beberapa batasan, Anda dapat mengatakan, “jangan berkata seperti itu kepadaku, aku tidak menyukainya,”.

Kalimat tersebut akan menjelaskan kepada mereka bahwa perilaku mereka salah dan kemudian lepaskan dari mereka. Kemudian, jika perilaku mereka membutuhkan konsekuensi, Anda dapat mengatakan, “tidak apa-apa untuk memanggil saya nama atau bersumpah ketika saya memberi tahu Anda tidak bisa pergi ke rumah teman Anda. Saya akan mengambil ponsel Anda selama dua jam. Selama waktu itu, Anda perlu menunjukkan kepada saya bahwa Anda dapat berperilaku hormat kepada orang-orang di rumah ini.” 

Mengasuh anak bukanlah kontes popularitas. Anak Anda bukan pasangan atau teman sebaya Anda. Jadi, peran orang tua sangat penting. Anda bertanggung jawab dan anak mengandalkan Anda untuk memimpin.

3 dari 5 halaman

2. Siap akan perilaku tersebut

Ketahuilah bahwa beberapa perilaku kasar atau tidak sopan adalah normal pada masa remaja, dan Anda perlu mempersiapkan diri untuk itu. Jika sudah terjadi sekali, Anda perlu bersiap bahwa mungkin akan terjadi lagi dan rencanakan apa yang bisa Anda lakukan.

Ingat, ini bukan pertarungan atau perebutan kekuasaan, jadi tetap tenang. Jika anak sangat tidak sopan karena mereka benar-benar tidak memiliki batasan seputar perilaku itu, ini akan membutuhkan kerja nyata.

Setelah Anda menetapkan batas dan menanggapi rasa tidak hormat dengan tepat, sekali lagi, jangan ditarik ke dapat perebutan kekuasaan. Sebab, jika terjadi sekali, ini membuatnya lebih mudah untuk melakukannya lagi.

Menetapkan batas apa yang benar dengan tegas kepada anak, akan membuat mereka lebih berpikir panjang untuk melakukan hal buruk di kemudian hari.

 

4 dari 5 halaman

3. Hindari perebutan kekuasaan dengan segala cara

3. Hindari perebutan kekuasaan dengan segala cara

Setalah Anda terlibat dalam perebutan kekuasaan, maka bisa dibilang Anda kalah. Tapi apa yang Anda lakukan ketika anak mengumpat, mengabaikan atau mencoba memerintah Anda? di situlah dialog internal menjadi sangat penting. 

Tugas Anda adalah mengasuh anak dan mengajarinya berperilaku dengan cara berbeda dari sebelumnya. Jangan mudah menyerah, beritahu mereka bahwa tidak ada yang lebih buruk daripada menjalani hidup dengan memperlakukan orang dengan buruk. Intinya, anak harus mendapatkan pesan.

4. Bertekad untuk terus mengajarinya dengan pesan baik

Bertekad memang sulid dilakukan, apalagi Anda harus mengahapi perilaku buruk anak setiap hari. Tapi percayalah, dengan tekad kuat Anda bisa membantu mereka menjadi lebih baik. 

Penting untuk diingat, bahwa anak-anak seperti orang barbar kecil yang tidak beradab, tugas orang tua adalah mengajari mereka cara yang lebih hormat untuk menghadapi masalah.

 

5 dari 5 halaman

5. Jadilah guru dan pelatih

Adalah tugas Anda untuk mengajari anak untuk berperilaku lebih hormat dan mengelola frustasi dengan baik. Tiga tugas penting yang harus Anda mainkan sebagai orang tua yaitu guru, pelatih, dan pembatas.

Anda mengajari mereka bagaimana berperilaku, Anda melatih mereka dan mendorong mereka ketika dapat melakukannya dengan benar, dan Anda juga yang menetapkan batasan ketika mereka melakukan kesalahan. Ketiga peran ini benar-benar merupakan kunci untuk menjadi orang tua yang efektif.

Ingat, tujuannya adalah agar anak dapat berfungsi di dunia nyata dan menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab serta mandiri. Adalah tugas orang tua untuk mengajar dan membimbing anak-anak menjadi lebih fungsional. Perubahan itu sulit tapi bisa terjadi kapan saja.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.