Sukses

Pilu, Selamatkan Teman yang Jatuh ke Kolam, Bocah Ini Malah Tewas

Liputan6.com, Jakarta Aksi seseorang yang berhasil menyelamatkan orang lain dari bahaya namun dirinya sendiri justru tewas beberapa kali pernah terjadi. Kali ini dialami oleh seorang bocah berusia 11 tahun dari New York. Nyawa Anthony Perez (11) tak tertolong saat ia terjatuh di kolam es usai menyelamatkan temannya yang juga sempat terjatuh sebelumnya.

Melansir NY Daily News, Anthony saat itu sedang nongkrong dengan seorang temannya di Strack Pond, Forest Park, NY. Tiba-tiba temannya terjatuh karena berusaha mengambil makanan di dekat kolam. Anthony yang berdiri di tepi kolam pun bergegas masuk kolam dan menarik temannya ke tempat yang aman. Tapi malang dia tidak bisa keluar dari air yang beku tersebut.

Melihat itu, teman yang ditolong tadi segera berlari ke apartemennya dan meminta bantuan orang untuk menghubungi 911 demi menolong Anthony. Tiga polisi dan tiga petugas pemadam kebakaran akhirnya datang dan segera ke kolam untuk menyelamatkan Anthony. Sayangnya, meski Anthony berhasil dikeluarkan dari kolam oleh petugas, nyawanya tetap tak tertolong karena ia sudah terendam selama sekitar setengah jam di kolam yang beku tersebut.

"Mereka berada di sekitar perairan dalam untuk mengarungi air. Pada titik tertentu, es memang menjadi sangat kokoh," kata seorang petugas polisi Healy.

1 dari 2 halaman

Terkena Hipotermia

Tim penyelamat sudah berusaha keras dengan menerobos dan memotong es sehingga bisa sampai ke tempat yang diprediksi Anthony terjebak masuk di lubang es. Tim akhirnya menemukan Anthony yang sudah dalam kondisi kritis di bawah balok es, ia pun segera dibawa ke klinik terdekat.

Namun, nyawanya tak tertolong, dia meninggal sekitar dua jam kemudian. Dua petugas kebakaran yang menolong Anthony pun harus dirawat d rumah sakit karena terkena hipotermia. Anthony dikenal oleh tetangga sebagai anak yang ramah dan selalu tersenyum pada semua orang.

"Dia bersahabat dengan banyak orang. Dia tidak malu dan dia suka membantu, dia pahlawan,” kata seorang tetangganya, Carmen Rivera.

Kolam tempat Anthony tewas diketahui berada di dasar bukit yang dikelilingi pepohonan. Untuk menuju ke sana harus melewati jalur berkelok-kelok. Di dekat kolam memang sudah ada peringatan bertanda merah bertuliskan "Bahaya: Es Tipis" dalam bahasa Inggris dan Spanyol.

Meskipun taman tempat kolam itu berada dibuka sepanjang tahun, pengunjung tetap dilarang masuk. Selain itu, juga terdapat banyak danau di sekitar kota New York. Hal ini mungkin membuat banyak anak tertarik dan ingin berenang di sana.

"Tapi esnya tidak aman, tidak akan mendukung berat badan Anda dan itu bisa menimbulkan konsekuensi yang tragis,” ujar Healy.

Penulis

Dhita Koesno

Forum Liputan6.com

**Jadilah bagian dari Forum Liputan6.com dengan mengirimkan artikel unik dan terkini melalui email: Forum@liputan6.com

 

Artikel Selanjutnya
Pemuda Korban Tawuran di Tangerang Masih Dirawat di RS
Artikel Selanjutnya
Keluarga Ambil Jasad Pria Gantung Diri di Tiang Lampu Tol Pasar Rebo