Ragam Hoaks Menerpa SBY yang Beredar di Media Sosial, Simak Faktanya

Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak luput menjadi sasaran berita hoaks yang beredar di medsos.

Diterbitkan 26 Januari 2026, 20:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak luput menjadi sasaran hoaks. Berita bohong yang menerpa menyebar di media sosial (medsos).

Terbaru, ada klaim foto-foto SBY sedang dirawat di rumah sakit yang diunggah salah satu akun medsos pada Januari 2026. Faktanya, foto-foto tersebut beredar sejak lama yakni 2018. 

Berikut ragam hoaks yang menerpa SBY dan telah diverifikasi kebenarannya:

1. Cek Fakta: Hoaks Foto-Foto SBY Masuk Rumah Sakit pada Januari 2026

Kembali beredar postingan di media sosial klaim foto Presiden ke-6 Republik Indonesia (RI) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masuk rumah sakit. Informasi tersebut diunggah sejumlah akun Facebook, salah satunya pada 22 Januari 2026.

Berikut isi unggahannya:

"Inalillahiiiiii😭😭pakSBY masuk RS karena terlalu merindukan bu... Lihat selengkapnya ‎"

Terdapat sejumlah foto dalam unggahan tersebut. Tiga di antaranya SBY terbaring di ranjang, dan tampak dibesuk oleh Prabowo Subianto dan ekonom Rizal Ramli.

Foto lainnya adalah putra sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono yang kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan yang memakai baju putih.

Lalu benarkah klaim foto-foto SBY masuk rumah sakit pada Januari 2026? Simak hasil penelusurannya berikut ini...

2. Cek Fakta: Klarifikasi SBY Minta Prabowo Kembalikan Empat Pulau ke Aceh

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta Presiden Prabowo Subianto kembalikan empat pulau ke Aceh, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 16 Juni 2025.

Klaim SBY meminta Prabowo Subianto kembalikan empat pulau ke Aceh berupa tangkapan layar foto SBY bersama Prabowo dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf, dalam foto tersebut terdapat tulisan

"SBY Minta Prabowo Kembalikan 4 Pulau ke Aceh: Perdamaian Itu Tidak Datang dengan Sendirinya"

Tangakapan layar tersebut diberi keterangan sebagai berikut.

"SBY minta kepada presiden Prabowo Subianto kembalikan 4 pulau ke Aceh, perdamaian itu tidak datang dengan sendirinya."

Benarkah klaim SBY meminta Prabowo kembalikan empat pulau ke Aceh? Simak hasil penelusurannya berikut ini...

3. Cek Fakta: Video Pernyataan SBY Tolak Pilpres 1 Putaran Ini Telah Dimanipulasi

Beredar di media sosial postingan video SBY menolak hasil Pilpres 1 putaran. Postingan itu beredar sejak tengah pekan ini.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 15 Februari 2024.

Dalam postingannya terdapat video SBY dengan narasi sebagai berikut:

"Kalau Pilpres hanya berlangsung satu putaran berarti itu curang ditambahkan lagi kalau pilpresnya curang kita tidak akan menerima. Dan negara siap-siap chaos.

Situasi ini tidak terjadi di 4 pemilu sebelumnya karenanya melalui mimbar ini saya ingin menyampaikan pandangan saya. Pandangan dari seorang yang tidak pernah absen dalam 20 tahun di era reformasi dan demokratisasi baik ketika saya berada di dalam ranah kekuasaan maupun ketika berada di luar ranah kekuasaan.

Pendapat saya menuduh apalagi memastikan bahwa pilpres ini pasti curang dan karenanya hasilnya pasti akan ditolak tentulah berlebihan. Namun di sisi lain mengabaikan suara-suara di luar yang khawatir pilpresnya bakal curang tentu juga tidak bijak."

Video itu disertai tulisan:

SBY Respon Pernyataan: Pilpres Satu Putaran Berarti Curang !

Hot News!!! Resmi Demokrat + SBY Menolak Pilpres Prabowo 1 Putaran"

Akun itu menambahkan narasi:

"*SBY: JIKA PILPRES 1 PUTARAN BERARTI CURANG !!!*

“Kalau Pilpres hanya berlangsung satu putaran, berarti itu curang,” ungkap SBY.

Lebih lanjut SBY menyampaikan apabila Pilpres terjadi kecurangan maka negara harus siap-siap chaos.

Ditambahkan lagi: “kalau Pilpres curang kita tidak akan terima dan negara siap-siap chaos,” lanjut SBY"

Lalu benarkah postingan video SBY menolak hasil Pilpres 1 putaran? Simak hasil penelusurannya berikut ini...

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.