Sukses

Dorong Capaian Vaksin COVID-19 Booster, dr Reisa Ingatkan Masyarakat Jangan Percaya Hoaks

Liputan6.com, Jakarta - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, dr Reisa Broto Asmoro memastikan, pemerintah terus mendorong masyarakat untuk mengikuti program vaksinasi booster kedua untuk mencegah penularan virus corona COVID-19.

Dr Reisa mengimbau, masyarakat untuk tidak ragu untuk mendapatkan vaksinasi booster kedua dan tidak terpengaruh informasi palsu atau hoaks terkait vaksin.

"Vaksin itu tidak ada efek buruknya kalau misalnya ada yang bilang vaksin memberi dampak negatif itu berarti hoaks ya, karena selama ini juga kita semua jadi terlindungi," kata dr Reisa dilansir dari Antara, Selasa (6/12/2022).

Ia mengatakan, vaksinasi booster kedua atau dosis keempat kini sudah dianjurkan bagi penduduk lanjut usia (lansia). Hal itu merupakan salah satu ikhtiar bangsa Indonesia untuk mengakhiri pandemi COVID-19.

"Ini juga ikhtiar ketika kita sudah divaksinasi, risiko mengalami pemburukan dan juga kematian itu akan lebih rendah, kalau namanya ikhtiar berarti tidak ada salahnya untuk dilakukan," ucap dr Reisa.

Reisa mengingatkan bahwa pandemi COVID-19 masih terus terjadi. Di saat itu pula, tubuh memerlukan upaya lebih untuk terhindar dari infeksi yang saat ini masih terbukti efektif dicegah dengan vaksin.

Sebab, antibodi yang telah diciptakan dari vaksinasi ternyata masih harus mendapatkan suntikan selanjutnya, agar bisa memberikan proteksi maksimal dan menghindarkan masyarakat terutama lansia dari gejala berat serta kematian.

Terkait pemberian vaksin booster kedua pada lansia, pemerintah masih menyediakan layanan tanpa dipungut biaya apapun. Oleh karenanya, bagi lansia yang sudah berusia di atas 60 tahun, bisa mendapatkannya setelah enam bulan dari terakhir kali booster pertamanya.

Sementara, data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 4 Oktober-21 November 2022 menunjukkan, jumlah orang yang meninggal dunia akibat terinfeksi COVID-19 mencapai 2.449 jiwa dan didominasi oleh usia 60 tahun ke atas.

Dengan rincian 48 persen di antaranya belum divaksinasi sama sekali, delapan persen lainnya baru menerima dosis pertama, 26 persen menerima dosis kedua dan yang sudah booster hanya 18 persen.

Oleh karenanya, dr Reisa mengimbau, agar vaksinasi terus dilakukan dan lansia dapat beraktivitas dengan nyaman, sekaligus sebagai upaya percepatan mengakhiri pandemi COVID-19 yang akan memasuki tahun ketiga.

Sementara bagi lansia di bawah usia 60 tahun, dr Reisa turut mengimbau, untuk melengkapinya hingga booster pertama terlebih dahulu sembari menunggu Kemenkes mengumumkan kebijakan selanjutnya.

"Di luar usia itu dan di luar tenaga kesehatan sebaiknya lengkapi dulu vaksin booster pertama, karena cakupan untuk booster pertama juga belum seperti vaksinasi lengkap dua dosis. Jadi segeralah melengkapinya dulu," ucapnya.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Cakupan Vaksin Booster Masih Rendah

Sementara, Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Mohammad Syahril menambahkan, cakupan booster pertama sampai saat ini masih rendah, termasuk pada kelompok lansia.

Dalam dashboard vaksinasi Kemenkes per tanggal 4 Desember 2022 hingga pukul 18.46 WIB saja, booster pertama pada lansia baru mencapai 32,64 persen atau berkisar pada tujuh juta jiwa dan booster keduanya 0,72 persen atau 155.271 jiwa.

Dengan demikian, ia mengajak seluruh keluarga untuk melindungi lansia dari dampak buruk COVID-19 dan segera mendongkrak cakupan vaksinasi tersebut, dengan membawa lansia ke fasilitas kesehatan.

"Kalau anak-anaknya memang menyayangi orang tuanya, ayo kita vaksin mumpung ini masih disiapkan oleh pemerintah dan tersedia, ini yang bisa menjaga kita semua," kata Syahril.

3 dari 3 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS