Sukses

Cek Fakta: Tidak Benar Gempa Cianjur dan Sukabumi disebabkan Gunung Gede dan Pangrango

Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim gempa Cianjur disebabkan Gunung Gede dan Pangrango. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 22 November 2022.

Unggahan klaim gempa Cianjur disebabkan Gunung Gede dan Pangrango berupa foto landscape gunung.

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.

"Gunung Gede pangrango ,akibatkan Gempa cianjur dan sukabumi"

Benarkah klaim gempa Cianjur disebabkan Gunung Gede dan Pangrango? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim gempa Cianjur disebabkan Gunung Gede dan Pangrango, dengan menghubungi pihak Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).

Pelaksana tugas (plt) Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid AN mengatakan, berdasarkan analisis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) gempa Cianjur merupakan gempa tektonik.

"Tim gempa Badan Geologi melaporkan ke saya bahwa gempa yang terjadi adalah gempa tektonik, bukan vulkanik," kata Wafid, saat berbincang dengan Liputan6.com, di Jakarta, Selasa (22/11/2022).

Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hendra Gunawan mengungkapkan, sampai Selasa (22/11/2022) sore  status vukanik Gunung Gede dan Pangrango masih berada di level satu atau normal.

 "Kami sampaikan apa yang jadi acuan kami adalah data, berdasarkan data yang kami pegang Gunung Gede masih dilevel satu atau normal, kami memegang data yang terekam sampai saat ini, mungkin ini bisa berubah tetapi saat ini masih dalam keadaan normal," tuturnya.Menurut Hendra, sampai saat ini Gunung Gede tidak mengalami erupsi, meski ada kritis kegempaan berdasarkan historinya selama 100 tahun belakangan tidak ada peningkatan aktivitas yang siginifikan.

"Sampai saat ini belum ada erupsi, sifat gunung gede kritis kegempaan setelah kami pantau setiap 20 tahun muncul kritis kegempaan tapi tidak tinggi, terlepas dari historisnya 100 tahun terakhir belum ada peningkatan signifikan," ucapnya.

 

3 dari 4 halaman

Kesimpulan

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim gempa Cianjur disebabkan Gunung Gede dan Pangrango tidak benar.

Berdasarkan analisis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) gempa Cianjur merupakan gempa tektonik bukan vulkanik, sampai saati ini aktivitas gunung Gede masih berada di level 1 atau normal.

 

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.