Sukses

Video Hoaks Sepekan: Tol Becakayu Amblas hingga Jokowi Bagi-Bagi Kaos 3 Periode

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah kabar hoaks masih beredar di media sosial selama sepekan terakhir. Beberapa di antaranya menyebar dalam bentuk video.

Satu di antaranya video yang diklaim tol Becakayu amblas. Video itu beredar sejak pekan lalu. Salah satu akun ada yang mempostingnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 14 Juni 2022.

Dalam postingannya terdapat video berdurasi 26 detik yang menggambarkan sebuah mobil tidak masuk jalan di bawah jembatan.

Postingan itu disertai narasi "Tol be-cak kayu amblas nie"

Namun setelah ditelusuri, postingan video yang menyebut tol Becakayu amblas adalah hoaks. Faktanya jembatan dalam video tersebut merupakan bagian dari girder atau gelagar jembatan yang memanjang diantara dua penyangga atau pilar milik proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Selain video tol Becakayu amblas, terdapat video hoaks lainnya yang telah ditelusuri selama sepekan. Berikut rangkumannya.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 

2 dari 4 halaman

Jutaan Umat Muslim di India Turun ke Jalan Protes Penghinaan Nabi Muhammad SAW

Sebuah video yang diklaim jutaan umat muslim di India turun ke jalan, memprotes penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 11 Juni 2022.

Dalam video itu, tampak sebuah ruas jalan dipenuhi warga. Mereka terlihat memakai baju serba putih. Mereka juga membawa spanduk dan bendera.

Video berdurasi 2 menit 20 detik itu kemudian diklaim sebagai aksi protes jutaan umat muslim di India karena penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW.

"jutaan umat muslim India turun ke jalan atas penghinaan kepada Nabi Muhammad SAW," tulis salah satu akun Facebook.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 25 kali ditonton dan mendapat 6 komentar warganet.

Setelah ditelusuri, video yang diklaim jutaan warga India turun ke jalan memprotes penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW ternyata tidak benar.

Faktanya, demonstran dalam video tersebut bukan umat islam di India, melainkan umat islam di Bangladesh. Aksi protes dalam video itu bukan dilakukan baru-baru ini, melainkan pada November 2020.

Baca selengkapnya di tautan berikut ini.

 

3 dari 4 halaman

Jokowi Bagi-Bagi Kaos 3 Periode

Sebuah video yang diklaim Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Jokowi membagikan kaos 3 periode beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 6 Juni 2022.

Pada awal video, terlihat Jokowi dan Iriana sedang membagikan kaos dari atas mobil jip terbuka. Mereka dikawal sejumlah anggota paspampres.

Pada klip selanjutnya, terdapat gambar kaos bergambar wajah Jokowi dengan tulisan "TIGA PERIODE". Video berdurasi 2 menit 17 detik itu kemudian dikaitkan dengan kabar bahwa Jokowi membagikan kaos 3 periode.

"Nah ini dia vidionya ...ternyata jokowi dan istrinya yg menyebarkan kaos jokowi 3 periode....ayo polisi berani tangkap gak .... 😂🤔," tulis salah satu akun Facebook.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 206 kali ditonton dan mendapat 16 komentar warganet.

Setelah ditelusuri, video yang diklaim Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Jokowi membagikan kaos 3 periode ternyata tidak benar. Faktanya, video bagi-bagi kaos yang dilakukan Jokowi merupakan kegiatan kampanye Pilpres di Banyumas pada 2019 lalu. Kaos yang dibagikan bukan 3 periode.

Baca selengkapnya di tautan berikut ini.

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.