Sukses

Ahli Ingatkan Masyarakat Tak Sepelekan Covid-19 Varian Omicron

Liputan6.com, Jakarta - Kasus covid-19 di Indonesia mulai beranjak naik. Itu sebabnya kewaspadaan harus terus dilakukan agar situasi seperti gelombang kedua tahun lalu tidak terulang.

Hingga Jumat (28/12/2022) terdapat 9.905 kasus baru covid-19. Jumlah kasus yang melonjak ini tak lepas dengan hadirnya varian Omicron.

Meski disebut gejala orang yang terpapar covid-19 varian Omicron lebih ringan, namun tetap tak boleh dianggap sepele. Hal ini disampaikan dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc, Sp. PD yang juga seorang vaksinolog.

"Omicron ini tetap covid-19 dan bukan flu biasa. Virus covid-19 varian Omicron ini tetap bisa memicu kematian pada orang berisiko tinggi seperti lansia, orang dengan komorbid, dan orang yang belum divaksin," ujar dr Dirga dalam Virtual Class Liputan6.com, Jumat (28/2/2022).

"Kalau semua orang sakit dalam waktu bersamaan terutama orang yang berisiko tadi maka RS bisa kolaps. Jadi kita harus tetap waspada dan tidak boleh menganggap remeh covid-19 varian Omicron ini meskipun gejalanya tidak seberat varian delta," ujarnya menegaskan.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.