Sukses

Kumpulan Hoaks Seputar Robot, Terkandung di Vaksin Hingga Pengawal Raja Bahrain

Liputan6.com, Jakarta - Tak semua informasi atau konten yang beredar di media sosial benar. Bahkan tak sedikit konten tersebut merupakan hoaks atau informasi palsu.

Itu sebabnya verifikasi dan memeriksa informasi menjadi penting agar kita tidak terpapar hoaks. Tak cuma manusia, robot pun juga seringkali menjadi bahan oleh para pembuat hoaks.

Lalu apa saja hoaks seputar robot? Berikut beberapa di antaranya:

1. Cek Fakta: Tidak Benar Video Robot Bodyguard Kawal Raja Bahrain di Dubai

Beredar di media sosial postingan video yang menyebut Raja Bahrain dikawal bodyguard berbentuk robot saat tiba di Dubai. Postingan itu menyebar sejak beberapa hari lalu.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 15 Januari 2022.

Dalam postingannya terdapat video berdurasi 30 detik bergambar robot yang sedang berjalan dengan seseorang yang disebut Raja Bahrain.

Postingan video itu disertai narasi:

"Raja Bahrain tiba d Dubai dengan robot bodyguardnya. Bisa 6 bahasa, menyelamatkan dia dr kerusuhan ( digendong) . Bisa berantem, ngejar, nembak. Robotnya punya alat kejut listrik, 360 drajat sistem kamera juga infrared kamera. 3 buah senjata mesin tersembunyi dengan amunisi yg cukup untuk melawan 1050 org, dan senjata api sniper laser. Juga membawa obat2an dan air. Bodyguard robot seharga .4 juta US."

Lalu benarkah postingan video yang menyebut Raja Bahrain dikawal bodyguard berbentuk robot saat tiba di Dubai? Simak dalam artikel berikut ini...

2. Cek Fakta: Hoaks Vaksin Berisi Robot Nano dan Chip RFID, Simak Penjelasannya

Pada 24 Januari 2021, pengguna Facebook atas nama James Bowie membagikan klaim yang menyebut di dalam vaksin terdapat robot nano dan chip RFID. Dia juga mengklaim kalau vaksin bisa mempunyai efek samping yang sangat parah.

Begini klaim James Bowie soal vaksin terdapat robot nano dan chip RFID:

"Efek samping vaksin ada yg jangka pendek. dan ada juga yg jangka panjang terjadi nya Yg jangka pendek: LUMPUH DAN MENINGGAL

Yang jangka panjang : WABAH PENYAKIT JENIS BARU

(Tunggu saat robot nano di dalam vaksin di gabungin dengan CHIP RFID buat alat segala transaksi yg di tanam dalam tubuh dan Jaringan hape 5G udah mulai digunakan dengan menyeluruh)"

Klaim itu mendapat banyak reaksi dari netizen, yakni 38 like dan 39 komentar hingga saat ini.

Lalu, benarkah vaksin terdapat robot nano dan chip RFID serta bisa menyebabkan wabah baru hingga meninggal dunia? Simak dalam artikel berikut ini...

3. Cek Fakta: Tidak Benar Video Sepasang Robot Buatan China Menari di Shanghai Disneyland

Media sosial, Facebook, dihebohkan dengan sebuah video yang diklaim sepasang robot sedang menari. Diklaim robot itu buatan China yang menyerupai pria dan wanita sedang menari di Shanghai Disneyland.

Salah satu akun Facebook yang mengunggah video klaim sepasang robot buatan China menari di Shanghai Disneyland adalah Mercy Ingaro. Begini narasi yang dia buat untuk unggahan video tersebut:

"Tarian klasik ini diciptakan di China dan disiarkan di Shanghai Disneyland.

Mereka bukan penari, tapi robot buatan China!

Waktu pertunjukan hanya sekitar 5 menit, tetapi waktu untuk antre membeli tiket adalah 4 jam dan harga tiketnya 499 yuan.

Kedua penari tersebut adalah robot. Mereka terlihat begitu nyata sehingga tidak dapat dibedakan dari manusia!"

Lalu, benarkah itu video sepasang robot buatan China menari di Shanghai Disneyland? Simak dalam artikel berikut ini...

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.