Sukses

Cek Fakta: Tidak Benar Foto Masjid Meledak Saat Salat Jumat, 50 Jemaah Meninggal Dunia

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah foto yang diklaim masjid mengalami ledakan dan menyebabkan 50 anggota jemaah meninggal dunia beredar di media sosial.

Foto tersebut disebarkan situs biarglowing.blogspot.com dengan judul artikel "Innalillahi, Masjid Meledak Saat Waktu Sholat Jumat, Sebanyak 50 Jamaah Meninggal Dunia, Semoga Husnul Khotimah Aamiin".

Dalam foto tersebut, tampak bagian kubah sebuah masjid terbakar. Beberapa warga terlihat di sekitar lokasi kebakaran. Selain itu, terlihat juga asap hitam mengepul di lokasi kebakaran.

Foto tersebut kemudian dikaitkan dengan peristiwa masjid meledak saat salat hingga mengakibatkan 50 anggota jemaah meninggal dunia.

Benarkah foto tersebut menggambarkan masjid meledak dan mengakibatkan 50 anggota jemaah meninggal dunia? Berikut penelusurannya.

 

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri foto yang diklaim masjid mengalami ledakan dan menyebabkan 50 jamaah meninggal dunia. Penelusuran dilakukan dengan mengunggah foto tersebut ke situs Yandex.

Hasilnya terdapat artikel yang memuat foto serupa. Artikel tersebut berjudul "10 Ruko dan Kubah Masjid Terbakar di Aceh Utara" yang dimuat situs mediaaceh.co pada 29 Desember 2019 lalu.

Berikut gambar tangkapan layarnya:

Gambar Tangkapan Layar Artikel dari Situs mediaaceh.co.

MEDIAACEH.CO, Aceh Utara – Sebanyak 10 unit ruko di Keude Alue Bungkoh, Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara, Sabtu (28/12/2019) pagi ludes terbakar. Selain itu, kubah utama Masjid Taqarrub yang berada di dekat deretan ruko tersebut juga ikut terbakar.

Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin, melalui Kapospol Pirak Timu Ipda Bambang S kepada mediaaceh.co menyebutkan, menurut dugaan sementara, kebakaran terjadi akibat korsleting listrik dari salah satu ruko yang berkonstruksi papan tersebut.

“Hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), kita ketahui api bersumber dari korsleting listrik dari ruko milik Riza Abdullah yang berada di bagian tengah. Api dengan cepat merembet ke ruko lainnya dan juga menghanguskan kubah masjid,” ujar Bambang.

Kata Bambang, para pemilik ruko tidak dapat menyelamatkan harta bendanya, karena api dengan cepat menghanguskan semua bangunan kayu itu. “Kita perkirakan kerugian materi mencapai Rp 1,5 miliar lebih,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, Amir Hamzah secara terpisah mengatakan, kebakaran itu terjadi sekitar pukul 07.15 WIB.

“Ada empat unit armada Pemadam Kebakaran dari Pos Landing, Lhokseumawe dan Alue Bilie yang melakukan Pemadaman sampai pukul 09.30 WIB,” kata Amir.

“10 ruko yang terbakar masing-masing milik Riza Abdullah (40), M Rakyat (30), Fais (30), Khadijah (80), Abdurrahman (50), Saifuddin (45), Ainol Mardhiah (48), M Nasir (40), Nurleli (40), dan Furol (30),” tutup Amir Hamzah.

 

Referensi:

https://mediaaceh.co/2019/12/29/10-ruko-dan-kubah-masjid-terbakar-di-aceh-utara/

 

3 dari 4 halaman

Kesimpulan

Foto yang diklaim masjid mengalami ledakan dan menyebabkan 50 anggota jemaah meninggal dunia ternyata tidak benar. Faktanya, masjid yang terbakar pada foto tersebut adalah Masjid Taqarrub di Gampong Alue Bungkoh, Ibu Kota Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara. Kebakaran terjadi pada Sabtu, 28 Desember 2019 lalu.

Penyebab masjid terbakar bukan karena ledakan, melainkan korsleting listrik. Selain itu, tidak disebutkan adanya korban jiwa dari jemaah masjid akibat kebakaran tersebut.

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.