Sukses

Cek Fakta: Tidak Benar Video Ini Penyebaran Racun di Udara

Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video penyebaran diracun di udara. Klaim tersebut diunggah akun Facebook Anto Kamplengback, pada 20 Juli 2021.

Klaim yang diunggah berupa dua video, dan satu tangkapan layar artikel.

Unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Jangan heran jika belakangan ini banyak orang yang sakit, karena udara sengaja sedang diracun

#RezimLaknat"

Video yang pertama adalah siaran berita Metro Tv, dalam video tersebut menampilkan peswat yang mengeluarkan cairan dari bagian belakang.

Berikut transkrip narasi pembawa berita dalam video tersebut:

"TNI Angkatan Laut menyemprot cairan disinfectan di wilayah Kabupaten Bangkalan dan Kota Surabaya dengan menggunakan pesawat terbang, kegiatan ini dilakukan untuk membantu pemerintah dalam memutus penyebaran Covid-19.

Empat petugas dilibatakan menyemprotkan cairan disinfektan dengan pesawar wilayah yang menjadi sasaran penyemprotan adalah sejumlah kecamatan di Bangkalan, wilayah tersebut saat ini berada di zona merah karena pasien covid-19 lonjakan tajam. Sementara wilayah Kota Surabaya yang disemprot difokuskan pada gedung pemerintahan serta pusat penanganan pasien Covid-19. Di antaranya Gedung Graha Grahadi, Jalan Pahlawan dan Indra Pura, serta Rumah Sakit dr Sutomo dan Asrama Haji"

Video berikutnya menampilkan garis putih menyerupai awan di langit.

Selain video, unggahan tersebut juga menampilkan tangkapan layar artikel berjudul "BUKTI Bahwa COVID-19 Disemburkan Chemtrails".

Benarkah klaim video penyebaran diracun di udara? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video penyebaran racun di udara, dengan mencari sumber video siaran berita MetroTV. Penelusuran mengarah pada artikel berjudul "TNI AL Semprot Bangkalan dengan Ribuan Liter Disinfektan dari Pesawat" yang dimuat artikel situs metrotvnews.com, pada 29 Juni 2021.

Artikel situs  situs metrotvnews.com memuat video yang identik dengan klaim penyebaran racun di udara.

 

 

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim penyebaran racun di udara

Berikut keterangan video tersebut:

"TNI Angkatan Laut menyemprotkan ribuan liter cairan disinfektan di wilayah Bangkalan, Madura dan Kota Surabaya, Jawa Timur. Penyemprotan dilakukan menggunakan pesawat terbang selama tiga hari."

Penelusuran dilanjutkan pada video kedua, yang menampilkan garis putih menyerupai awan dilangit, sebelumnya Cek Fakta Liputan6.com telah menelusuri video serupa dalam artikel berjudul "Cek Fakta: Tidak Benar Penampakan Penyebaran Zat Kimia Penyebab Penyakit di Langit"Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim penampakan penyebaran zat kimia penyebab penyakit di langit tidak benar.

Asap putih seperti awan yang terlihat di langit setelah pesawat lewat adalah hal yang biasa, fenomena jejak putih itu dikenal dengan jejak kondensasi pesawat terbang atau disebut dengan condensation trail yang disingkat Contrail.

Penelusuran berikutnya pada tangkapan layar artikel berjudul "BUKTI Bahwa COVID-19 Disemburkan Chemtrails". Penelusuran dilakukan menggunakan Google Serach dengan kata kunci 'BUKTI Bahwa COVID-19 Disemburkan Chemtrails'.  Hasilnya tidak ditemukan artikel yang identik dengan klaim tersebut.

 

Sumber:

 

https://www.metrotvnews.com/play/bVDCQnnl-tni-al-semprot-bangkalan-dengan-ribuan-liter-disinfektan-dari-pesawat

 

3 dari 4 halaman

Kesimpulan

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com,  klaim video penyebaran diracun di udara tidak benar.

Video yang dijadikan bahan klaim tersebut tidak terbukti melakukan penyebaran racun di udara.

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.