Sukses

Cek Fakta: Video Hoaks Bill Gates Kantongi Rp 2,9 Kuadriliun dari Penjualan Vaksin Virus Corona

Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com menemukan sebuah video yang menyebut Bill Gates mendapatkan keuntungan pribadi hingga 200 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 2,9 kuadriliun dari penjualan vaksin virus corona.

Channel YouTube yang mengunggah video Bill Gates untung besar dari penjualan vaksin virus corona adalah IE Network. Dia pun memberikan narasi seperti ini untuk judul video:

"Bill Gates admits on CNBC TV he's making 200 BILLION US$ on his Vaccinations"

Bila diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi:

"Bill Gates mengaku kepada CNBC TV menghasilkan 200 miliar AS dari vaksinasi"

Sejak diunggah di YouTube, video tersebut Bill Gates untuk besar dari penjualan vaksin virus corona sudah dilihat 576 kali. Video itu berdurasi 25 detik.

Lalu, benarkah Bill Gates untuk besar dari penjualan vaksin virus corona?

 

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com membuat tangkapan layar untuk menelusuri kebenaran informasi tersebut. Kemudian, tangkapan layar itu dimasukkan ke mesin pencari, Google Image.

 

Hasil tangkapan layar mengarahkan ke situs CNBC dengan judul: "Bill Gates: My ‘best investment’ turned $10 billion into $200 billion worth of economic benefit". Itu merupakan video wawancara Bill Gates dengan jurnalis CNBC, Becky Quick pada 23 Januari 2019. Dalam video tersebut, Bill Gates membahas manfaat ekonomi dari peningkatan vaksinasi.

Namun, dalam video aslinya, pendiri Microsoft ini tidak menyebutkan keuntungan pribadi selama wawancara. Bill Gates malah membahas manfaat sosial dan ekonomi yang dihasilkan oleh investasi yayasan amalnya dalam pembuatan vaksin.

Yayasan Bill & Melinda Gates mengalokasikan miliaran dolar untuk membuat vaksin melawan penyakit polio, HIV, dan Malaria. Pada Juni lalu, yayasan itu menjanjikan 7,4 miliar dolar AS kepada aliansi vaksin global, Gavi untuk membantu program imunisasi yang terganggu akibat pandemi virus corona.

Hasil penelusuran Google juga mengarahkan ke situs AFP dengan judul: "Misleading Facebook post claims Bill Gates is making $200 billion from vaccine". Artikel itu tayang pada 23 September 2020.

Dalam artikel tersebut, AFP menelusuri pencarian dengan kata kunci: "Bill Gates $200 billion vaccine". Hasil penelusuran mengarahkan ke artikel Wall Street Journal pada 16 Januari 2019 dengan judul: "Bill Gates: The Best Investment I’ve Ever Made".

Artikel itu menjeaskan infestasi sebesar 10 miliar dolar AS yang dibuat oleh yayasannya di tiga organisasi kesehatan global, Gavi, Global Fund, dan Global Polio Eradication Initiative.

"Misalkan yayasan kami tidak berinvestasi di Gavi, Global Fund, dan GPEI dan malah memasukkan 10 miliar dolar AS itu ke dalam S&P 500, berjanji untuk memberikan saldo ke negara berkembang 18 tahun kemudian. Pada minggu lalu, negara-negara itu akan menerima sekitar 12 miliar dolar AS, disesuaikan dengan inflasi, atau 17 miliar dolas AS jika kita memperhitungkan dividen yang diinvestasikan kembali," kata Bill Gates.

"Bagaimana jika kita menginvestasikan 10 miliar dolas AS dalam proyek energi di negara berkembang? Dalam hal ini, pengembaliannya akan menjadi 150 miliar dolas AS. Bagaimana dengan infrastruktur? 170 miliar dolas AS. Namun, dengan berinvestasi di lembaga kesehatan global, kami melampaui semua pengembalian itu: 10 miliar dolas AS yang kami berikan untuk membantu menyediakan vaksin, obat-obatan, kelambu, dan persediaan lainnya di negara-negara berkembang sekitar 200 miliar dolar AS dalam manfaat sosial dan ekonomi," sambungnya.

 

3 dari 4 halaman

Kesimpulan

Video yang menyebut Bill Gates untung pribadi hingga 200 miliar AS dengan menjual vaksin virus corona adalah hoaks. Faktanya, itu merupakan video wawancara Bill Gates dengan jurnalis CNBC, Becky Quick pada 23 Januari 2019. Dalam video tersebut, Bill Gates membahas manfaat ekonomi dari peningkatan vaksinasi, bukan keuntungan pribadi.

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.