Sukses

6 Fakta Ini Bantah Informasi Salah tentang Jerawat yang Berkembang di Masyarakat

Liputan6.com, Jakarta - Jerawat merupakan salah satu masalah kulit yang sering dialami banyak orang. Pria dan wanita biasanya punya masalah dengan jerawat yang bisa membuat rasa percaya diri berkurang.

Jerawat bisa muncul akibat jarang membersihkan wajah atau juga pola makan yang tak baik. Pipi, kening, dan dagu menjadi bagian muka yang paling sering jerawatan.

Untuk menghilangkan jerawat sendiri bisa dibilang susah-susah gampang. Tak sedikit orang yang memilih menggunakan obat jerawat.

Namun ada juga cara alami yang juga cukup efektif menghilangkan jerawat. Caranya ialah dengan memanfaatkan air garam.

Berikut ini, ada enam informasi salah mengenai jerawat dan fakta-fakta yang sebenarnya, seperti dikatakan oleh Nisha Desai, MD, Dermatologi, yang dikutip dari NorthShore.

 

2 dari 8 halaman

Hanya Remaja yang Berjerawat

Informasi Salah: Hanya remaja yang berjerawat

Fakta: Sekitar 25 persen pria dewasa dan 50 persen wanita dewasa faktanya bisa jerawatan. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari hormon yang berfluktasi, obat-obatan, atau produk wajah dan rambut.

Jerawat pada orang dewasa sama seperti jerawat lainnya. Ini bisa dihilangkan dengan perawatan kulit yang tepat, termasuk melindungi diri dari sinar matahari, dan bantuan dari dokter kulit.

 

3 dari 8 halaman

Faktor Gentika

Informasi Salah: Jerawat disebabkan oleh genetika

Fakta: Faktor genetika memang berperan dalam perkembangan jerawat. Namun, ada juga orang yang jerawatan akibat perubahan gaya hidup.

Dalam hal ini, jerawat bisa dikendalikan dengan cara diet seimbang, cukup tidur, dan menghindari permukaan yang penuh dengan kuman.

 

4 dari 8 halaman

Tanning yang Salah

Informasi Salah: Tanning bisa membersihkan atau mencegah jerawat serta tabir surya menyumbat pori-pori.

Fakta: Justru sebaliknya. Tanning berlebihan bisa berbahaya untuk kulit dan menjadi mudah untuk menyebabkan jerawat. Paparan sinar UV benar-benar mengeringkan kulit, yang sebenarnya bisa menyebabkan jerawat di masa depan.

Di sisi lain, sudah banyak tabir surya atau sinar UV yang mengandung seng oksida, bisa melawan bakteri yang menyebabkan jerawat.

 

5 dari 8 halaman

Disebabkan Minyak?

Informasi Salah: Jerawat disebabkan karena minyak dan kotoran (komedo) di muka yang tidak dicuci dengan benar.

Fakta: Jerawat dimulai dari dalam kulit dan membutuhkan waktu untuk terbentuk. Sedangkan komedo terjadi ketika kelenjar di dalam kulit memproduksi minyak terlalu banyak. Ketika protein keratin menumpuk di pori-pori dan terpapar ke udara, itu bakal mengalami perubahan menjadi hitam. Selanjutkan menjadi komedo, sementara pori-pori bagian dalam tidak terpapar menjadi whitehead.

 

6 dari 8 halaman

Sering Mencuci Wajah Ternyata Salah

Informasi Salah: Mencuci wajah dengan sabun cuci muka merupakan cara terbaik mencegah jerawat

Fakta: Terlalu banyak mencuci wajah bisa merusak kulit Anda. Malahan, bisa saja hal tersebut membuat jerawat menjadi lebih banyak. Kemudian jika Anda menggunakan pembersih wajah dengan scrub kasar secara berlebihan, kulit bisa saja mengelupas dan mengalami iritasi karena terlalu banyak alkohol dalam produk itu.

 

7 dari 8 halaman

Pecahkan Jerawat

Informasi Salah: Memecahkan jerawat bisa menghilangkan jerawat sepenuhnya

Fakta: Jika Anda menghilangkan jerawat yang belum terbentuk sepenuhnya bisa menyebabkan jerawat bertambah banyak. Sebab, ini bisa mendorong bakteri melebar di kulit Anda.

Wajah Anda yang tidak ada jerawat bisa saja terinfeksi karena bakterinya telah menyebar. Memecahkan jerawat juga bisa merusak kulit secara permanen.

Yang terbaik adalah membiarkan jerawat sembuh dengan sendirinya. Biasanya, penyembuhan jerawat secara alami membutuhkan waktu selama satu atau dua minggu.

 

8 dari 8 halaman

Tentang Cek Fakta

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.