Sukses

Cek Fakta: Tidur Terlalu Malam Sebabkan Kanker Hati? Ini Faktanya

Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang tidur terlalu malam dapat menyebabkan kanker hati beredar di media sosial. Kabar ini disebarkan situs ber-syukur.xyz dengan judul artikel "Inilah Akibatnya Jika Tidur Terlalu Malam dan Bangun Terlalu Siang".

Berikut narasinya:

AWAS KANKER HATI, MOHON BACA SAMPE SELESAI !!JANGAN LUPA DISHARE

Para dokter di NATIONAL TAIWAN Hospital melakukan penemuan terbaru, penyebab utama kerusakan hati adalah tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang.

Hati yang mengalami kerusakan atau kanker hatiJangan tidur lewat dari jam 10 malam, karena malam hari Pkl 11 s/d dini hari Pkl 01 adalah Proses Detox di bagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.Pkl 01 s/d 03 Proses Detox di bagian Empedu dalam kondisi tidur.Pkl 03 s/d 05 Proses Detox bagian Paru-paru.Pkl 05 s/d 07 Proses Detox bagian Usus Besar, sebaiknya Buang Air Besar...Pkl 07 s/d 09 Prose Penyerapan Gizi bagi Usus Halus, jadi harus makan pagi.Begadang dan bangun terlalu siang mengacaukan Metabolisme tubuh, selain itu dari tengah malam s/d Pkl 04 dini hari adalah waktu bagi Sumsum Tulang Belakang untuk memproduksi darah.

So, Keep Your Health Guys..Forward ke orang-orang yang kamu sayangi PENTING BUAT YANG SUKA BEGADANG...Menurut Dennis G West, pengarang buku Kesehatan Best Seller, hal-hal yang harus di perhatikan :Jawablah telepon menggunakan telinga sebelah kiriJangan minum Obat dengan Air DinginJangan makan makanan berat setelah jam 6 malamMinum lebih banyak Air Putih di pagi hari, malam lebih sedikitJam tidur yang Paling Baik jam 10 malam sampai jam 5 pagiJangan terlalu cepat berbaring setelah minum obatKetika Battery HP tinggal satu jangan angkat telpon karena Radiasi meningkat hingga 100 kali.

Semoga info-info singkat ini dapat bermanfaat dalam kehidupan kita sehari-hari. Jangan lupa untuk mengajak keluarga, teman, saudara, dan orang-orang yang kita sayangi untuk selalu menjaga kesehatannya untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan.

 

 

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Cek fakta Liputan6.com menelusuri kabar tentang kanker hati yang disebabkan tidur terlalu malam. Penelusuran dilakukan menggunakan situs google dengan memasukkan kata kunci "tidur terlalu malam bikin kanker hati".

Hasilnya terdapat sejumlah artikel yang membantah kabar tersebut. Misalnya saja artikel "Viral Tidur Terlalu Malam Sebabkan Kanker Hati, Mitos atau Fakta?" yang dimuat situs Liputan6.com.

Liputan6.com, Jakarta Pesan berantai di grup-grup WhatsApp tentang kebiasaan tidur terlalu malam bisa menyebabkan kanker hati kembali muncul ke permukaan.

Broadcast ini menyebutkan bahwa jam-jam tertentu tubuh melakukan detoksifikasi. Dalam broadcast yang tidak jelas siapa penulisnya ini menyebutkan tidur terlalu malam menyebabkan kerusakan hati.

Tak cuma di WhatsApp, pesan tersebut pun banyak bertebaran di beberapa blog. Berikut bunyi pesan itu:

Para dokter di NATIONAL TAIWAN Hospital melakukan penemuan terbaru, penyebab utama kerusakan hati adalah tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang.

Jangan tidur lewat dari jam 10 malam, karena malam hari Pkl 11 s/d dini hari Pkl 01 adalah Proses Detox di bagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas

.Pkl 01 s/d 03 Proses Detox di bagian Empedu dalam kondisi tidur

.Pkl 03 s/d 05 Proses Detox bagian Paru-paru

.Pkl 05 s/d 07 Proses Detox bagian Usus Besar, sebaiknya Buang Air Besar...

.Pkl 07 s/d 09 Proses Penyerapan Gizi bagi Usus Halus, jadi harus makan pagi.

Begadang dan bangun terlalu siang mengacaukan Metabolisme tubuh, selain itu dari tengah malam s/d Pkl 04 dini hari adalah waktu bagi Sumsum Tulang Belakang untuk memproduksi darah.

Penjelasan Pakar

Health-Liputan6.com menanyakan pesan ini kepada dokter spesialis penyakit dalam konsultan Tunggul Sutumorang. Dia tidak menampik bahwa pesan-pesan seperti itu memang sangat dinikmati oleh banyak orang. Sayangnya, pesan itu hanya menghubung-hubungkan tapi tidak betul isinya.

"Pesan seperti ini mengajukan fakta-fakta tapi (dia) membuat hubungan sendiri," kata Tunggul saat ditemui di Jakarta Pusat pada Kamis (17/10/2019).

Misalnya dalam kalimat begadang bisa mengacaukan metabolisme tubuh. Hal itu ada yang benar. "Jangankan begadang, yang makan tidak benar itu juga bisa mengacaukan metabolisme tubuh," katanya.

Tunggul mengatakan pesan ini tidak ilmiah, terlebih dalam dunia kedokteran segala sesuatu harus berdasarkan bukti ilmiah.

"Kita harus berdasarkan evidence. Jadi, bicaralah yang terukur ada evidence (bukti), terukur dan berdasarkan ilmu pengetahuan," pesannya.

Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dalam situs resminya kominfo.go.id, pada 6 Maret 2019 melakukan pengujian fakta terhadap kabar tersebut, dengan memuat artikel berjudul "[DISINFORMASI] Awas !!! Yang Suka Tidur Terlalu Malam Dan Bangun Terlalu Siang, Berhati-Hatilah, Karena Anda Lebih Rentan Akan Terserang Kanker Hati !!!. 

Berikut isinya.

"KATEGORI: HOAKS/DISINFORMASI

Penjelasan : Media sosial kembali dihebohkan dengan berita yang membuat banyak orang ketakutan. Postingan ini di post dengan caption "AWAS !!! YANG SUKA TIDUR TERLALU MALAM DAN BANGUN TERLALU SIANG, BERHATI-HATILAH, KARENA ANDA LEBIH RENTAN AKAN TERSERANG KANKER HATI !!!"

Setelah ditelusuri lebih lanjut dampak negatif dari kurang tidur itu sendiri sebenarnya dapat membuat 1. konsentrasi kita berkurang, adapun 2. berdampak pada kesehatan antara lain; tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, diabetes, dan sebagainya. 3.Menurunkan Gairah Seksual, 4. Menjadi Pelupa, 5. Penyebab Depresi, 6.Obesitas, 7. Berpengaruh pada Kesehatan Kulit, 8. Meningkatkan Risiko Kematian, 9. Cepat Tua."

Dalam artikel tersebut, Kominfo memberi label disinformasi terhadap isu mengenai tidur terlalu malam dapat menyebabkan kanker hati. 

3 dari 4 halaman

Kesimpulan

Kabar tentang tidur terlalu malam dapat menyebabkan kanker ternyata tidak benar. Narasi yang disebarkan dalam situs ber-syukur.xyz berjudul "Inilah Akibatnya Jika Tidur Terlalu Malam dan Bangun Terlalu Siang" tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Loading
Artikel Selanjutnya
Cek Fakta: Langkah Jokowi Hadapi Virus Corona Seperti Tangani Demam? Ini Faktanya
Artikel Selanjutnya
Cek Fakta: Hoaks UNICEF Kirim Pesan Berantai Berisi Pencegahan Virus Corona