Sukses

[Cek Fakta] Hoaks Kentut Pria Asal Uganda Ini Bisa Matikan Nyamuk

Liputan6.com, Jakarta - Beredar sebuah kabar jika kentut seorang pria asal Uganda yang bisa membunuh nyamuk. Berita tersebut ditulis www.moms-ku.blogspot.com pada Jumat, 13 Desember 2019.

Artikel yang ditulis itu berjudul Kentutnya Bisa Membunuh Nyamuk, Pria Ini Diincar Perusahaan Pestisida.

[Cek Fakta] Kentut Pria Asal Uganda Ini Bisa Matikan Nyamuk, Benarkah?

Dalam tulisan itu dijelaskan, si pria bernama Joe Rwamirama membuat heboh publik dengan mengaku telah membunuh nyamuk sejauh enam meter menggunakan kentutnya.

Karena kemampuannya itu, Joe ditawarkan berbagai kesepakatan oleh perusahaan-perusahaan yang ingin menjadikan kentutnya sebagai obat nyamuk komersial.

"Seorang pria asal Uganda membuat heboh publik dengan mengaku telah membunuh nyamuk sejauh enam meter menggunakan kentutnya.

Alhasil pria bernama Joe Rwamirama itu ditawari berbagai kesepakatan oleh perusahaan-perusahaan yang ingin menjadikan kentutnya obat nyamuk komersial.

Pria berusia 48 tahun tersebut berasal dari Kampala, Uganda. Ia mengatakan mengonsumsi makanan layaknya manusia biasa. Kentutnya pun berbau dan tidak lebih buruk daripada orang lain. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi serangga seperti nyamukpenular penyakit malaria, justru gas yang keluar dari pantat orang ini sangatlah mematikan.

Kentut yang dihasilkan Joe dikenal sebagai pengusir serangga di sekitar kota. Orang-orang di sekelilingnya mengetahui saat Joe ada, maka para nyamuk secara ajaib akan menghilang dengan sendirinya. Beberapa mengatakan bahwa kentut pria tersebut telah berevolusi untuk melawan nyamuk.

"Dia dikenal di seluruh kota sebagai orang yang dapat membunuh nyamuk dengan kentutnya. Ketika Joe ada di sekitar kami, semua tahu bahwa nyamuk akan menghilang. Dia menghormati oang-orang di sekitarnya dan hanya akan kentut ketika ada nyamuk di sekitarnya yang membawa penyakit malaria,” terang seorang Tukang Cukur setempat, James Yoweri, seperti dilansir Oddity Central, Kamis (12/12/2019).

Bahkan seorang kepala daerah di Kampala telah mendengar tentang tawaran yang diberikan kepada Joe. Ia pun meminta pria tersebut membantu masyarakat untuk mengusir nyamuk yang menyerang lingkungan mereka.

“Dia (Joe) dengan hormat menerima tawaran ini dan membantu memberantas serangga. Dia melakukan pekerjaannya dan nyamuk-nyamuk tersebut terjatuh seperti lalat,” ungkapnya.

Joe yang melakukan pekerjaan ini untuk mencari nafkah bahkan mengaku bahwa kentutnya cukup kuat untuk melumpuhkan serangga dalam radius enam mil. Jika benar, maka radius kentut Joe bisa lebih besar daripada bom atom yang menghancurkan Hiroshima pada 1945.

“Saya berbau seperti pria normal, saya mandi setiap hari dan kentut saya sama seperti orang lain. Kentut ini hanya berbahaya bagi serangga kecil terutama nyamuk,” tuntas Joe."

 

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Tim Cek Fakta Liputan6.com mencoba menelusuri kebenaran dari kabar kentut pria asal Uganda yang bernama Joe Rwamirama bisa membunuh nyamuk.

Namun ternyata, berita tersebut tidaklah benar. Hal itu dibuktikan oleh artikel yang ditulis oleh www.liputan6.com pada Jumat, 13 Desember 2019.

Artikel tersebut berjudul Kentut Pria Uganda Dikabarkan Bisa Bunuh Nyamuk Ternyata Hoaks.

[Cek Fakta] Kentut Pria Asal Uganda Ini Bisa Matikan Nyamuk, Benarkah?

Dalam artikel itu dijelaskan, berita seorang kentut pria bisa mematikan nyamuk rupanya adalah sebuah hoaks yang dibuat oleh situs berita parodi dan satir.

Selain itu, foto yang digunakan dalam berita yang ditulis www.moms-ku.blogspot.com berasal dari berita lain. Keterangan asli untuk foto itu adalah: “A health worker checks the temperature of a man as part of the ebola screening upon entering the General Hospital in Goma, Democratic Republic of Congo, July 15, 2019.”

"Joe Rwamirama, pria asal Kampala, Uganda mengklaim dirinya sebagai pria yang mampu membunuh nyamuk dan serangga lain hanya dengan kentutnya. Berita ini rupanya adalah sebuah hoaks yang dibuat oleh situs berita parodi dan satir.

Dalam hoaks tersebut, pria berusia 48 tahun itu mengatakan bahwa para peneliti sedang melakukan studi terhadap kentutnya yang diklaim bisa membunuh nyamuk. Selain itu, laporan menyebutkan pekerja serabutan ini "menyelamatkan" desanya dari malaria.

"Dia dihormati orang-orang di sekitarnya dan hanya akan kentut ketika ada nyamuk yang membawa malaria di sekitarnya. Kentutnya menyingkirkan penyakit ini," ujar tukang cukur dalam berita tersebut yang bernama James Yoweri seperti dikutip dari The Sun pada Jumat (13/12/2019).

Dalam cerita tersebut, Joe mengatakan bahwa tidak ada satupun nyamuk yang bisa berada di sekitarnya.

"Saya makan makanan biasa seperti orang lain, tetapi tidak ada satu pun serangga yang hinggap di kaki saya, bahkan lalat pun tidak."

Ternyata, cerita ini adalah hoaks. Dikutip dari laman cek fakta Snopes, kabar ini bahkan menyebar ke beberapa media di dunia.

Cerita tentang Rwamirama pertama kali muncul pada 9 Desember di situs Ihlayanews. Dalam laman tersebut, tertulis dalam bahasa Afrika: "nuusparodie waarvan jy hou" atau "parodi berita yang Anda sukai."

"Unggahan di halaman dan situs web ihlayanews.com mungkin mengandung jejak kebenaran. Kami melakukan semua yang kami bisa untuk memastikan artikelnya benar-benar fiksi. Semua artikel di situs web kami ditujukan untuk pemirsa dewasa dengan selera humor yang gelap," tulis laman tersebut dalam halaman Facebooknya.

Selain itu, foto yang tertera merupakan gambar yang diambil di Republik Demokratik Kongo dan dipublikasikan di Reuters pada July 2019.

Keterangan asli untuk foto itu adalah: “A health worker checks the temperature of a man as part of the ebola screening upon entering the General Hospital in Goma, Democratic Republic of Congo, July 15, 2019.”"

 

3 dari 4 halaman

Kesimpulan

Apa yang dituliskan oleh www.moms-ku.blogspot.com soal pria di Uganda bernama Joe Rwamirama bisa mengeluarkan kentut mematikan nyamuk adalah hoaks atau tidak benar.

Foto yang digunakan dalam artikel tersebut juga bukanlah foto sebenarnya. Keterangan asli untuk foto itu adalah: A health worker checks the temperature of a man as part of the ebola screening upon entering the General Hospital in Goma, Democratic Republic of Congo, July 15, 2019.

 

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama 49 media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi hoax yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoax yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Loading
Artikel Selanjutnya
[Cek Fakta] Mengonsumsi Daun Pakis Berbahaya karena Memicu Kanker? Ini Faktanya
Artikel Selanjutnya
[Cek Fakta] Hoaks Kanibal Kabur ke Baubau Sultra