Sukses

[Cek Fakta] Hoaks Said Aqil Bilang Arab Negara Komunis

Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang Ketua PBNU Said Aqil Siradj yang menyebut China bukan negara komunis dan negara Arab justru negara komunis, viral di media sosial.

Kabar ini diunggah oleh akun Facebook Lank Ezzekiel pada Selasa 17 Desember 2019.

Akun ini mengunggah gambar tangkapan layar tentang pemberitaan Said Aqil dari situs embarxi.blogspot.com. Dalam Gambar tangkapan layar itu terdapat sebuah narasi "Said Aqil: Negara China Bukan Negara Komunis, Yang Komunis Itu Justru Arab?".

Konten yang diunggah Lank Ezzekiel telah 50 kali dibagikan dan mendapat 211 komentar warganet.

 

2 dari 3 halaman

Penelusuran Fakta

Setelah ditelusuri kabar tentang Said Aqil yang menyebut Arab adalah negara komunis ternyata tidak benar. Informasi ini dikutip dari situs Kementerian Komunikasi dan Informatika, kominfo.go.id dengan judul artikel "[HOAKS] Said Aqil: Negara China Bukan Negara Komunis, yang Komunis Itu Justru Arab".

Beredar postingan sebuah screenshoot dengan judul tulisan “Said Aqil: Negara China Bukan Negara Komunis, Yang Komunis Itu Justru Arab?,” yang dimuat di embarxi.blogspot.com. Postingan tersebut disertai dengan narasi “SETAN ITU TERDIRI DARI DUA GOLONGAN DARI BANGSA JIN DAN BANGSA MANUSIA BAGAIMANA MENURUT PENDAPAT ANDA TENTANG ORANG INI,”.

Setelah ditelusuri di media yang terpercaya mengenai berita tersebut tidak ditemukan. Adapun berita yang ditemukan di Timesindonesia.co.id dengan judul "Negara China Bukan Negara Komunis" bahkan dalam website yang terdapat di postingan tersebut embarxi.blogspot.com tidak ditemukan pernyataan Said Aqil yang menyebutkan "Yang Komunis Justru Arab".

Pernyataan Said itu sebenarnya pernah dimuat oleh situs timesindonesia.co.id dengan judul artikel "KH Said Aqil Siradj: Negara China bukan Negara Komunis". Namun situs embarxi.blogspot.com menambahkan narasi bahwa negara Arab justru negara komunis.

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siradj menegaskan bahwa tidak benar jika China adalah negara komunis. Wacana Negara China adalah Negara komunis, menurut Kiai Said hanya bagian dari sekenario politik beberapa kelompok yang ingin menjatuhkan pemerintahan Jokowi.

Hal itu, dianggap sudah menjadi kasus yang wajar bagi Indonesia yang menganut sistem demokrasi dan berpotensi menggunakan agama dan keyakinan sebagai alat politik tertentu termasuk di Indonesia.

"Sudah tidak ada ateisme, komunisme dan yang lainya sudah tidak ada. Semua itu sudah menjadi kepentingan politik," kata Kiai Said Aqil Siradj, dalam acara bedah buku "Islam Indonesia dan China, pergumulan santri Indonesia di Tiongkok" di kantor PB NU, Jakarta Pusat, Rabu (17/7/2019).

Selanjutnya, Kiai Said menyarankan semua NU dimana saja harus mampu memberikan pengaruh kepada seluruh umat muslim di dunia bahwa Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin.

"Oleh karena itu, NU dimana saja termasuk PCINU Tiongkok harus mampu memberikan pengaruh kepada muslim China dengan gagasan Islam Nusantara," pungkas KH Said Aqil Siradj.

 

3 dari 3 halaman

Kesimpulan

Ketua PBNU Said Aqil tidak pernah mengeluarkan pernyataan bahwa Arab adalah negara komunis. Gambar yang diunggah oleh akun facebook Lank Ezzekiel tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Loading
Artikel Selanjutnya
[Cek Fakta] Mengonsumsi Daun Pakis Berbahaya karena Memicu Kanker? Ini Faktanya
Artikel Selanjutnya
[Cek Fakta] Hoaks Kanibal Kabur ke Baubau Sultra