Liputan6.com, Jakarta - Prancis dan Inggris akan saling berhadapan dalam pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026. Laga yang juga dikenal sebagai play-off medali perunggu ini dijadwalkan berlangsung di Miami Stadium, Minggu (19/7/2026) pukul 04.00 WIB.
Meskipun kedua tim mungkin tidak mengharapkan untuk berada di posisi ini, pertandingan ini menawarkan kesempatan terakhir untuk meraih medali di turnamen akbar tersebut. Sebuah medali perunggu akan menjadi pencapaian signifikan, terutama bagi Inggris yang berpotensi mencatat hasil terbaik kedua mereka di Piala Dunia pria.
Selain medali, pertandingan ini juga menjadi panggung krusial dalam perburuan gelar Sepatu Emas. Penyerang Prancis, Kylian Mbappe, bersaing ketat dengan Lionel Messi untuk menjadi pencetak gol terbanyak turnamen. Bagi Prancis, ini adalah play-off perebutan tempat ketiga pertama sejak edisi 1986, sementara Inggris telah dua kali menelan kekalahan dalam laga serupa.
Jalan Terjal Menuju Play-off Perunggu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298232/original/069179300_1784159975-England_s_Jude_Bellingham__10_.jpg)
Prancis melangkah ke play-off ini setelah menelan kekalahan 2-0 dari Spanyol di babak semifinal. Sebelum kekalahan tersebut, tim asuhan Didier Deschamps mencatatkan enam kemenangan beruntun di Piala Dunia, dengan 16 gol yang dicetak dan hanya dua kebobolan.
Namun, di semifinal yang berlangsung di Dallas Stadium, Kylian Mbappe dan rekan-rekannya hanya mampu mencatatkan 0,31 Expected Goals (xG), sebuah indikator rendah untuk peluang mencetak gol. Pelatih Deschamps sendiri sebelumnya sempat menyebut Spanyol sebagai tim favorit menjelang pertandingan semifinal tersebut.
Di sisi lain, Inggris harus mengakui keunggulan juara bertahan Argentina dengan skor 2-1 di Atlanta pada semifinal. Inggris sempat unggul lebih dulu melalui gol Anthony Gordon, namun Lionel Messi tampil gemilang dengan menyumbangkan dua assist untuk gol-gol Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez yang membalikkan keadaan.
Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, menuai kritik atas dugaan naivitas taktisnya di semifinal. Inggris memiliki rekor buruk dalam tujuh pertandingan sistem gugur Piala Dunia melawan tim-tim yang berada di peringkat 10 besar dunia, selalu kalah. Mereka juga menjadi satu-satunya negara yang dua kali unggul di semifinal Piala Dunia pada abad ke-21 namun gagal melaju, yakni saat melawan Kroasia delapan tahun lalu dan Argentina.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297860/original/099954200_1784109220-cek_fakta_-_purbaya_kuis_tebak_nama_kota.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5380981/original/046199200_1760441878-klaim_link_magang_kemnaker.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299864/original/085658400_1784277079-pupuk_subsidi_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299546/original/056513500_1784263210-Screenshot_2026-07-17_111351.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297036/original/087342800_1784067028-fran2.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3477460/original/005190900_1623228647-england.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260364/original/000638100_1781588460-spanyol_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4682019/original/069510400_1702289989-20231211-Javier_Milei-AFP_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298217/original/010036300_1784154923-Argentina_s_Lautaro_Martinez_england.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297036/original/087342800_1784067028-fran2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299157/original/011157800_1784196356-prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299934/original/041038100_1784279853-cincin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298567/original/084606300_1784174337-000_C2B89X9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299908/original/050735200_1784278434-000_B8U93QE.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297102/original/031972000_1784078886-prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299466/original/011004700_1784258669-000_B8YD28N.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516473/original/017053500_1772306812-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4682019/original/069510400_1702289989-20231211-Javier_Milei-AFP_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5306587/original/071019600_1754415815-zidane.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298217/original/010036300_1784154923-Argentina_s_Lautaro_Martinez_england.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300046/original/078922200_1784285318-673-373-pildun.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299157/original/011157800_1784196356-prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299934/original/041038100_1784279853-cincin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298567/original/084606300_1784174337-000_C2B89X9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299908/original/050735200_1784278434-000_B8U93QE.jpg)