Sukses

10 Perubahan dari Pelatih Baru Barcelona

Gerardo "Tata" Martino sudah memimpin Barcelona untuk dua laga atau setidaknya untuk beberapa kali sesi latihan. Ini setidaknya sudah cukup bagi Tata untuk mendapatkan gambaran awal, strategi seperti apa yang akan digelarnya di Barcelona.

Dari dua laga yang sudah dilalui bersama Barcelona, tampak perbedaan-perbedaan mencolok yang coba diangkat Martino. Selain mempertahankan pakem sekaligus "ideologi" formasi 4-3-3, Tata ingin menghembuskan sesuatu yang baru kepada sistem permainan Barcelona. Apa saja perubahan yang ingin dicoba Tata? Berikut rincian yang dibeberkan Marca:

- Tetap Percaya Pola 4-3-3
Formasi ini tak bisa dinego lagi. Inilah yang membuat dia diboyong ke Camp Nou. Ini pula formasi yang memang kerap dipakainya semasa melatih Newell's Old Boys atau timnas Paraguay.

- Penguasaan Bola dan Permainan Langsung
Martino sudah memberi sinyal dirinya ingin Barcelona tetap mendominasi penguasaan bola dan mendikte lawan. Tapi salah satu perubahan yang ingin diusungnya yaitu mengurangi waktu transisi dan menghindari penguasaan bola yang terlalu lama. Tentu, ini membutuhkan gaya menyerang yang berbeda.

- Tempo tinggi dan pergerakan bola cepat
Inilah salah satu aspek yang membuatnya terkejut ketika pertama kali melatih Barcelona dan dia ingin mengambil manfaat dari ini. Permainan cepat tim, kecepatan dan presisi adalah aset yang berharga.

- Bek serang

Tata senang dua bek sayapnya menerobos ke depan dan menciptakan peluang. Dia yakin, tim bakal kesulitan bertahan ketika lebih banyak pemain maju ke depan, tapi ini berbahaya melawan tim yang andalkan serangan balik.

- Terus Menekan Hingga Pertahanan Aman
Inilah garis besar permainan tim musim ini. Kebetulan, ini sesuatu yang dikuasai Barcelona. Messi, Neymar, Pedro dan Alexis mengemban tugas ini. Idenya, tim bisa bertahan sejauh mungkin dari Victor Valdes.

- Bertahan dengan dua bek dan satu gelandang bertahan
Ketika tim menyerang, dua bek tengah dan satu gelandang bertahan biasanya bertahan. Namun begitu, karena gaya bermain tim yang sangat ofensif, tiga pemain ini pun terkadang terlalu maju ke depan. Pique tak jarang maju ke depan untuk mengikuti alur irama umpan.

- Langsung tembak
Martino tak mau tim mulai menembak ketika berada di kotak penalti. Dia ingin pemainnya untuk menembak setiap ada peluang sekecil apapun.

- Messi striker Palsu, Cesc dan Iniesta menusuk
Tata ingin Messi lebih dekat ke kotak penalti, bermain sebagai "striker palsu". Dimana kebetulan, di posisi inilah Messi cetak lebih banyak gol. Tata juga menginginkan Iniesta atau Cesc untuk menusuk dari lini tengah.

- Bola Mati
Tendangan sudut dan tendangan bebas di sekitar kotak penalti harus dihindari. Jika terjadi, Barca terapkan zona marking, posisi pemain sesuai dengan area yang akan dipertahankan. Hal sama juga ketika Barca mendapatkan bola-bola mati.