Sebuah Kisah Tentang Gol Harry Kane yang Datang Terlambat

Manuel Neuer sesali kegagalan Bayern Munchen di semifinal Liga Champions. Gol telat Harry Kane tak cukup bawa Die Roten ke final usai kalah agregat dari PSG.

Diterbitkan 07 Mei 2026, 14:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Penjaga gawang Bayern Munchen, Manuel Neuer, mengungkapkan rasa kecewa yang mendalam setelah timnya dipastikan gagal melangkah ke babak final Liga Champions 2025/2026. Ia berpendapat bahwa peluang Bayern untuk lolos sebenarnya terbuka lebar, namun momentum tersebut hilang karena gol balasan yang datang terlambat.

Allianz Arena menjadi panggung pertemuan besar saat Bayern Munchen menjamu juara bertahan, PSG, pada leg kedua babak semifinal dini hari tadi.

Memulai laga dengan posisi tertinggal 5-4 dari leg pertama, Bayern justru harus menerima kenyataan pahit dengan kebobolan lebih awal. Saat pertandingan baru berjalan tiga menit, Ousmane Dembele berhasil menaklukkan Manuel Neuer dan membawa tim tamu unggul.

Bayern terus berupaya memberikan tekanan hebat sepanjang laga dan baru mampu menyamakan skor menjadi 1-1 melalui aksi Harry Kane di pengujung babak kedua. Sayangnya, hasil imbang tersebut tidak memadai untuk mengantarkan "The Bavaria" menuju partai puncak musim ini.

Gol yang Terlambat

Dalam sesi wawancara bersama UEFA, Neuer sangat menyayangkan fakta bahwa Bayern baru bisa memecah kebuntuan saat waktu pertandingan hanya tersisa beberapa menit.

Ia meyakini jika gol penyama kedudukan tersebut lahir lebih awal, timnya masih memiliki cukup waktu untuk membalikkan keadaan guna mengamankan tiket final.

"Saya rasa gol kami tercipta di waktu yang terlambat. Kami tidak memiliki waktu untuk menciptakan peluang lagi atau membuat situasi bola-bola mati, dan segalanya sudah sangat terlambat," keluh Neuer di laman resmi UEFA.

Penyelesaian Akhir Jadi Sorotan

Selain masalah waktu, Neuer juga menyoroti performa lini depan timnya. Meski menilai "Die Roten" bermain cukup baik dan mampu menciptakan sejumlah peluang berbahaya, ia menyayangkan kurangnya ketajaman dalam penyelesaian akhir.

Kurangnya konversi peluang yang maksimal di area pertahanan lawan menjadi alasan utama mereka harus mengubur mimpi melaju ke final UCL.

"Saya rasa kami kurang maksimal di momen-momen kunci di pertandingan tadi. Saya rasa kami tidak cukup tajam ketika berada di area kotak penalti Paris," pungkas sang kiper.

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Juventus Intensif Pantau Gelandang Muda Tottenham Hotspur

Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan