Gabriele Gravina Ungkap Alasan Kegagalan Timnas Italia Lolos ke Piala Dunia 2026: Siapa yang Disalahkan?

Presiden FIGC Gabriele Gravina buka suara soal kegagalan Timnas Italia lolos ke Piala Dunia 2026. Siapa yang disalahkan?

OlehThomas
Diterbitkan 13 April 2026, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Gravina mencatat bahwa meskipun para pemain telah berjanji untuk memberikan yang terbaik, beberapa di antaranya mengalami cedera ringan yang mungkin memengaruhi penampilan mereka. Namun, ia juga menyoroti bahwa ada pemain yang berada dalam kondisi prima tetapi tetap tidak menunjukkan performa yang diharapkan di lapangan.

Dengan nada sarkastis, Gravina bahkan menyatakan, "secara teori, kami lebih kuat dari Irlandia Utara dan Bosnia," mengisyaratkan bahwa kegagalan tersebut bukan semata-mata karena kualitas tim secara keseluruhan, melainkan kurangnya performa optimal dari individu-individu di momen krusial. Pernyataan ini menggarisbawahi kekecewaan Gravina terhadap mentalitas dan kesiapan para pemain.

"Di atas kertas, kita lebih kuat. Saya bersama para pemain saat itu, mereka berjanji akan memberikan segalanya, dan mereka memang melakukannya. Namun, ada yang datang dengan kondisi cedera, dan ada juga yang datang dengan performa puncak tapi justru tampil di bawah ekspektasi saat pertandingan menentukan," tutur Gravina.

Krisis dan Regenerasi Sepak Bola Italia

Gabriele Gravina tidak menampik bahwa sepak bola Italia sedang menghadapi "krisis besar" akibat serangkaian kegagalan di kancah internasional. Salah satu masalah fundamental yang disorot adalah kurangnya regenerasi pemain muda yang berkualitas.

Gravina menyebutkan usulan Luciano Spalletti untuk mewajibkan pemain U-19 tampil sebagai starter di Serie A, namun ia mengakui bahwa implementasi kebijakan semacam itu sulit dilakukan secara hukum. Sebagai alternatif, ia menyarankan sistem insentif, seperti kredit pajak, untuk akademi muda Italia. Sayangnya, usulan ini belum mendapatkan persetujuan dari pemerintah.

Lebih lanjut, Gravina mengkritik keras sifat egois klub-klub profesional di Italia yang cenderung lebih mementingkan keuntungan bisnis jangka pendek daripada investasi dalam pembinaan pemain lokal. Sikap ini, menurutnya, menjadi penghambat utama bagi pertumbuhan dan perkembangan sepak bola Italia secara berkelanjutan, memperparah krisis yang ada.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan