Rayakan HUT ke-74, KOI Minta Atlet Berani Laporkan Kasus Pelecehan

Komite Olimpiade Indonesia meminta atlet berani mengungkap dan melaporkan bila menjadi korban pelecehan seksual seperti yang terjadi di panjat tebing.

OlehThomas
Diterbitkan 12 Maret 2026, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Komite Olimpiade Indonesia (KOI) atau NOC Indonesia genap berusaia 74 tahun pada 11 Maret 2026. Momen perayaan HUT ke-74 KOI dirayakan dengan tema “Indonesia Connected Globally, Athletes Protected Completly, United in Peace”.

Tema ini dipilih setelah melihat kondisi terkini dalam negeri dan dunia. Saat ini berkecamuk perang di Timur Tengah. Sedangkan di Indonesia, ramai kasus pelecehan seksual yang dialami atlet.

Sudah dua cabang olahraga yang terungkap terjadi pelecehan seksual oleh pelatih. Pertama di pelatnas panjat tebing dan yang terbaru pada cabor Kickboxing. Ketua KOI Raja Sapta Oktohari menghimbau para atlet Indonesia untuk berani melapor dan mengungkap bila menjadi korban tindakan pelecehan seksual maupun kekerasan fisik.

Kebetulan di perayaan HUT ke-74 KOI ini dihadiri banyak stakeholder olahraga Indonesia seperti Menpora Erick Thohir bersama Wamenpora Taufik Hidayat, perwakilan dari KONI, KORMI, NPC Indonesia, para ketua umum cabang olahraga termasuk ketua Federasi Panjat Tebing (FPTI) Yenny Wahid.

“Saya berterima kasih kepada pemerintah, Menpora. Dan khususnya berterima kasih kepada Ketua Panjat tebing. Serta keluarga besar Panjat tebing. Karena melalui Panjat tebing sudah disuarakan kepentingan para atlet, ofisial dan para insan olahraga Indonesia. Saya, Ketua Olimpiada Indonesia di usia yang ke-74 tahun menghimbau kepada semua atlet, semua ofisial, semua pelaku olahraga untuk berani bicara. Bahwa kalau ada perlakuan yang tidak sesuai dengan norma,” kata Okto kepada wartawan.

“Melakukan godaan, apalagi pelecehan sampai ke pelecehan seksual. Laporkan. Kami punya safeguarding. Setiap cabang olahraga telah berkoordinasi. Masing-masing sudah punya safeguarding. Jangan diam. Karena setiap suara itu akan menjadi keterwakilan dari teman-teman, dari yang lain. Yang mungkin hari ini ada yang diam,” tegas Okto.

Harapan KOI

Okto berharap kasus di Panjat tebing dan kickboxing menjadi yang terakhir. KOI bersama Kemenpora terus melakukan langkah-langkah agar kejadian memilukan di panjat tebing tidak terjadi lagi.

“Mudah-mudahan ini terakhir. Tapi kalau sampai ada lagi. Bicara aja kita semua insya Allah akan siap. Untuk mengawal sampai ujung. Bahwa kebiadapan ini harus dihapus dari dunia olahraga di Indonesia. Terima kasih di usia yang sudah 74 tahun. KOI akan terus introspeksi diri. Kita akan berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk olahraga Indonesia,” tegas Okto.

Menpora Apresiasi Safeguarding KOI

Sementara itu Menpora Erick Thohir mengapresiasi NOC Indonesia yang memiliki safeguarding untuk melindungi para atlet.

“Saya apresiasi dari NOC juga sudah bekerja sama dengan IOC. Ada safeguard. Kami dari Kemenpora pasti mengambil posisi yang sama perlindungan atlet kita. Atlet itu sudah berkorban. Tidak hanya sekolah, latihan, meninggalkan orang tua. Tapi kok dizolimin. Dan ini sebuah hal-hal yang jahanam,” kata Erick Thohir.

 

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

3 Rekor Baru Cristiano Ronaldo usai Portugal Sikat Uzbekistan

ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan