Ratusan Pecinta Downhill Bersaing di Gunung Pinang, Hadapi Tantangan Berat

Ratusan atlet sepeda downhill bersaing menjadi yang terbaik menghadapi tantangan berat di sirkuit legendaris Gunung Pinang.

OlehThomas
Diterbitkan 10 November 2025, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

11 Nomor Pertandingan

Menariknya, serie ketiga Shredding Master ini menampilkan 11 nomor pertandingan, dengan tambahan tiga kelas baru yang dikhususkan bagi rider yang belum pernah naik podium. Format ini disebut membuat persaingan semakin menarik sekaligus membuka ruang lebih luas bagi pehobi.

“Kita memang tidak memperlombakan kelas atlet, tapi nomor-nomor master yang memang punya tim-tim balap. Jadi ini bentuk apresiasi kepada master-master downhill di Indonesia,” jelas Aldin.

Tak hanya soal adu cepat di lintasan, Shredding Master 2025 juga membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar. Gelaran ini berhasil menggeliatkan sektor UMKM dan pariwisata lokal di kawasan Serang dan Cilegon.

“Harapannya, UMKM di sekitar lokasi juga bisa tumbuh. Bengkel, toko sepeda, hingga pedagang makanan kecil ikut ramai. Ini bisa menumbuhkan ekonomi lokal,” kata Aldin.

Menurutnya, ratusan peserta sudah mulai menginap sejak Jumat. Hotel-hotel dan homestay di sekitar lokasi dipenuhi para rider dan kru yang datang dari berbagai daerah. “Dari hotel bintang lima sampai penginapan sederhana, semuanya penuh,” ujarnya.

Tahun ini juga menjadi tonggak baru bagi penyelenggara. Untuk pertama kalinya, event Shredding Master disiarkan secara live streaming agar masyarakat luas bisa ikut merasakan atmosfer balapan.

“Evaluasinya, tahun depan kita akan buat lebih bagus. Kita akan memperluas jangkauan media supaya gaungnya lebih besar dan olahraga sepeda makin populer,” tegas Aldin.

Rencana Musim 2026

Soal rencana ke depan, Aldin menyebut Shredding Series 2026 kemungkinan masih akan digelar dalam tiga seri, namun dengan lokasi baru. Selain tetap di Jawa Barat, ada minat dari berbagai daerah seperti Bandung, Cirebon, Bogor, Banten, bahkan Sulawesi yang ingin menjadi tuan rumah.

Permintaan dari berbagai daerah menunjukkan perkembangan downhill di Indonesia semakin pesat. “Salah satu penyumbang medali emas di SEA Games maupun Asian Games adalah cabang downhill. Karena itu kita ingin menjaga ekosistemnya agar semua pihak, termasuk UMKM dan stakeholder, bisa menikmati hype olahraga sepeda gunung ini,” tutur Aldin.

Lebih lanjut, Aldin mengatakan, ajang ini dapat berlangsung sukses tak lepas dari dukungan sponsor utama Bank Mandiri dan ANTAM. Kemudian juga dukungan dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia (IMIPAS) serta dukungan dari mitra strategis seperti BNI, Astrindo, SART, Daun Karya, Vitrans, Berkah Cinta Sholawat, Syahrie Decoration, PT Shima Citra Selaras, dan PT Cipta Inti Yudha, gelaran ini semakin mempertegas komitmen bersama dalam mendukung perkembangan olahraga sepeda gunung di Indonesia.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan