Petrokimia Gresik Juara Final Four Livoli Divisi Utama 2025 Putaran Pertama

Petrokimia Gresik Pupuk Indonesia juara final four Livoli Divisi Utama 2025 putaran pertama setelah mengalahkan Rajawali O2C. Petrokimia Gresik tidak terkalahkan dalam tiga laga final four.

Diterbitkan 12 Oktober 2025, 23:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Petrokimia Gresik Pupuk Indonesia menutup laga final four Livoli Divisi Utama 2025 putaran pertama dengan kemenangan. Tim besutan Ayub Hidayat mengalahkan Rajawali O2C 3-0 (25-16, 25-17, 25-21) di GOR Ki Mageti, Magetan, Minggu (12/10) malam.

Hasil ini mengukuhkan posisi Petrokimia Gresik di puncak klasemen berkat tiga kemenangan dengan 9 poin dan menjadi juara putaran pertama final four Livoli Divisi Utama. Selain itu, hasil tersebut menjadi modal berharga bagi Mediol Yoku dan kawan-kawan menuju grand final.

"Alhamdulillah, anak-anak bermain sesuai instruksi dan menunjukkan fokus yang sangat baik. Kunci kemenangan adalah bermain disiplin dan mampu memanfaatkan peluang sekecil apa pun," kata Ayub setelah pertandingan..

“Meskipun menang telak, kami tidak boleh lengah. Kami harus menjaga momentum ini karena semua lawan di Final Four ini berat dan kami harus tetap waspada jelang putaran kedua," imbuhnya.

Sementara bagi Rajawali O2C, ini adalah kekalahan ketiga di final four. Hasil ini membuat peluang tim asuhan Octavian lolos ke grand final sangat kecil.

Octavian mengatakan anak asuhnya tampil di bawah bayang-bayang kekuatan Petrokimia. "Kami akui Petrokimia bermain sangat solid dan sulit ditembus. Kami datang dengan skuad yang didominasi pemain muda yang masih minim pengalaman di level ini," jelasnya.

Mantan pelatih timnas voli putri Indonesia itu memilih untuk melihat final four sebagai proses berharga bagi regenerasi tim. Seperti diketahui, Rajawali O2C kehilangan enam pemain utamanya lantaran harus ikut pelatnas timnas voli putri Indonesia U-18.

​"Tentu saja kekuatan kami berkurang karena beberapa pilar fokus di Pelatnas. Namun, ajang ini adalah pembelajaran terbaik bagi pemain junior kami. Target kami adalah terus berjuang di setiap laga untuk memberikan pengalaman berharga bagi masa depan tim," pungkas Octavian.

 

Jalannya Pertandingan

Petrokimia Gresik langsung tancap gas begitu laga dimulai. Serangan-serangan dari Mediol Yoku dan kawan-kawan merusak pertahanan Rajawali O2C.

Meski Rajawali O2C sempat memberikan perlawanan, kualitas servis, spike, maupun blok Petrokimia menjadi pembeda. Juara Bertahan ini mengakhiri set pertama selisih poin yang nyaman 25-16.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

​Memasuki set kedua, pelatih Rajawali O2C Octavian, mencoba merotasi pemain untuk mencari formula yang tepat. Rajawali sempat bermain lebih lepas, beberapa reli panjang berhasil dimenangkan. Namun, di momen-momen kritis, pengalaman pemain Petrokimia berbicara. Setter Petrokimia Ajeng Nur Cahaya cerdik memanfaatkan ruang kosong. Sehingga Rajawali O2C harus puas menyerahkan set ini kembali direbut Petrokimia dengan 25-17.​​Di set ketiga, mentalitas pemain muda Rajawali O2C mencoba memberikan perlawanan, namun tetap saja terlihat tertekan. Eror sendiri dari servis dan receive yang tidak akurat terus terjadi memberikan poin gratis bagi Petrokimia. Dengan tempo permainan yang agresif dan akurasi serangan tinggi, Petrokimia menutup set ini dengan 25-21.

Halaman
Show All
Bogi Triyadi, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan