Abdul Hakim dan Dimas Juara Indonesia Downhill Urban 2025 Seri 2

Indonesian Downhill Urban 2025 seri 2 berlangsung di Semarang. Persaingan sengit terjadi dimana trek begitu menantang.

OlehThomas
Diterbitkan 05 Oktober 2025, 17:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Kejuaraan 76 Indonesian Downhill (IDH) Urban 2025 Seri 2 berlangsung seru di Tegalsari, Semarang, Jawa Tengah, sepanjang 4 dan 5 Oktober 2025. Seri 2 ini diikuti 102 downhiller. Mereka harus melintasi trek pemukiman lengkap dengan beragam obstacle untuk mencatatkan waktu tercepat di garis finis Taman Budaya Raden Saleh.

Lewat pertarungan sengit, pada sesi final run yang berlangsung Minggu (5/10) di kelas utama Men Elite, M. Abdul Hakim dari 76 Rider DH Squad berhasil menjadi juara dengan torehan waktu 1 menit 27,866 detik.

Pencapaian ini tidaklah mudah bagi Abdul Hakim. Sebab seluruh downhiller saling beradu cepat mengayuh tunggangannya dan memiliki kualitas teknik sama rata di kelas Men Elite. Buktinya, di posisi tercepat kedua yang dihuni oleh Pandu Satrio Perkasa (Sego Anget Racing Team) mencatatkan waktu 1 menit 28,881 detik. Berada tepat di belakangnya ialah pembalap asal tim D-One Factory, Agung Prio Apriliano yang hanya terpaut waktu sehelai rambut, yakni 1 menit 28,882.

“Alhamdulillah sangat senang untuk hasil dari seri 2 ini. Target saya memang ingin juara karena di seri 1 hanya berada di posisi 4. Kunci keberhasilan saya mempelajari trek ini dengan baik, terutama saat masuk dan keluar tikungan karena di situ enggak boleh melakukan kesalahan. Speed dan lane-nya harus benar-benar pas, karena itu adalah kunci agar catatan waktunya bagus. Lalu berani mencoba melepas rem untuk section-section kayak turunan tangga dan pohon rintangan,” ungkap Hakim.

Lintasan Terbaik

Jambol, sapaan akrab M. Abdul Hakim menilai bahwa lintasan 76 IDH Urban 2025 Seri 2 adalah yang terbaik dari trek urban downhill yang pernah diikuti tahun ini. Karakter high speed lengkap dengan obstacle seperti big drop, table top, super bowl, double jump, single jump, turunan tangga, maupun lintasan sprint dan gang sempit dinilai menjadi satu paket komplit memacu adrenalin.

“Tahun ini saya sudah tiga kali mengikuti urban downhill, kalau dulu lebih sering. Menurut saya trek ini adalah trek urban downhill terbaik dan mungkin bukan cuma saya yang mengakui itu, tapi teman-teman lain juga. Karena trek lebar, speed kencang, elevasinya cukup,” ucap downhiller asal Jepara tersebut.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Persaingan ketat juga terjadi pada kelas Men Junior. Dimas Aradhana dari 76 Rider DH Squad tercepat pada sesi seeding run Sabtu (4/10) kembali memimpin posisi teratas dengan catatan waktu 1 menit 27,870 detik. Sementara peringkat kedua dengan torehan waktu 1 menit 29,891 detik ialah Ahmad Nasyua Ridhodin (Sego Anget Racing Team). Membuntuti di posisi ketiga Fajar Abdul Rahman dari Spartan Racing Team yang membukukan waktu 1 menit 31,908 detik. “Saya bersyukur bisa menjadi juara di Men Junior. Dan dari catatan waktu juga lebih cepat di final run ini ketimbang seeding run kemarin 1 menit 30,498 detik. Evaluasi yang saya lakukan dari hari sebelumnya adalah perbanyak pedalling section 5 meter dari sebelumnya, supaya bisa mendapat hasil lebih baik. Saya cukup puas dengan hasilnya dan semoga ke depannya bisa terus mengalami peningkatan,” ujar Dimas. 76 IDH Urban 2025 Seri 2 memperlombakan 12 kategori, mulai dari Men Elite, Men Junior, Women Open, Men Youth, hingga berbagai kelas Men Master E, D, C, B, A, dan Sport C, B, A.. Event ini membawa semangat sportainment dengan menggabungkan kentalnya nuansa sport melalui elevasi geografis trek ekstrem melintasi pemukiman warga Desa Tegalsari, serta sisi entertainment dengan menarik peserta amatir dan hadirnya jump contest untuk diikuti. Selain itu pula gelaran ini menghidupkan potensi dan pemberdayaan ekonomi lokal lewat sports tourism.

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan