Thailand Ingin Rebut Piala Susy Susanti dan Liem Swie King dari PB Djarum

Klub Thailand siap menghentikan kesuksesan PB Djarum di Superliga Junior 2025 yang sedang berlangsung di kota Kudus.

OlehThomas
Diperbarui 20 September 2025, 12:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Pemain unggulan Banthongyord, Anyapat Phichitpreechasak percaya diri mampu memboyong Piala Susy Susanti di ajang ini. Terlebih, Anyapat memiliki rekam jejak yang bagus dalam gelaran turnamen ini. Dua tahun lalu, ia merupakan salah satu pemain yang sukses menjadi juara di sektor U-17 Putri.

"Berpartisipasi di turnamen beregu tentu akan memberikan pengalaman berharga karena banyak sekali pemain dan tim kuat ikut bersaing, termasuk klub-klub dari Indonesia yang levelnya sangat tinggi. Namun, tim kami selalu dapat menandingi kualitas tim-tim hebat di Polytron Superliga Junior. Jadi kami datang tidak hanya untuk mencari pengalaman, tapi juga untuk menang karena target kami adalah menjadi juara di dua kategori yang diikuti," ujarnya.

Kesiapan PB Djarum

Manager Team PB Djarum, Fung Permadi, menyebut sudah jauh-jauh hari mengamati perkembangan dan kemampuan para pemain Thailand. Ia pun telah mewanti-wanti para atlet muda PB Djarum untuk bermain optimal di lapangan ketika menghadapi lawan tangguh, termasuk Thailand.

“Bulan Mei lalu kami main di Thailand, jadi kami sudah mengetahui kemampuan mereka sebaik apa. Untuk itu, saya meminta atlet-atlet PB Djarum menunjukkan semangat juang yang baik, pantang menyerah dan harus bisa mencari jalan keluar ketika menghadapi kesulitan di lapangan. Dan ini tidak hanya berlaku ketika melawan Thailand saja, tapi kepada seluruh lawan yang dihadapi, karena tim-tim lain pun tidak bisa dipandang sebelah mata. Yang terpenting adalah konsisten tampil optimal, nanti hasilnya akan mengikuti,” ujar Fung Permadi.

Sementara itu, atlet andalan U-19 Putra PB Djarum, Yudha Rendra Wijaya mengaku tak gentar meski tim Thailand mematok target ambisius untuk meruntuhkan dominasi klubnya dalam perburuan gelar juara. Tak kalah optimistis, ia juga menyatakan dengan komposisi pemain yang dimiliki, PB Djarum memiliki daya saing yang cukup kuat untuk memperebutkan titel kampiun di setiap kategori usia yang diikuti.

“Persaingan untuk merebut gelar juara di setiap kategori usia memang lebih ketat terutama dengan hadirnya penantang kuat seperti Thailand dan klub lokal lain yang semakin kompetitif. Tapi, kami tetap memasang target tinggi untuk bisa kembali menjadi juara umum di Polytron Superliga Junior 2025. Bagi saya yang terpenting adalah tetap fokus, saling dukung, dan kompak menghadapi setiap pertandingan,” kata Yudha, atlet tunggal putra PB Djarum yang baru berusia 17 tahun ini.

Turunkan 8 Tim

PB Djarum menurunkan delapan tim pada perhelatan Polytron Superliga Junior 2025 yang terdiri dari skuad U-15 Putra dan Putri, U-17 Putra dan Putri, dua skuad PB Djarum U-19 Putra (PB Djarum A dan PB Djarum B) serta dua skuad PB Djarum U-19 Putri (PB Djarum A dan PB Djarum B). Di sektor U-15, tim putra dan putri PB Djarum tampil impresif karena berhasil memetik empat kemenangan beruntun.

Tim U-17 Putri pun belum terkalahkan dari empat laga, sedangkan U-17 Putra juga masih memiliki peluang besar untuk lolos dari babak penyisihan grup lantaran hanya menelan satu kekalahan dari empat pertandingan yang dijalani.

Di kategori U-19 Putra, PB Djarum A yang berada satu grup dengan PB Djarum B berada di dua posisi teratas dan berpeluang mengakhiri persaingan sebagai juara dan runner-up fase grup. Sementara skuad PB Djarum A U-19 Putri bercokol di puncak klasemen Grup B karena belum terkalahkan di dua partai pertama.

Sementara, PB Djarum B U-19 masih harus memainkan partai penentuan melawan Mutiara Cardinal untuk memperebutkan posisi runner-up di Grup A, Jumat (19/9). Untuk kamu badminton lovers, saksikan dan beri dukungan secara langsung kepada para atlet junior yang berlaga di GOR Djarum Kudus yang diselenggarakan sejak Senin (15/9) hingga Minggu (21/9).

 

 

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan