Apakah Gerald Vanenburg Akan Dipecat Usai Gagal Bawa Timnas Indonesia U-23 ke Piala Asia 2026?

Timnas Indonesia U-23 dipastikan gagal melangkah ke putaran final Piala Asia U-23 2026

Diperbarui 09 September 2025, 22:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Timnas Indonesia U-23 dipastikan gagal melangkah ke putaran final Piala Asia U-23 2026. Apakah kegagalan ini berdampak pada posisi Gerald Vanenburg sebagai pelatih Timnas Indonesia U-23?

Harapan yang sempat muncul sirna setelah skuad Garuda Muda hanya mampu finis di peringkat kedua klasemen Grup J. Kekalahan 0-1 dari Korea Selatan pada laga terakhir, Selasa (9/9) malam WIB, menjadi pukulan telak.

Indonesia hanya mengoleksi empat poin dari tiga laga, sama dengan Laos, tetapi unggul selisih gol. Namun, hasil itu tidak cukup karena hanya juara grup yang berhak lolos otomatis ke putaran final, sementara peluang lewat jalur runner-up terbaik juga kandas.

Korea Selatan, dengan raihan sembilan poin sempurna, menjadi wakil tunggal dari Grup J.

Kegagalan ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai masa depan pelatih Gerald Vanenburg. Pasalnya, publik masih membandingkan pencapaian saat Timnas U-23 dilatih Shin Tae-yong di edisi 2024, di mana Indonesia mampu menembus semifinal. Apakah Vanenburg akan didepak dari kursi pelatih?

Erick Thohir Beri Jawaban Soal Masa Depan Vanenburg

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, angkat bicara terkait masa depan Gerald Vanenburg jika gagal lolos Piala Asia U-23. Ia menegaskan bahwa federasi saat ini berkomitmen membangun sistem jangka panjang dalam kepelatihan.

Kontrak pelatih, termasuk Vanenburg, sudah diatur dalam skema dua tahun, sementara technical director mendapat kontrak empat tahun untuk menjaga kesinambungan proyek pengembangan.

"Saya rasa kan kita sudah bicara, kita sedang membangun strata kepelatihan bahwa sekarang kita sudah punya technical director. Kita kontrak 4 tahun. Sekarang semua pelatih kita kontrak 2 tahun. Ya, memang kita perlu yang namanya tadi pembangunan secara menyeluruh," ujar Erick beberapa waktu lalu.

Fokus pada Konsistensi dan Pembangunan Jangka Panjang

Lebih lanjut, Erick menekankan pentingnya konsistensi dalam membangun identitas permainan. Menurutnya, perubahan pelatih terlalu cepat justru akan mengacaukan fondasi yang sudah disusun, terutama terkait formasi, gaya bermain, dan filosofi sepak bola Indonesia ke depan.

"Kalau kita lihat juga sekarang formasi tim nasional U-23 kita dan senior sudah mulai bermain dengan posisi empat bek, dengan konsep ball possession dan menyerang," kata Erick Thohir.

"Ya, ini memang kalau dirubah terus nanti akhirnya konsep daripada pembangunan formasi ke depan berubah-berubah lagi. Nah, ini yang kita harus jaga, kita harus sabar," tegas Erick.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Inggris vs RD Kongo Sudah Mulai, Dapatkan Link Live Streaming Piala Dunia 2026

Asad ArifinTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan