Coach Timo Akui Keunggulan Australia Usai Kandaskan Timnas Indonesia di Semifinal Piala AFF Putri U-16

Timnas Indonesia kalah 0-3 dari Australia di babak semifinal. Begini komentar coach Timo.

Diperbarui 28 Agustus 2025, 06:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Pelatih Timnas Indonesia Putri U-16, Timo Scheunemann mengakui keunggulan Timnas Australia yang berhasil menggasak Garuda Pertiwi di babak Semifinal Piala AFF Putri U-16 2025. Pada laga di Stadion Manahan, Solo pada Rabu (27/8/2025) malam, Indonesia kalah 0-3.

Kekalahan tersebut akan menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk Jazlyn Kayla Firyal dkk untuk menghadapi laga-laga ke depan.

“Pemain-pemain kita untuk melihat oh permainan tim yang confidence seperti apa gitu, jadi bukan hanya dari segi postur, power tapi juga confidence-nya bermain dari kaki ke kaki terlihat kita masih harus bisa banyak belajar dari mereka (Australia),” kata coach Timo kepada wartawan usai pertandingan di Stadion Manahan, Solo pada Rabu (27/8/2025) malam.

Selain itu, mantan pelatih Persema Malang itu juga mengatakan dari hasil pertandingan itu para pemain bisa memetik pelajaran bahwa dalam pertandingan melawan tim kuat tidak masalah kalau harus tertekan.

Meskipun tertekan, dia mengingatkan para pemain harus tenang baik dalam merebut bola maupun memberikan umpan bola ke pemain timnas. Seperti diketahui dalam laga tersebut, pemain Timnas Indonesia Putri kerap melakukan kesalahan sehingga kesempatan untuk menyerang gagal di tengah jalan.

“Tertekan no problem kalau lawan tim-tim kuat pastilah tertekan nggak masalah. Kita tadi pindah dari 4-2-3-1 ke 5-2-3-0, kita tertekan nggak masalah. Tapi pada saat kita merebut bola, kita harus tenang. Nah pada saat kita merebut bola, kita selalu kasih bola ke lawan. Saya lihat Singapura kalahnya sama Australia sama, disiplin bertahan bisa rebut bola, eh dikasihkan ke pemain yang ada tekanan akhirnya hilang bola lagi,” ucapnya. 

Kesulitan Ciptakan Peluang

Dengan pola kesalahan seperti itu, skuad Garuda Pertiwi tidak bisa menguasai permainan bola selama pertandingan berlangsung. Tak hanya itu, kesempatan untuk menembak tendangan bola ke jantung pertahanan Australia yang dijaga Dali Blossom Odette Gorr Burchome terlihat paceklik.

Sedangkan untuk pertahanan juga terdapat penjagaan pemain lawan yang kosong sehingga bisa berdiri bebas tanpa pengawalan.

“Karena kita tertekan terus jadinya sama sekali nggak ada shot on goal. Jadi kita nggak berkembang itu kuncinya di situ. Terus secara defence ya penugasan yang tadi banyak lobangnya gitu jadi siapa saja, akhirnya ada yang nggak terjaga, ada yang terjaga double. Itu tadi di babak pertama penugasan itu tidak rapi, di babak kedua udah jauh rapi setelah kita ubah ke 5-2-3-0,” sebutnya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Seperti diketahui langkah timnas putri Indonesia terhenti di semifinal Piala AFF Putri U-16 2025. Garuda Pertiwi Muda harus mengakui keunggulan Australia. Bertanding di Stadion Manahan, Rabu (27/8/2025), timnas putri Indonesia U-16 tertinggal 0-2 pada babak pertama akibat gol Abbie Puckett (22', 27'). Menghabiskan mayoritas pertandingan dikepung lawan, gawang Indonesia akhirnya jebol lagi oleh Kaya Jugovic (59'). Skor lalu tidak berubah dan Indonesia gagal ke final. Timnas putri U-16 Indonesia selanjutnya bakal meladeni Vietnam pada perebutan peringkat tiga, Jumat (29/8/2025). Sementara Australia bertemu Thailand pada final di hari yang sama. Meski gagal ke partai puncak, rapor kali ini merupakan capaian terbaik timnas putri Indonesia pada sepanjang mengikuti Piala AFF Putri U-16. Pada tiga partisipasi sebelumnya, Garuda Pertiwi selalu kandas di fase grup.    

Halaman
Show All
Fajar Abrori, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan