11 Pasangan Ayah-Anak Paling Terkenal dalam Sejarah Sepak Bola

Kecintaan terhadap sepak bola sering kali diwariskan dari orang tua ke anak. Tak jarang, semangat itu tumbuh sejak kecil lewat cerita atau tontonan bareng di ru

Diperbarui 09 Juli 2025, 13:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kecintaan terhadap sepak bola sering kali diwariskan dari orang tua ke anak. Tak jarang, semangat itu tumbuh sejak kecil lewat cerita atau tontonan bareng di rumah.

Namun, dalam beberapa keluarga, warisan yang diturunkan bukan hanya rasa cinta pada permainan. Bakat mengolah bola pun ikut mengalir dalam darah mereka.

Meski berat berada di bawah bayang-bayang sang ayah, banyak anak pesepak bola legendaris yang berhasil menciptakan jalannya sendiri. Bahkan, sebagian di antaranya mampu melampaui prestasi orang tuanya.

Kisah ayah dan anak yang sama-sama bermain di level profesional selalu menarik untuk diikuti. Apalagi jika keduanya punya kiprah yang sama gemilang.

Berikut adalah deretan pasangan ayah-anak paling terkenal dalam sejarah sepak bola dunia. Siapa saja mereka?

1. Mazinho, Thiago dan Rafinha

Mazinho dikenal sebagai pemain serbabisa yang bisa bermain di lini tengah maupun bek sayap. Ia menjalani karier profesional selama 16 tahun dan sempat bermain di Brasil, Italia, dan Spanyol.

Ia menjadi bagian penting dari skuad Brasil yang menjuarai Piala Dunia 1994. Dalam final melawan Italia, Mazinho tampil sejak awal sebagai gelandang kanan.

Kecintaan Mazinho terhadap sepak bola diwariskan kepada dua putranya. Thiago Alcantara dan Rafinha sama-sama mengawali karier di Barcelona dan sukses meniti karier di Eropa.

2. Alf-Inge dan Erling Haaland

Alfie Haaland memulai petualangannya di Inggris saat bergabung dengan Nottingham Forest pada 1993 setelah bermain di Norwegia. Ia kemudian melanjutkan karier bersama Leeds United dan sempat mencicipi kompetisi Eropa.

Saat bermain untuk Leeds, Haaland pernah berseteru dengan Roy Keane yang berujung insiden terkenal saat Keane membalas dendam saat keduanya bertemu lagi. Haaland kemudian pindah ke Manchester City, klub yang kelak juga diperkuat oleh anaknya.

Erling Haaland lahir saat ayahnya masih di Leeds dan meniti jalan serupa dalam sepak bola. Setelah bersinar di Salzburg dan Borussia Dortmund, Erling bergabung dengan Manchester City dan langsung mencetak lebih dari 100 gol serta mempersembahkan treble bersejarah.

3. George dan Timothy Weah

George Weah adalah sosok langka dalam sejarah sepak bola dan politik dunia. Ia tidak hanya pernah meraih Ballon d'Or, tetapi juga menjabat sebagai Presiden Liberia.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Karier sepak bolanya melejit sejak bergabung dengan AS Monaco pada 1988, kemudian berlanjut ke PSG, AC Milan, hingga Chelsea. Ia menjadi pemain Afrika pertama dan satu-satunya yang memenangkan Ballon d'Or. Putranya, Timothy Weah, memang belum mencapai level sang ayah, tetapi namanya terus menanjak. Setelah sukses bersama Lille, Timothy kini memperkuat Juventus sebagai pemain serba bisa di usia 25 tahun.

Halaman
Show All
Aga Deta AndityaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan