Liputan6.com, Jakarta Tak semua final Liga Champions menyuguhkan duel antara dua tim terbaik musim itu. Namun, tahun ini, tampaknya fans akhirnya mendapat pengecualian yang jarang terjadi.
PSG dan Inter Milan sukses menepis keraguan, menembus tantangan berat untuk bertemu di partai puncak. Mereka tampil konsisten, kolektif, dan komplet di tiap fase.
Dengan semua kekuatan yang mereka punya, laga final ini menjanjikan lebih dari sekadar trofi. Ini adalah klimaks dari dua perjalanan yang tak bisa dianggap kebetulan.
Jalur Terjal Menuju Final Sempurna
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5212751/original/074364400_1746660185-20250508-PSG_vs_Arsenal-AFP_1.jpg)
Dalam format turnamen seperti Liga Champions, hasil undian sering kali menentukan nasib tim besar. Tak jarang, dua favorit bertemu terlalu dini, menyisakan final yang kurang menggigit.
Musim lalu contohnya, Real Madrid menyingkirkan Manchester City dan Bayern Munchen sebelum mengalahkan Dortmund di final yang berat sebelah.
Namun kali ini, cerita berbeda. PSG dan Inter sama-sama menuntaskan misi melewati lawan-lawan tangguh secara meyakinkan dan pantas berada di puncak.
PSG menghadapi empat wakil Inggris dalam perjalanannya: Manchester City, Liverpool, Aston Villa, dan Arsenal. Tidak hanya menang, mereka dominan.
Sementara Inter melibas Bayern Munchen dan Barcelona dalam dua laga berkelas yang penuh drama dan gol. Skor agregat mereka di dua fase terakhir? 11-9.
Dua tim ini tidak hanya menang, tapi juga menunjukkan variasi gaya bermain, kedalaman skuad, dan mentalitas juara sepanjang turnamen.
PSG: Dari Tim Galactico Menjadi Kolektif Mesin Juara
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5203185/original/037622300_1745919253-Latihan_PSG_vs_Arsenal-7.jpg)
PSG versi Luis Enrique bukan sekadar tim bertabur bintang. Mereka adalah kolektif yang padu, solid, dan sangat disiplin dalam semua fase permainan.
Tanpa Kylian Mbappe, banyak yang meragukan ketajaman lini depan mereka. Tapi Ousmane Dembele dan Khvicha Kvaratskhelia membungkam keraguan itu dengan ledakan produktivitas.
PSG tampil dengan kecepatan, stamina, dan kontrol tempo yang luar biasa. Nuno Mendes di kiri dan Donnarumma di bawah mistar tampil sebagai sosok kunci.
Arsene Wenger menilai kemenangan atas Arsenal sebagai bukti kematangan mereka: “Hari ini kita melihat PSG yang berbeda. Mereka menang bukan karena indah, tapi karena efisien.”
Eks Arsenal lainnya, Jack Wilshere, memuji organisasi permainan mereka: “PSG sangat jelas dalam semua aspek, saat menyerang maupun bertahan.”
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5478866/original/025973300_1768955677-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-21T071644.645.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302828/original/029922600_1784608224-744109091_2878715122499118_855064475453451994_nfd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302730/original/042892700_1784605254-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-21T103804.683.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7669455/original/089727000_1780463646-Ahok_cek_fakta_dana_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5159456/original/080147500_1741742982-20250312-Inter_Milan_vs_Feyenord-AFP_8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3442604/original/068177900_1619627432-Logo_Liga_Champions.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3446785/original/061710600_1620036403-Logo_inter_milan_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1416756/original/081794600_1480056651-psg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1345712/original/030389700_1473863666-000_G50CY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301650/original/002120800_1784510182-AP26200768196604.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301614/original/015685300_1784504538-063_2286808437.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302473/original/030559500_1784555002-Spain_s_Gavi__left__falls_as_he_scuffles_with_Argentina_s_Leandro_Paredes__5__and_Thiago_Almada.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302386/original/025200300_1784544811-argentina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301730/original/072758800_1784514690-scaloni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301628/original/002576500_1784505654-ar7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301814/original/084260800_1784520494-simeone.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301640/original/047977900_1784506281-messi_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301617/original/065063300_1784505165-ar1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301608/original/075036800_1784503489-TORRES_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7806639/original/032190700_1780623190-Marquinhos.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7387907/original/075064400_1780168203-000_B4HM32C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4957917/original/092231700_1727817156-000_36HV9GU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4905806/original/070325500_1722395070-5_Pemain_yang_Layak_Pakai_Nomor_10_di_Arsenal_Setelah_Emile_Smith_Rowe_Cabut-AFP__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5529271/original/055287400_1773317607-arsenal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7390793/original/014179100_1780170717-000_B4HM9DU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5483314/original/065158900_1769373256-AP26025609548736.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7328674/original/058505200_1780113336-Anthony_Gordon-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7522255/original/084059600_1780295202-Untitled.jpg)