Final Liga Europa di San Mames: Amorim Tertekan, MU Tak Boleh Gagal Lagi

Manchester United menghadapi momen paling krusial dalam satu dekade terakhir. Final Liga Europa melawan Tottenham bukan sekadar pertandingan, tapi penentu arah klub yang terus terombang-ambing beberapa tahun terakhir.

Diperbarui 21 Mei 2025, 11:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Tantangan MU Melawan Tottenham

MU akan menghadapi Spurs yang lebih segar secara fisik. Ange Postecoglou sengaja merotasi tim di akhir musim untuk fokus pada final ini. Sementara MU masih bergantung pada Bruno Fernandes yang tampak kelelahan.

Taktik pressing tinggi Amorim bisa menjadi bumerang menghadapi serangan balik cepat Son Heung-min. Kabar buruknya, Lisandro Martinez masih cedera dan Harry Maguire belum fit 100%.

Kunci kemenangan ada di lini tengah. Kobbie Mainoo harus mampu menekan James Maddison, sementara Alejandro Garnacho perlu mengisolasi Pedro Porro yang kerap maju membantu serangan.

Suara Fans: Sabar atau Menuntut?

Kekalahan di Bilbao bisa mengubah segalanya. Seperti diakui Amorim: "Kesabaran fans akan berada di batasnya jika kami gagal."

David Beckham baru-baru ini meminta fans untuk mendukung proses. Namun dengan kemungkinan finis ke-16 di liga — terburuk dalam sejarah Premier League — hanya trofi yang bisa meredam kekecewaan.

Amorim tahu ini bukan tentang satu pertandingan, tapi tentang membangun kepercayaan. "Kami harus sempurna musim depan," ujarnya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan