Tak Cuma Atlet, IESPA Ingin Game Esports Lokal Berjaya di Luar Negeri

Indonesian Esports Association (IESPA) ingin game esports Indonesia juga bisa menembus level internasional pada tahun 2025 ini.

OlehThomas
Diperbarui 24 Maret 2025, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Secara terpisah, Ketua Bidang Industri Game Lokal IESPA Young Lex menyatakan kesiapannya dalam melaksanakan keinginan Ibnu untuk membangun industri game lokal menuju pentas dunia. Bahkan, dia yakin industri game lokal bukan hanya bisa bersaing tetapi bisa menguntungkan.

"Game yang diproduksi GTA yang menempati peringkat 1 dunia itu diproduksi dengan biaya 237 dolar Amerika Serikat bisa menghasilkan 2,7 miliar dolar AS. Begitu juga Blue Avatar yang memproduksi game menduduki peringkat ke-13 dengan nilai produksi 275 juta dolar bisa menghasilkan 9,7 dolar AS. Potensi ini harus bisa diambil karena kita memang punya tenaga ahli yang punya kemampuan dalam membangun game-game.menarik dan bisa menembus pasar dunia," jelas Young Lex.

Game Lokal Esports

Keuntungan lain dalam membangun industri game lokal ini bukan hanya bisa mendapatkan keuntungan tetapi juga bisa menjadikan budaya Indonesia semakin diminati dunia.

"Kita bisa saja memproduksi game fight yang cukup diminati. Kalau kita bisa sukses membuat game pencak silat secara tidak langsung bukan hanya mempopolerkan olahraga warisan leluhur bangsa Indonesia tetapi juga mempopolerkan gerakan-gerakan pencak silat di kalangan gamer dunia. Kemampuan kita.membuat game tidak perlu diragukan karena kita memiliki personil yang mumpuni," jelasnya.

Peluang industri game lokal menembus dunia juga disampaikan founder IESPA Edi Liem. "Game yang diproduksi Lokal Pala dan Beattle Guardian sudah membuktikannya. Kini, Smesher Feather (game bulutangkis) yang dibuat perusahaan Animasi Film Studio 45 sedang dibangun dan peluangnya menembus dunia juga cukup besar," ungkapnya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan