5 Fakta Menarik ONE Friday Fights 81

ONE Friday Fights 81 akan berlangsung dari Bangkok pada akhir pekan ini. Beberapa suguhan menarik sudah disiapkan.

OlehThomas
Diterbitkan 25 September 2024, 05:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Dalam hitungan hari para fans pencinta striking akan dimanjakan dengan salah satu gelaran terpanas melalui ONE Friday Fights 81 pada Jumat pekan ini (27/9/2024).

Baik veteran yang mengincar Gelar Juara Dunia atau bintang muda yang mencoba mencapai tingkatan baru, setiap atlet yang tampil di gelaran itu memiliki banyak alasan untuk menampilkan aksi terbaik di Lumpinee Stadium, Bangkok.

Berikut adalah lima alasan terbesar untuk menyaksikan pertunjukan striking elite dalam Muay Thai dan kickboxing:

1. Laga utama yang bisa mengubah peta persaingan

Laga utama akan menampilkan aksi Muay Thai kelas bulu antara kontender peringkat satu Superbon dan peringkat dua, Jo Nattawut.

Sebagai Juara Dunia ONE Interim kickboxing, Superbon ingin bisa kembali menghadapi raja Muay Thai Tawanchai PK Saenchai setelah kalah tipis pada Desember lalu.

Nattawut sendiri sedang menunggu kesempatan tersebut dalam ajang ONE 169: Atlanta pada 9 November, jadi kemenangan dalam laga tiga ronde ini bisa jadi kesempatan bagi Superbon untuk menyerobot antrean dan menghadapi pemenang.

Di sisi lain, Nattawut akan meraih rasa percaya diri tinggi jelang menghadapi Tawanchai jika bisa mengalahkan Superbon. Ia bahkan bisa mengincar sabuk kickboxing dalam waktu dekat.

 

2. Kembalinya Takeru Segawa

Meski gagal meraih kemenangan, Takeru Segawa berhasil menampilkan aksi luar biasa dalam debutnya di ONE melawan Superlek Kiatmoo9 dalam laga Kejuaraan Dunia ONE Kickboxing kelas terbang.

Meski harus menderita banyak serangan, sang ikon dari Jepang sempat nyaris menghabisi Superlek, walau akhirnya striker berjuluk mesin penendang itu keluar sebagai pemenang lewat poin.

Karena laga yang begitu menarik, kekalahan itu semakin justru membuat penggemarnya di ONE semakin menantikan aksinya. Kini, ia kembali untuk memberikan tontonan menegangkan lain melawan seorang atlet muda 19 tahun dari Myanmar, Thant Zin, dalam laga kickboxing kelas terbang.

Dengan dua knockout beruntun di ONE sejauh ini, Thant Zin adalah lawan berbahaya yang berpotensi menjadi atlet masa depan bagi Myanmar. Ia dan Takeru adalah pemilik pukulan keras, jadi bisa dipastikan salah satu dari mereka akan tersungkur ke kanvas saat mereka bertukar serangan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Mantan Juara Dunia ONE dan legenda Muay Thai, Nong-O Hama, serta Sam-A Gaiyanghadao berupaya untuk membuktikan bahwa mereka masih bisa bersaing dengan para atlet muda. Nong-O menguasai divisi bantam Muay Thai selama lima tahun dengan catatan 10-0 dan delapan Kejuaraan Dunia. Namun, dua kekalahan beruntun membuatnya kehilangan sabuk dan juga aura tak tertandinginya. Pada saat yang sama, kemenangan terbarunya atas Kulabdam Sor Jor Piek Uthai menunjukkan bahwa ia masih menjadi ancaman di papan atas, dan sebuah kemenangan atas petarung tak terkalahkan Rusia Kiamran Nabati bisa menempatkannya kembali pada peta persaingan juara. Prestasi Sam-A termasuk menjadi Juara Dunia Muay Thai ONE di kelas terbang, dan kelas jerami di Muay Thai serta Kickboxing. Namun, ia menderita dua kekalahan dalam tiga laga terakhirnya. Kekalahan tersebut datang dari atlet pound-for-pound top Prajanchai PK Saenchai, sehingga itu tak otomatis berarti bahwa Sam-A sudah habis. Kemenangan atas Akram Hamidi pada 27 September bisa menjadi awal kebangkitannya.

Halaman
Show All
Thomas, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan